SAJAK

Sajak-sajak Reski Kuantan

21 Agustus 2016 - 00.07 WIB > Dibaca 1013 kali | Komentar
 
Mencintai Tanah

Datuk kata kau mesti mencintai tanah
sebab di sana riwayat bermula
tapi sepi itu terdengar seperti lenguh kerbau
di tengah kemarau
tanah menjadi tanah
menanggung sepinya sendiri
tanpa akar pohon dan rumpun padi.

Kau yang lahir dari tanah
bermula dari tiada
kelak dihisap tanah
kembali ke tiada
demikian nasehat datuk sore itu
menjelang maghrib
menjelang kau dan kitab-kitab kembali karib.

Kitab tanah
kitab semesta
kitab gairah
hafal benar kau bunyinya
hafal benar kau mesti tingkahnya
tingkah pada tanah
tingkah pada semesta
tingkah pada gairah.

Datuk kata kau mesti mencintai tanah
sebab di sana riwayat bermula
pula di sana akhir segalanya.

Kuansing, 2016


Selepas Hujan

Hujan itu menjadi aku
menitik di pohonmu
daun-daunmu
bunga-bungamu.

Menitik dalam hening
begitu bening.

Dan ketika seluruhku telah tumpah
tiada
kau pun bertanya-tanya
berapa waktu yang kau sisakan
untuk mengenangku.

Kuansing, 2016


Jari-jari

Ia menggapai-gapai
mengukur-ukur
yang tiada
dari jengkalnya.

;kau mesti pergi agar mengerti cara kembali
 seperti kau menggenggam agar tahu melepaskan.

Pada usia ia belajar berhitung
maka pada rindu ia begitu jabat
pada jarak yang bertahun
menunggu dengan tekun.

Kuansing, 2016


Sepat Jinak

Bagaimana cara membunuh sangka?
lempar mata kailmu dari bening langit
yang kau percayai berwarna biru
meski kau yakini pula bening pun warna.

Dan aku sepat lapar
berenang, mengapung
berenang, menyelam
dalam gelap telagamu.

Apakah gelap juga warna?
Atau bening tanpa cahaya?
Seperti malam
yang di dalamnya kerap kau kehilangan tujuan.

Lempar mata kailmu
biar kutangkap
tiada perlu siasat atau umpan lezat
aku si sepat jinak
telah lama menunggu mata kailmu.

Kuansing, 2016


Tepi Air Pulau Angik

Pelepah sawit dingin
membelah liuk angin dari Tanah Bekali
di tepi air Pulau Angik
suara dompeng dan kompang
berkelahi
saling menikam sepi.
Entah di mana tepatnya
raja pernah berlabuh
dengan pasukan dan kapal kayu
sejarah yang berperang
sepanjang waktu.
Pelepah sawit dingin
membelah liuk angin dari Tanah Bekali
di tepi air Pulau Angik
pasangan kekasih melepas rindu
saling rangsang
sepanjang tubuh.

Kuansing; 2016

Reski Kuantan, lahir di Kuantan Singingi, Riau. Sejak kecil telah memiliki gairah terhadap karya seni dan sastra. Tulisan-tulisannya dipublikasikan di beberapa media cetak dan online. Pernah tergabung dalam beberapa buku antologi puisi bersama.

KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Beli BBM Pakai Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 wib

Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik

Selasa, 25 September 2018 - 16:30 wib

Tak Ganggu Target Pembangunan

Selasa, 25 September 2018 - 16:00 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo

Selasa, 25 September 2018 - 15:54 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi

Follow Us