SAJAK

Sajak-sajak Saifa Abidillah

27 Agustus 2016 - 20.46 WIB > Dibaca 1233 kali | Komentar
 
Rokok Tembakau

aku terasing dari bibirku sendiri,
kata bigul di beranda

setiap orang melinting nasibnya sendiri-sendiri.
nasib mereka berjatuhan satu-persatu  

mereka memungutnya kembali  
seperti memungut pecahan waktu

yang berserakan di lantai
dan koran pagi

di mana nasibmu, aku ingin minta
sejumput dari nasibmu?

melinting sebagaimana kau melinting
menikmati sebagaimana kau menikmati

membakar sedikit ujungnya
dan mengepulkannya ke udara berdebu   

Kutub, 2016  



Asal Kata

asal kata adalah gua
tempat sembunyi paling rapi
untuk menyendiri

kata adalah pertapa
serupa raden ayu cempaka
yang jenaka

serupa perjaka galingga
yang terjaga di pagi buta
dan mengecup pagi dengan mesra

kata tidak pernah tua
sebagaimana Ibunda yang jelita   
maria bagi dunia

kata adalah kita
yang menyapu
di halaman rumah yang tua

daun jatuh yang penuh pesona
matahari pagi yang bekerja
untuk waktu dan makna setia   
 
dan tidak pernah musnah
sebagai rasa cinta yang penuh.
kata adalah ketika segala

yang sempat ada penuh makna
seperti kau dan aku
yang setia mengamini doa  
 
Kutub, 2016

 
Jatuh Cinta  
: majenun

Karena kata begitu dekat dengan puisi
Ia jatuh cinta sejak bertemu pertama kali  

kata menyala, sebagaimana puisi yang menyala
kata penuh cinta, sebagaimana puisi penuh cinta

kata tergila-gila dengan puisi
hingga ketika puisi jatuh sakit dan mati

kata tidak sanggup menyala lagi
kata selalu murung dan menyanyi sendiri

berkali kata memeluk pusara puisi
dan tidak pernah mau pergi  

Kutub, 2016    


Perkutut di Kuburan

Di kuburan perkutut kesepian
tak ada pun dari tuhan, atau hujan    
atau bulan melon di sandaran

sesaat sebelum adzan  
hujan jalan-jalan
ke tempat jauh dirindukan
 
sedang tuhan  
mengguncang tubuh pohon-pohon    
lewat kedua tangan angin

matanya semerah mata ayam pejantan  
barangkali angin, hujan santun   
hendak menelan tanah pinangan,

tanah percintaan   
perkutut santun  
dan bulan getun   

atau hendak menyeruput kutukan  
pada secangkir kata kesepian
yang menyanyi sendirian di kuburan
 
tak ada pun dari tuhan,
atau hujan    
atau bulan melon di sandaran.

Kutub, 2016

   
Kuda Phoebus

dewa telah bangkit
dan kereta langit
telah berangkat
menapaki laut,  
bebukit hikayat    
dan alam semesta
yang sengkarut       
 
orang-orang bekerja   
seperti dewa-dewa
yang berkerja  
menyeduh pagi  
dengan hangat kopi
mencari yang abadi
pada sebentuk ilusi
menyanyi di gereja
    menari di candi-candi
dan meniru pecinta
yang gila
dengan api menyala
pada ujung mata
 
dewa telah bangkit
dan kereta langit
telah berangkat
 
sedang manusia bejat
berjalan
menyusun rubaiat
dan muslihat
gelap dunia ini

dan betapa ular telah hidup
pada batang pohon
sejak hawa sanggup
merayu perjaka
pertama di surga

dan betapa dosa  
adalah tentang
sesuatu
yang tertuang dari bibir
ke bibir
dalam anggur
dan malam
yang berpendar samar
dari kamar
dan lendir pada sampir

membentur luas dada
api mata  
dan desah udara
yang tak rata  
 
aku menakaliMu
Kau menakaliku

Dungkek, 2016

Saifa Abidillah, sekarang masih tercatat sebagai Mahasiswa Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Studi Agama dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, dan aktif mengelola LSKY (Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta). Tulisan-tulisannya pernah terkumpul dalam antologi bersama, Narasi Mendung dalam Tarian Hujan (2009), Reportase yang Gagal (2010). Bersepeda ke Bulan (2014), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (2015), Nun (2015), Negeri Laut (2015), Ketam Ladam Rumah Ingatan (2016).
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 18:39 wib

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 wib

Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:30 wib

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Beli BBM Pakai Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 wib

Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik

Follow Us