Ajang Teater Sumatera (ATS) 2016

ATS Dibuka Persembahan Teater dari Lampung dan Riau

18 September 2016 - 09.45 WIB > Dibaca 1089 kali | Komentar
 
ATS Dibuka Persembahan Teater dari Lampung dan Riau
PEKANBARU (RP) - Ajang Teater Sumatera (ATS) 2016 perdana digelar. Dibuka Jumat malam (16/9) di Anjung Seni Idrus Tintin, Komplek  Bandar Serai (purna MTQ). Lembaga Teater Selembayung dan Teater Satu Lampung didaulat mengawali pergelaran karya terbaiknya.

Pentas lakon dari Lembaga Teater Selembayung adalah sebuah lakon yang bertajuk “Si Jangkang (Negara yang Hilang)”. Naskah yang ditulis sekaligus disutradarai Fedli Azis itu mengisahkan tentang perdaban Kedatuan Mutakui yang telah lama terlupakan. Upaya yang dilakukan bersama dengan ahli waris kedautaan Mutakui dan Yayasan Matankari, milik Ninik Datu Rajo Dubalai ini berazam membangkitkan batang terendam kepermukaan untuk dikenal kembali oleh generasi hari ini dan nanti.

Legenda awal lahirnya kedatuan Mutakui di Balai Tanah Koto Sijangkang (Muaratakus). Legenda dan sebenarnya lebih tepat disebut sejarah ini, karena masih banyak situs di sana, sudah tenggelam berkali-kali. Bahkan menurut Fedli Azis, secara tersirat karya ini ingin menegaskan dan menyatakan, bahwa sisa-sisa sejarah ini memang sengaja ditenggelamkan pihak tak bertanggung jawab dengan membangun PLTA Koto Panjang. Dalam danau itu, tenggelam kampung-kampung purba seperti Koto Pulau Godang, koto Mutakui, Koto Pongkai, dan lain sebagainya.

“Naskah ini telah kami pentaskan beberapa kali, diantaranya di Desa Muaratakus, Di ISI Padang Panjang, dan di Taman Budaya Solo. Lakon ini membawa pesan perdamaian dari Mutakui untuk saudara-saudara kita yang masih mengakui keberadaan Nusantara 1 (Sriwijaya-Asean), Nusantara 2 (Majapahit-Indonesia), dan RI (hari ini). Intinya, hentikan pemikiran bersuku2-suku, berpuak-puak, berbangsa-bangsa dengan dasar ingin menonjolkan diri sendiri. Mari bersama-sama membangkitkan spirit kebersamaan untuk kekuatan Nusantara. Bhineka Tunggal Ika,”jelas Fedli.

Menyusul setelah itu pementasan dari Teater Satu Lampung. Di hadapan para pengunjung yang masih setia memadati tribun pertunjukan, Teater Satu Lampung mementasakan sebuah naskah lakon berjudul Sang Pendekar yang Tercedera. Lakon yang berdurasi sekitar satu jam lebih itu mampu pula mencuri perhatian penonton, bukan hanya karena komedinya akan tetapi konsep yang dibawakan memang sangat dekat dengan masyarakat.

Disebutkan oleh Imas Sobariah, penanggung jawab pementasan dari Teater Satu Lampung, memang konsep lakon tersebut berangkat dari tradisi tutur yang ada di Lampung, yaitu Warahan. Kemudian, dari wararahan itulah dikembangkan oleh Teater Satu Lampung sehingga dijadikan formula baru dalam berproses. “Ide kisah lakon bisa dikembangkan sesuai dengan jamannya,” ujar Imas ketika ditemui Riaupos usai pertunjukan.

Malam berikutnya, Sabtu malam (17/9), persembahan yang tak kalah serunya dari Teater Sakata (Padangpanjang- Sumbar), dan  Teater Matan (Riau), sedangkan pada malam ke tiga, tampil pula teater Rumah Bulan Biru (Riau), serta diramaikan tamu  atau komunitas jemputan dari Bandung, Teater Payung Hitam (Jawa Barat).

Helat ini ditaja oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Lembaga Teater Selembayung-Riau itu dipusatkan di Anjung Seni Idrus Tintin-Pekanbaru. Helat ini, disamping bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antara pekerja seni, khususnya teater, tentu saja menjadi laman unjuk karya teater dari seniman teater. Sehingga dengan demikian, akan terjadi sebuah dialog kreatif antar sesama pelaku teater di Sumatera.

Disebutkan oleh Kepala Bidang Bina Wisata yang hadir membuka acara malam itu, bahwa perhelatan ini, panita penyelenggara akan mengundang 50 orang yang terdiri dari perwakilan setiap komunitas seni dan guru-guru seni yang ada di Kota Pekanbaru.  

Mereka akan mengikuti acara sejak dimulai hingga akhir. Mereka semua baik peserta yang tampil maupun lainnya akan ikut berdiskusi bersama nara sumber yang tak asing lagi di Indonesia sebagai pelaku teater seperti Afrizal Malna (Jakarta), Putu Fajar Arcana (Jakarta) dan Marhalim Zaini (Riau). (jef)

KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 12 Desember 2018 - 16:00 wib

BC Musnahkan Barang Ilegal Miliaran Rupiah

Rabu, 12 Desember 2018 - 15:00 wib

Jalan Koridor Langgam Ditutup Sementara

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:30 wib

Bupati Harap Prestasi Terbaik di MTQ Provinsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:00 wib

Jarang Cetak Gol, Malah Jadi Pemain Terbaik

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:51 wib

BBKSDA Riau Melepasliarkan Seekor Kukang ke Habitatnya

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:45 wib

Empat Tersangka Narkoba Diamankan

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:44 wib

Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gelar Studi Banding Ke Industri

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:30 wib

Jalan Menuju Masjid Jami Air Tiris, Hari Ini Dihantam Banjir

Follow Us