MUSIK

UIR Wakili Riau di UNP World Music Ritual

10 September 2016 - 23.01 WIB > Dibaca 932 kali | Komentar
 
UIR Wakili Riau di UNP World Music Ritual
Mahasiswa Sendratasik Universitas Islam Riau tampil di acara UNP World Music Ritual yang diadakan di Sumatera Barat pada Sabtu,(3/9) lalu. Helat yang digelar satu malam itu menampilkan karya seni musik khusus yang berangkat dari ritual dalam keseharian. Baik dalam bentuk ritual murni maupun ritual yang sudah dikreasikan.

"Ada juga yang menampilkan ritual dalam konsep murni dan ada pula yang sudah dikembangkan," ujar salah seorang dosen di Sendratasik UIR,Muslim S.Kar.

Selaku ketua rombongan, dijelaskannya, kelompok musik yang mewakili UIR dalam helat tersebut membawakan sebuah karya seni musik yang diberi tajuk "Persebatian". Ide garapan musik tersebut berangkat dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, di mana dapat diperhatikan perbancuhan antara ritual-ritual primitif orang dahulu dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat Melayu hari ini.

"Melayu itu identik dengan Islam, dan nilai-nilai keIslaman sudah mengakar kuat pada masyarakat Melayu hari ini. Tetapi cobalah kita perhatikan, masih banyak ritual-ritual primitif mulai dari lahir,menikah, meninggal yang menjadi adat dan tradisi orang Melayu," jelas Muslim.

Namun demikian, perbancuhan itulah yang kemudian menjadikan kekayaan khazanah seni budaya yang dimiliki, terutama di Riau. Terjadi persebatian yang secara tidak sadar memberikan warna tersendiri, yang antara ke duanya saling menyatu padu sebagai sebuah produk kebudayaan.

“Alhamdulillah, anak-anak tampil memuaskan dalam helat tersebut. Kita tentu saja selalu berupaya memberikan ruang kepada mahasiswa, memberikan pemahaman tentang potensi kekayaan tradisi yang harus dipelajari dalam upaya menciptakan karya seni. Kenali dulu tradisi kita, untuk menghasilkan karya-karya yang baru, yang sesuai dengan semangat kekinian," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh penata musiknya, Taufiq Yendra Pratama. Katanya garapan musik yang dikemasnya bersama teman-teman adalah sebuah garapan musik yang menggambarkan prosesi kelahiran sampailah meninggal. Ritual-ritual tradisi yang dimiliki masyarakat Riau sejak anak masih dalam kandungan, melahirkan, hingga sampailah meninggal.

 "Kesemua itu, saya kemas dalam sebuah garapan musik. Karena memang kita punya tradisi-tradisi tersebut sampai hari ini masih terjaga," jelas komposer muda itu.

Dijelaskannya lagi, satu hal yang kemudian menjadi kebanggaan bersama, ritual tersebut memiliki simbol-simbol dan nilai-nilai primitif namun dibancuh,dipadukan, berdampingan secara harmoni dengan masyarakat Riau yang sebagian besar beragama Islam.

 "Nah, hal-hal itulah yang kemudian saya coba kemas dalam sebuah garapan musik yang diberi judul Persebatian," jelas Mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi pascasarjananya itu.

Helat yang digelar di Pendopo Medan Nan Balindung FPBS Univeraitas Negeri Padang itu juga dihadiri kelompok musik dari berbagai provinsi seperti Medan, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Aceh bahkan dari negeri jiran, Malaysia. (Jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 19:53 wib

Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 wib

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 wib

Kembalinya sang Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:46 wib

Ditabrak Emak-Emak

Minggu, 23 September 2018 - 19:44 wib

Refresh di Waduk Hijau

Minggu, 23 September 2018 - 19:40 wib

Anggur Murah Laris Manis Terjual

Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Follow Us