SAJAK

Sajak-sajak Julisman

3 September 2016 - 23.56 WIB > Dibaca 1434 kali | Komentar
 
Memetik Daun

Aku ingin meraih
dan memetik daun
yang dipuncak pohon itu
tapi angin
sudah membawanya bergoyang

Aku harus berhati-hati
menaiki pohon itu
agar aku tak ikut bergoyang
seperti daun

Pekanbaru, Juli 2016



Datanglah Padaku, Dik!

Datanglah padaku, dik!
beritahu pada orangtuamu
untuk menemuiku
sebentar saja

Aku tidak berpikir
akan menculikmu

Aku hanya ingin
hal sederhana saja
bertemu denganmu
duduk di tepi sungai

Pekanbaru, Juli 2016



Suatu Sore di Bulan Juli

Angin bertiup kencang
menyusuri setiap celah rumah
sebentar lagi akan hujan
ayam-ayam berlarian masuk kandang

Suara kucing tak henti mengeong
terkurung dari kamar
memanggil majikannya
karena sudah tiba waktunya makan

Suara adzan terdengar dari kejauhan
jamaah belum datang
sajadah sudah disiapkan
imam sudah datang

Sementara aku duduk sendiri
mengirim pesan kepadamu
lalu aku melihat keluar dari jendela
menantikan kedatangan seorang kerabat

Pekanbaru, Juli 2016



Barangkali Kau Memang Terlupa

Sebulan ini aku tidak mengingatmu
barangkali kau memang terlupa
oleh senja yang mengajakku
berkumpul bersama keluarga

Pekanbaru, Juli 2016



Gang Sempit

Aku berjalan melewati gang sempit
antara dua tembok samping rumah
hanya muat untuk seorang saja
yang berjalan

Saat berselisih dengan orang lain
kau akan memutar badan
sembilan puluh derajat
hingga dada bertemu dada
atau punggungmu bertemu punggungku

Apabila kau melewati gang sempit itu
maukah kau pertemukan
dadamu dengan dadaku

Pekanbaru, Agustus 2016



Aku Memintamu Memasak Nasi


Aku memintamu
untuk diam sejenak
tapi kau terus saja berteriak
tentang kecoa
dengan suara serak

Aku memintamu
untuk tidak berdebat lagi
tapi kau terus saja berceloteh
tentang murahnya harga getah
yang baru ditoreh

Kini,
aku memintamu
untuk memasak nasi
agar bisa dinikmati bersama
tapi kau
pergi ke restoran mewah

Pekanbaru, Agustus 2016



Kesejukan Bunga

Bukan salahmu
saat kau tak ingin makan
karena membeli sesuatu
yang bisa dimakan
saat ini sulit dijangkau

Aku tak dapat
memejamkan mata
sepanjang hari

Kau pun hanya dapat merasakan
kesejukan bunga
di pagi hari
merasakan denyutnya
mengalir dari tangkai
hingga ke kuncup bunga
yang akan berkembang

Dan aku pun hanya dapat
menghembuskan asap di malam hari

Pekanbaru, Agustus 2016


Julisman,
dilahirkan pada 15 Juli 1985 di Pekanbaru. Alumnus Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Riau. Semasa di kampus, pernah mengelola Media Pers Mahasiswa AKLaMASI UIR. Menyukai dan membaca buku-buku sastra sejak kuliah, dengan terus belajar menulis puisi. Menetap di Pekanbaru.

KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib

Desember, Awal Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib

Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 wib

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:00 wib

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Follow Us