SASTRA

Siswa Pelalawan Ikuti Bengkel Sastra

27 Agustus 2016 - 19.46 WIB > Dibaca 525 kali | Komentar
 
Siswa Pelalawan Ikuti Bengkel Sastra
SEBANYAK lebih kurang 80 siswa-siswi di Kabupaten Pelalawan mengikuti acara pelatihan peningkatan kreatifitas sastra yang ditaja oleh Balai Bahasa Provinsi Riau. Kegiatan tahunan yang biasanya dinamakan Bengkel Sastra itu digelar selama empat hari (24-27) yang kegiatannya dipusatkan di Grand Hotel Pelalawan dan SMA N 1 Pangkalan Kerinci.

Siswa-siswi yang berasal dari berbagai sekolah mengenah atas di Kabupaten Pelalawan itu diberi pemahaman materi terntang musikalisasi puisi oleh empat orang narasumber, diantaranya Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umar SolikhAn, Marhalim Zaini, Zalfandri alias Mat Rock dan Jefri al Malay. Siswa-siswi tersebut diberi pengetahuan mulai dari apa itu sastra, puisi, musikalisasi puisi, sampailah kepada proses penciptaan musikalisasi puisi.

Oleh karenanya, selama beberapa hari para siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti pelatihan itu, mempersiapkan karya mereka berupa musikalisasi puisi yang kemudian dipentaskan secara bergiliran pada acara penutupan yang dilaksanakan di aula SMA N 1 Pangkalan Kerinci pada Sabtu (27/8). Dari apa yang mereka peroleh terkait dengan pengetahuan dan langkah-langkah membuat musikalisasi puisi, kemudian langsung mereka praktikkan.

Sebanyak 13 kelompok yang tampil pada penutupan tersebut. Mereka perwakilan dari masing-masing sekolah, menggelar karya mereka dengan penuh semangat. Karya-karya puisi yang dipilih menjadi lantunan nada dan senandung, menjadi pekikan isyarat, menjadi bunyi yang kemudian tentu menjadi karya baru berupa musikalisasi puisi.

Antusias dan kegembiraan para siswa-siswi diwakili oleh salah seorang peserta dari SMA Bernas, Viola. Katanya pelatihan seperti ini seru. Banyak hal yang didapat terutama pengetahuan terkait dengan musikalisasi puisi. Pelatihan seperti ini juga merupakan pelajaran yang tidak didapat di bangku sekolah, ianya menjadi pengetahuan tambahan bagi siswa-siswi.

“Ya seru aja. Kita diberi pemahaman, pengetahuan bahkan diarahkan berkarya sendiri.  Ini tentu bermanfaat bagi kami, karena dari pelatihan ini dapat pula kami kembangkan di sekolah kami masing-masing. Dan saya pribadi berharap, pelatihan seperti ini harus tetap dipertahankan,” ujar siswi yang juga sering mengikuti ajang lomba baca puisi ini.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umar Solikhan, mengemukan, pelatihan yang ditaja memang dalam rangka meningkatkan kreatifitas sastra kepada siswa-siswi di sekolah. Bengkel Sastra adalah salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau untuk meningkatkan kreativitas dan apresiasi sastra kepada masyarakat dalam hal ini siswa dan guru di Riau.

Kegiatan tersebut berfokus pada pemberian pelatihan dan pementasan seni kreatif yang berupa musikalisasi puisi. Kegiatan tahunan ini, sengaja dilakukan di beberapa daerah yang telah ditetapkan jauh hari sebelumnya. Dengan cara, Balai Bahasa mendatangai daerah-daerah tersebut, menggelar pelatihan sampailah para peserta mengetahui seluk beluk dalam membuat karya musikalisasi puisi.

“Ada banyak kegiatan lainnya dari Balai Bahasa Provinsi Riau untuk meningkatkan kreatifitas di bidang bahasa dan sastra. Dan bengkel sastra ini, juga dalam upaya untuk menghimpun para peserta dari daerah untuk mengikuti helat berikutnya yang diselenggarakan di Pekanbaru, yaitu pekan sastra yang didalamnya ada lomba musikalisasi puisi se-provinsi Riau. Semoga di tahun depan, peserta dari Kabupaten Pelalawan dapat pula ikut berpartisipasi di acara yang ditaja oleh Balai Bahasa tersebut. Karena apa yang telah ditampilkan  dari hasil pelatihan ini, saya kira sangat memuaskan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber, Zalfandri Zaenal alias Matrock menyebutkan program tahunan dari Balai Bahasa ini adalah sebuah tawaran guna meningkatkan apresiasi sastra bagi peserta, menumbuhkan rasa kecintaan peserta terhadap sastra terutama puisi.
Matrock menilai kegiatan tentunya memberikan penyegaran bagi siswa selaku peserta musikalisasi puisi. Karena banyak ditemui dari beberapa dari para siswa memiliki kemampuan untuk mengapresiasi karya puisi dengan mengubahnya ke dalam bentuk musikal. Hanya saja selama ini, kemampuan itu yang tidak terasah dengan baik karena tidak ada yang mendampingi atau tidak adanya wadah untuk menampung kreatifitas para peserta tersebut.

“Yang jelas, saya perhatikan para peserta serius dalam mengikuti pelatihan dan menghasilkan karya-karya musikalisasi puisi yang kadang tidak disangka-sangka bagus sekali, ” ujar Matrock yang sudah sejak enam tahun belakangan memperhatikan dan menjadi narasumber di kegiatan yang ditaja. (Jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib

Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Warga Dambakan Aliran Listrik

Jumat, 21 September 2018 - 16:30 wib

Real Wahid dan UIR Juara Kejurda Futsal 2018

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib

Kondisi Firman Makin Membaik

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital

Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap

Follow Us