HELFIZON ASSYAFEI

Teori Konspirasi

4 September 2016 - 12.13 WIB > Dibaca 6139 kali | Komentar
 
Teori Konspirasi
Banyak orang menganggap “Teori Konspirasi” hanyalah omong kosong orang-orang di warung kopi yang tak punya bukti dan cuma mengandalkan prasangka. Tapi, mengapa “teori” itu selalu muncul, terutama bila terkait pada kasus-kasus pemerintah yang tak pernah selesai. Pada 15 April 1989, 96 penggemar Liverpool tewas dalam kebakaran dan ratusan lainnya cedera ketika menonton semifinal Piala FA (Football Association) di stadion Hillsborough, Inggris. Pada 2012 sebuah penyelidikan menunjukkan bagaimana polisi membuat “langkah-langkah yang diperlukan” agar tak disalahkan atas tragedi itu. Hingga kini penyelidikan masih berlanjut dan bukti-bukti baru tentang usaha untuk menutup-nutupi itu bermunculan.

Munculnya kehebohan setelah ramai beredar di media sosial, foto kongkow perwira Polda Riau dengan bos perusahaan sawit menimbulkan kembali teori ini.  Dalam foto itu, ada bos dari PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL) perusahaan perkebunan sawit. Satu sisi, perusahaan kebun sawit ini dalam kondisi pernah disoal polisi terkait kebakaran lahan termasuk penyerobotan kawasan hutan untuk dijadikan kebun sawit. Di sisi lain mereka tampak akrab dalam foto-foto itu. Ini jelas bertentangan dengan pasal 10 ayat 2  poin g kode etik profesi kepolisisn RI no 7/2006. Dimana penyidik dilarang mengeluarkan ucapan/isyarat yang bertujuan meminta imbalan atas pelayanan yang diberikan. Foto kongkow-kongkow ini telah dibantah polisi bahwa pertemuan itu terjadi kebetulan saja. Intinya bukan disengaja.

Kembali ke asap. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Api tidak terjadi sendiri. Ada yang sengaja membakar. Begitu kecurigaan BNPB Riau. Jadi sebenarnya siapa di balik asap yang terus menerus meneror Riau dari tahun ke tahun? Orang kuat? Bisa ya bisa tidak.  Ya, karena terjadi berulang-ulang. Tidak, bisa jadi bukan ada orang kuat tetapi uang yang ‘bermain’ sehingga api terus saja hidup dan memproduksi asap. Bisa jadi para cukong yang mengupah pembakar lahan berfikir bahwa penegakkan hukum di bidang bakar membakar ini tidak serius. Toh setelah diperiksa akhirnya bakal di SP 3 kan juga. Maka ya bakar saja. Boleh jadi itu menyebabkan persoalan asap ini tak pernah selesai.

Apapun alasannya asap di Riau memang menjengkelkan. Kontinyu tiap tahun. Pelaku tidak pernah kapok apalagi jera terhadap hukum. Ini benar-benar ironis. Seorang teman pernah bercerita ia punya keluarga yang bekerja di sebuah perusahaan yang kerjanya membuka hutan untuk diubah jadi kebun sawit. Tiap ke Pekanbaru saudaranya itu membawa dana yang banyak.  Ternyata biaya itu konon namanya biaya entertain untuk menservis orang-orang tertentu yang dianggap bisa memuluskan atau minimal tidak menghalangi kegiatan usaha mereka.

Trust atau kepercayaan sangat mahal harganya. Bak kata pepatah sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya. Dan tidak sedikit teori konspirasi yang semula disepelekan orang ternyata terbukti di belakang hari.  Pada 1990 seorang gadis 15 tahun yang dikenal sebagai “Nayirah” memberi bukti kepada Kongres Amerika Serikat yang memicu dukungan untuk Perang Teluk pertama. Gadis itu mengklaim bahwa tentara Irak telah memindahkan bayi-bayi dari inkubator dan membiarkan mereka mati. Tapi, faktanya belakangan ditolak oleh Amnesty International. Setelah perang, New York Times melaporkan bahwa “Nayirah” sebenarnya anak duta besar Kuwait dan pengakuannya diatur oleh perusahaan public relation Hill & Knowlton.

Kejadian beredarnya foto kongkow para petinggi polisi di Riau ini mengingatkan saya pada humor Gus Dur mantan Presien RI ke empat. Begini katanya. Hanya tiga polisi yang jujur di Indonesia. Satu patung polisi. Dua, polisi tidur. Ketiga, Jendral Hoegeng Imam Santoso, Kapolri ke-5 yang melegenda itu. Ah, sayang beliau sudah tiada.***

Helfizon Assyafei (Wakil Pemimpin Redaksi Harian Riau Pos)





   
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 12 Desember 2017 - 03:18 wib

Fadli Zon Gantikan Setya Novanto Jadi Plt Ketua DPR RI

Selasa, 12 Desember 2017 - 02:58 wib

Gugatan PT RAPP pada Kementerian LHK Mulai Disidangkan

Selasa, 12 Desember 2017 - 02:48 wib

Rihanna sudah Dilamar Orang Super Kaya Arab Saudi?

Selasa, 12 Desember 2017 - 02:17 wib

Meski Tetap Eksis, Pendapatan Iklan Radio Turun

Selasa, 12 Desember 2017 - 01:29 wib

Laga Sulit di Liga Champions

Selasa, 12 Desember 2017 - 01:16 wib

Nasib Anjing Bertukar dengan Melayangnya Nyawa Manusia

Selasa, 12 Desember 2017 - 00:59 wib

Fahri Hamzah: Hargai Pengadilan Dong...

Selasa, 12 Desember 2017 - 00:49 wib

Fahri Hamzah Dipecat dari Jabatan Wakil Ketua DPR

Follow Us