TEATER

Arisan Teater

27 Agustus 2016 - 19.41 WIB > Dibaca 868 kali | Komentar
 
Arisan Teater
Mereka kumpul bersama, mengeluarkan uang dari saku sendiri, mengumpulkannya dan digunakan untuk keperluan yang kreatif, untuk pentas teater. Mereka para pelaku teater di Tembilahan, dan kegiatan mereka disebut dengan Arisan Teater.
--------------------

ARISAN Teater adalah sebuah upaya yang dilakukan para pekerja teater untuk menutupi segala persoalan terutama di bidang seni teater. Beberapa kelompok yang rata-rata adalah generasi muda dari Tembilahan ini mencoba mencari solusi dari berbagai persoalan yang menurut mereka menghambat perkembangan seni teater selama ini.

Pertemuan antara para pelaku teater digelar. Sebuah ide pun muncul. Disambut baik pula oleh semua. Maka kemudian, mereka sepakat bersama-sama untuk tetap menggelar seni pertunjukan teater. Kesepakatan itu tentu dengan sebuah konsekwensi, mengeluarkan uang dari saku sendiri, mengumpulkannya. Kemudian uang yang terkumpul dari beberapa sanggar yang ada, diserahkan kepada sanggar yang menang undian, lalu digunakan untuk biaya produksi.

Salah seorang pembina, Alfian  AMd mengatakan kerisauanlah yang kemudian memunculkan ide Arisan Teater ini. Terlebih lagi melihat kondisi dunia seni di Indragiri Hilir khususnya seni teater.  Semakin hari terlihat semakin mengkhawatirkan.  Lalu di tahun 2015, para seniman di Inhil diajak berkumpul dan berunding. Semua sanggar terutama sanggar teater di data. Bahkan sanggar yang dulu, aktif turut didata dan diajak dalam pertemuan itu.

Dalam dialog itu, kata Alfian, ditemukan beberapa persoalan. Persoalan itu pula yang menyebabkan seni teater di Tembilahan tergencat. Dikatakan ada, seperti tak ada, dikatakan tak ada, sesekali ada. Demikian juga dengan keberadaan sanggar teater, nama-nama sanggar terdata tetapi sebaliknya, aktivitas pertunjukan lengang.

“Langkah awal, kita menghimpun sanggar-sanggar teater karena merekalah ujung tombaknya,” jelas Alfian.

Lalu kemudian memakan waktu sekitar enam bulan . Mulai dari pertemuan dengan beberapa seniman, penggerak teater, dan Dewan Kesenian Indrahiri Hilir.  Langkah berikutnya dibentuklah Aliansi Seniman Teater  (AST) yang tujuannya untuk membangun jaringan komunikasi yang kokoh dan kontunitas. Bersamaan dengan itu juga digelar sebuah pertemuan, Musyawarah Seniman Teater Inhil pada Oktober 2015.

 “Ketika itu kami difasilitasi oleh Dewan Kesenian Inhil,” kenangnya.

Berdasarkan musyawarah itulah didapat kesimpulan bahwa, ada beberapa persoalan yang menjadi kendala para pekerja teater selama ini. Yang menyebabkan sanggar-sanggar tidak produktif.  Pertama tidak tersedianya gedung pertunjukan. Kurangnya event-event teater yang dilaksanakan oleh pemerintah dan besarnya biaya produksi dalam setiap pementasan dalam setiap produksi teater.

“Dengan segala keterbatasan ini, kami mengambil keputusan untuk mengadakan Arisan Teater. Sebagai sebuah laman dan wadah untuk menampung dan mengembangkan potensi secara bersama-sama dengan landasan Arisan Teater kekeluargaan dan keterbukaan. Arisan ini juga kami temukan sebagai formula dalam bentuk kegiatan pementasan teater rutin yang kami lakukan sebulan satu kali secara bergantian oleh sanggar teater yang menjadi anggota. Setidaknya, upaya ini  berharap mampu menjadi pendorong tumbuh kembang dan memberikan konstribusi untuk pembangunan daerah,” jelas Alfian. 

Sejak terselenggaranya kegiatan Arisan Teater ini, ada tujuh sanggar yang menjadi anggota. Ke tujuh sanggar tersebut dinilai memiliki konsekuensi yang kuat untuk mengembangkan seni pertunjukan teater di Tembilahan. Sanggar-sanggar ini juga kiranya dapat menjaga intesitas pertunjukan.

“Dan semuanya berasal dari sanggar yang terdapat di Tembilahan, pusat ibukota Kabupaten Indragiri Hilir. Tetapi untuk putaran berikutnya, kami tidak menutup kesempatan bagi sanggar-sanggar yang ada di kecamatan untuk bergabung. Karena inilah wadah kami untuk tetap menjaga dan mengembangkan teater secara bersama-sama atas landasan kekeluargaan,” jelas Ahmad Syukron selaku koordinator Arisan Teater Inhil.

Apa yang dirancang dan dibentuk oleh para pekerja teater di Inhil terbukti bukan hanya wacana belaka. Hal itu memang mereka buktikan dengan kerja nyata. Sejak ditetapkan undian, telah digelar sebanyak enam kali pertunjukan teater. Beragam naskah telah dipentaskan, mulai dari karya naskah teaterawan asal Riau sampai dengan daerah-daerah lainnya. Begitu juga dengan konsep pertunjukan yang digelar, mulai dari teater realis sampai dengan teater absurd.

Sanggar Tuah Abdi  (Unisi) men­dapat undian pertama. Sanggar ini pentas 5 Desember 2015 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan Sanggar Selasih Baiduri (SMK 1 Tembilahan) pada 16 Januari 2016. Giliran berikutnya adalah Sanggar Bujang Dara (SMA N 1 Tembilahan) pada 28 febuari 2016. Dilanjutkan dengan Sanggar Qinabun (MAN 039) pada 02 April 2016. Sanggar Laksemana (SMA N Enok) adalah giliran berikutnya, mereka pentas pada 21 April 2016. Dan pada tanggal 19 Agustus lalu, dipentaskan sebuah naskah karya Ratna Sarumpaet berjudul Pelacur dan Presiden oleh sanggar Lebur (SMA PGRI Tembilahan). Dan tersisa satu sanggar lagi di putaran pertama ini yang akan digelar bulan depan yaitu Sanggar Indragiri Art Institute. Semua pertunjukan dipusatkan di gedung Puri Cendana Jalan Lingkar Tembilahan-Indragiri Hilir.

“Memang kebanyakan anggota sanggar adalah siswa-siswi. Bagi kami ini juga menjadi penting karena merekalah generasi penerus dari perkembangan teater ke depannya. Apalagi sejak digelar arisan teater ini, sejauh yang dapat dipantau, banyak peminat teater dari kalangan siswa-siswi. Bahkan di sekolah pun kegiatan ekstrakurikuler teater dilakukan oleh beberapa sekolah,” jelas Syukron sapaan akrabnya itu.

Apresiasi Meningkat

Dari rentetan pertunjukan teater yang telah digelar, banyak hal yang menggembirakan diantara keterbatasan-keterbatasan para pelaku teater di Tembilahan. Di samping semangat kebersamaan yang dicontohkan, spirit mengembangkan teater bagi para pelakunya, juga apresiator yang semakin meningkat. Hal itu terlihat pula dari beberapa pertunjukan yang telah digelar, terutama di pertunjukan yang terakhir pada 19 Agustus lalu. “Alhamdulillah, pentas naskah Pelacur dan Presiden sukses, para apresiator baik dari kalangan siswa-siswi, seniman dan umum datang menyaksikan walaupun harus membeli tiket,” ujar sutradara, Alfian.

Hal itu membuktikan bahwa sejauh yang dilakukan oleh Arisan Teater selama ini menujukkan adanya efek positif baik bagi para pelaku maupun masyarakat di Tembilahan. Naskah karya Ratna Sarumpaet itu sendiri dipentaskan bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Pentas itu, menurut sutradara menjadi sebuah pertunjukan seni sekaligus kado perenungan untuk bangsa ini.

Lakon Pelacur dan Sang Presiden itu sendiri  tergolong teater tragedi, terutama karena banyaknya kematian yang terjadi, termasuk tokoh utamanya sendiri. Meskipun banyak hal yang diungkapkan secara simbolis, drama ini merupakan cermin realitas masyarakat Indonesia. Tidak sedikit perempuan yang bernasib seperti di dalam cerita seperti Jamila dan Dinda, yang  berakhir menjadi bangkai di kolong jembatan.

Kisah ini merupakan kisah seorang pelacur yang berusia 26 tahun kemudian menyerahkan diri pada kepolisian, mengaku telah membunuh seorang pejabat negara yang menjadi langganannya. Untuk perbuatannya itu, dia kemudian dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, permintaan terakhir Jamila bukan bertemu ibu atau ayahnya. Dia meminta untuk dipertemukan dengan presiden dan seorang ulama tersohor. (Jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 10:11 wib

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:05 wib

Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 wib

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:51 wib

Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 wib

Banyak WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 wib

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif

Follow Us