Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Surat RZ soal JK dan Asap Riau
Jumat, 28 Juni 2013 - 09:34 WIB > Dibaca 226 kali Print | Komentar
Surat RZ soal JK  dan Asap Riau
Surat Rusli Zainal kepada JPNN. Foto: JPNN
Berita Terkait



Setelah 14 hari mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk pertama kalinya Gubernur Riau Rusli Zainal, menyampaikan pesan melalui sepucuk surat untuk masyarakat Riau. Surat ini dikirim melalui pengacara RZ-sapaan akrab Rusli- ke kantor Jawa Pos National Network (JPNN), Kamis (27/6) dan ditulis tangan. Berikut pesan lengkap yang ditulis RZ:

HARI ini adalah hari-hari besuk keluarga, sahabat, staf dan handai taulan. Saya menerima kunjungan keluarga dan para tamu baik dari Pekanbaru maupun Jakarta. Di tengah-tengah saya sedang melepas rindu yang tak tertahankan pada anak-anak, saya sangat kaget ketika Karutan KPK datang menghampiri saya seraya menunjukan beberapa nama tamu yang akan menjenguk.

Dia berbisik mengatakan, apakah saya bersedia menerima kunjungan Pak JK? yang juga didampingi Pak Hamid Awaluddin, mantan Menkumham dan putra JK, Solihin Kalla serta ajudan beliau, bernama Yadi. Saya sontak kaget dan mengatakan, “Apa iya Pak?,”. “Iya,” kata Karutan Pak Arif. “Oo... silahkan Pak, terimakasih,”. Selang beberapa saat, di pintu masuk menerima kunjungan, terlihat juru kamera ramai berdesakan dengan kilatan lampu blitz. Teryata para teman-teman wartawan tengah mengabadikan kunjungan Pak JK saat menjenguk saya.

Saya menyaksikan semua peristiwa itu dari balik kaca, dengan penuh rasa haru. Kunjungan beliau sungguh tidak saya duga. Dengan senyum khasnya, beliau menyapa saya lebih dulu sambil berkata,” Hey Rus, Apa Kabar?” Saya pun menjawab, “Alhamdulillah Baik Pak”.

Saya hanya bisa menyampaikan rasa terimakasih kepada beliau karena telah berkenan mengunjungi saya. Sungguh kunjungan ini menjadi satu kekuataan buat saya dan keluarga. Apalagi beliau datang berkunjung pada saat saya menjalani musibah ini.

Dalam pembicaraan dengan beliau, saya menyatakan keprihatinan soal bencana asap dan puting beliung di Siak dan beberapa daerah lainnya di Riau. Spontan beliau menyatakan akan memberikan bantuan untuk mengatasi musibah ini. Beliau akan mengirimkan helikopter serta bantuan sosial lainnya. Saya mengucapkan terimakasih atas perhatian beliau tersebut.  Saya juga cerita, berada di dalam sini saya merasa seperti berada di Makkah. Bisa Salat tepat waktu berjamaah, ibadah khusyuk, tepat waktu, pagi, siang dan malam.

Dalam kondisi seperti ini, kekuatan yang paling utama adalah iman dan bisa beribadah tenang. Sudah 15 juz Alquran saya baca. Beliau tertawa dan meminta saya kuat dan sabar menghadapi cobaan ini.

Mengenai bencana asap di Riau. Juga soal pernyataan Bapak Presiden SBY mengenai lemahnya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurut saya sebenarnya persoalan asap ini sudah langganan bagi rakyat Riau. Tidak hanya bisa dilakukan pemerintah daerah saja. Selama ini kita selalu bergerak cepat mengatasinya. Empat tahun terakhir, masalah asap hampir bisa teratasi dan tidak separah sekarang ini.

Saya titipkan pesan, bagi seluruh jajaran Pemprov Riau dan juga masyarakat, mari bahu membahu mengatasi bencana ini. Yang punya lahan, jangan membakar di tengah udara ekstrim. Yang punya perusahaan, tolong jaga lingkungan dan jangan merusak Riau. Yang sibuk Pilkada, juga harus perhatikan bencana ini. Semua agar tidak banyak korban yang jatuh karena bencana.

Saya sekarang ini sedang menghadapi musibah, tidak bisa langsung berada di tengah rakyat Riau, karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya jauh di Jakarta, tapi hati saya ada di Riau sana. Saya menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam. Riau kita sekarang sedang mendapatkan musibah, mudah-mudahan kita semua bisa melaluinya. Saya minta kepada para staff, bekerjalah yang terbaik dalam situasi sesulit apapun. Termasuk mengatasi bencana asap ini. Pemerintahan harus tetap berjalan sebaik-baiknya. Tetap kedepankan akuntabilitas. Sedangkan mengenai kondisi saya saat ini, saya hanya mohon doanya. Terimakasih. RZ.

(afz/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyiram Air Keras Masih Misterius, Novel  Bakal Diperiksa Lagi
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Diinfokan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan, PA 212 Ucapkan Terima Kasih
Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo, Alfian Tanjung Tetap Terbukti Bersalah
Terkait Pemberitaan, Wakapolri Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini