OLEH MARLINA

Kebangkitan Sastra Anak

27 Agustus 2016 - 21.06 WIB > Dibaca 1334 kali | Komentar
 
Kebangkitan Sastra Anak

KEKHAWATIRAN akan sulitnya mendapatkan buku bacaan anak akan sedikit berkurang apabila kita melihat deretan buku bacaan anak di toko-toko buku. Bahkan, mungkin saja kekhawatiran itu akan berubah menjadi kebanggaan setelah mengetahui bahwa buku bacaan tersebut ternyata ditulis oleh anak-anak.

Buku-buku tersebut diterbitkan oleh berbagai penerbit. Salah satu penerbit yang peduli akan sastra anak ini adalah Penerbit Dar! Mizan. Penerbit ini membuat seri novel anak “Kecil-Kecil Punya Karya” (KKPK). Sementara itu, Penerbit Noura Books mengeluarkan seri “Penulis Cilik Punya Karya” (PCPK) untuk seri bacaan anak. Kedua seri novel anak ini sudah cukup lama meramaikan dunia sastra anak negeri ini. “KKPK” yang bisa dikatakan sebagai pelopor novel anak telah memasuki usia ke-13, sedangkan “PCPK” sudah memasuki tahun ke-10.

Menurut para kreatornya, “KKPK” lahir dengan tujuan dapat menjadi wadah yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak dalam menciptakan prestasi pada bidang tulis-menulis. Tidak jauh berbeda dengan “KKPK”, “PCPK” juga memiliki tujuan menjadi wadah bagi anak-anak berbakat untuk mengembangkan dan menyalurkan potensi menulis mereka.

Kedua serial tersebut memang novel yang ditulis oleh anak-anak dan untuk  konsumsi anak-anak. Penerbit “KKPK” dan “PCPK” memberikan batasan usia bagi penulis yang ingin mengirimkan tulisannya, yakni tidak boleh berusia lebih dari 12 tahun.

Menariknya, walaupun novel-novel serial “KKPK” dan “PCPK” ditulis oleh anak usia di bawah 12 tahun, tetapi karya mereka patut diapresiasi tinggi. Tema yang mereka angkat, bahasa yang mereka gunakan, dan alur yang mereka rangkai dari awal sampai akhir, sangat baik sehingga membuat anak-anak tertarik untuk membacanya.

Tema-tema persahabatan mendominasi ratusan novel anak ini. Mendapatkan sahabat baru, pertikaian-pertikaian dengan teman-teman di sekolah, perpisahan dengan sahabat merupakan masalah-masalah yang sering mencuat di dalam novel-novel tersebut. Sebut saja beberapa novel yang berkisah mengenai persahabatan: Arti Sahabat (Fatiyyah Hasamah), Keluarga Persahabatan (Najma), dan My Lovely Friends (Wanda Amyra Myshara).

Selain itu, kisah mereka dengan ayah dan ibu juga menjadi tema yang cukup banyak diangkat. Ada juga yang menulis mengenai binatang kesayangan, hobi yang terkadang tidak mendapat restu dari orang tua, kehidupan di panti asuhan, dan asrama sekolah. Tema-tema tersebut mereka rangkai dengan bahasa yang apik, segar, enak dibaca, dan mengalir begitu saja.

Seiring berjalannya waktu, serial “KKPK” dan “PCPK”  tidak hanya terbatas pada novel saja. Akan tetapi,  terbit juga dalam bentuk kumpulan cerpen anak dan komik. Kedua hal ini tentu makin menarik bagi pembaca anak-anak. Jika biasanya, dalam satu buku novel mereka hanya mendapatkan satu macam cerita saja, pada kumpulan cerpen mereka bisa mendapatkan beberapa buah cerita sekaligus dalam satu buku. Sementara itu, komik dengan cerita bergambarnya ternyata juga digemari oleh anak-anak pada masa sekarang ini. Pembaca anak jadi tidak jenuh ketika membaca sebuah buku cerita karena memiliki gambar-gambar yang bisa mereka nikmati sembari membaca teks ceritanya.

Ketersediaan bahan bacaan anak yang cukup banyak saat ini, tentu merupakan hal yang positif bagi dunia anak-anak. Selain pembaca anak memiliki bacaan yang memang cocok untuk usia mereka, kehadiran buku bacaan anak ini juga bisa memotivasi anak untuk gemar membaca. Menurut seorang pemerhati sastra anak, Sugihastuti, bacaan anak merupakan salah satu penangkal pengaruh negatif acara televisi. Diharapkan dengan memiliki kegemaran membaca, anak-anak akan mengurangi perhatiannya terhadap tontonan televisi.

Selain itu, dengan ketersediaan buku bacaan anak yang sangat banyak dan menarik bagi pembaca anak, anak-anak usia di bawah 12 tahun akan termotivasi juga untuk menuangkan imajinasinya ke dalam sebuah cerita, baik berupa cerpen, novel, ataupun komik. Menurut para kreator “KKPK” dan “PCPK”, umumnya penulis novel, cerpen, dan komik yang mengirimkan karyanya kepada mereka adalah anak-anak yang sebelumnya menjadi pembaca seri “KKPK” dan “PCPK”. Oleh sebab itu, cukup besar kemungkinan, seorang pembaca novel anak tersebut pada akhirnya juga menulis novel anak.

Tidak berlebihan, jika seri “KKPK” dan “PCPK” dikatakan sebagai kebangkitan sastra anak. Kebangkitan sastra anak yang cukup marak dewasa ini, perlu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat negeri ini. Anak-anak usia di bawah 12 tahun telah mampu berkarya dengan sangat baik, menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam sebuah tulisan, cerpen ataupun novel. Kreativitas mereka tersebut telah membuat anak-anak negeri ini memiliki bahan bacaan sendiri yang sesuai dengan usia anak usia di bawah 12 tahun.

Apresiasi yang tinggi pantas diberikan kepada para penerbit sastra anak yang sudah berkenan menyediakan buku-buku yang sesuai dengan usia anak-anak dan menempatkan sudut pandang anak sebagai pusat penceritaan. Mereka sudah memfasilitasi bacaan yang layak untuk anak, yaitu bacaan yang oleh pakar sastra dianggap dapat memberi hiburan yang menyenangkan; menampilkan cerita yang menarik dan mengajak pembaca (anak-anak) untuk berfantasi. Mereka telah pula membantu anak-anak memahami kehidupan dan nilai-nilai kebaikan dengan cara-cara yang sederhana dan dipahami oleh anak-anak.***

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima

Senin, 24 September 2018 - 13:23 wib

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos

Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib

Joshua Penuhi Janji

Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib

Setujui Tobasa Jadi Toba

Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Flyover Ditunda

Follow Us