MUSIKALISASI PUISI

Mengakrabi Sastra Lewat Musikalisasi Puisi

1 Oktober 2016 - 22.48 WIB > Dibaca 546 kali | Komentar
 
Mengakrabi Sastra Lewat Musikalisasi Puisi
GILIRAN siswa-siswi Kota Pekanbaru yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program peningkatan kreatfitas kesusasteraan atau lebih dikenal dengan Bengkel Sastra tajaan Balai Bahasa Provinsi Riau. Kegiatan yang ditaja selama empat hari (27-30 September) itu dipusatkan di Hotel Mona, Pekanbaru.

Proses pembinaan yang berlangsung didampingi oleh tiga orang narasumber di antaranya, Marhalim Zaini, Zalfandri Zaenal alias Mat Rock dan Jefri al Malay. Para peserta didik yang tampak tekun mengikuti pelatihan itu diberi pemahaman terkait dengan bagaimana memahami sebuah puisi kemudian diubahsuaikan menjadi karya baru berupa musikalisasi puisi. Dan di penghujung pertemuan, pada hari terakhir pelatihan setiap peserta yang mewakili sekolah masing-masing, mempersembahkan karya musikalisasi dari hasil serapan pemahaman selama pelatihan.

Hal yang menggembirakan kemudian, kata salah seorang narasumber, Zalfandri Zaenal adalah dalam waktu yang singkat, para siswa dapat membuat garapan atau komposisi musikalisasi puisi dengan kemampuan mereka yang sebenarnya memiliki daya pikat dan potensi yang luar biasa. Mereka lanjut Mat Rock sapaan akrabnya itu, betul-betul memahami apa yang dikehendaki sebuah karya bernama musikalisasi puisi.

“Inikan sebenarnya menarik, kesungguhan mereka selama pelatihan langsung terbukti dari hasil karya yang mereka susun dalam waktu yang hanya beberapa hari. Nah, apatah lagi kalau misalnya, kegiatan ini dapat diteruskan di sekolah mereka masing-masing atau bila perlu menjadi ekstrakurikuler, saya yakin keberadaan seni pertunjukan musikalisasi puisi di Pekanbaru ini akan semakin terpandang dan diakui,” jelas Mat Rock.

Sedangkan menurut Marhalim Zaini, program yang ditaja oleh Balai Bahasa Provinsi Riau sejak malam ini adalah sebuah upaya untuk mengakrabi puisi dengan cara yang lain, dalam hal ini adalah musikalisasi puisi. Bagaimana tidak, karena langkah awal untuk membuat musikalisasi puisi itu jelas haruslah memahami puisi, apa makna dan pesan yang terkandung di dalam puisi yang menjadi bahan dasar itu.

Setelah itu, barulah kemudian mereka mengancang-ancang konsep atau bagian per bagian yang hendak diiramakan, dibacakan, dikomposisikan sehingga ianya menjadi komposisi musikalisasi puisi yang utuh.

“Mereka tentu menjadi akrab dengan puisi. Karena memang keberadaan musikalisasi puisi sejak awal adalah bagaimana sebuah puisi bisa lebih dipahami dan lebih dekat kepada pembaca atau penikmatnya. Namun yang terpenting menurut saya, mereka para siswa dalam prosesnya, baik sadar maupun tidak sadar adalah dalam rangka memperhalus akal budi dan hati nurani karena seni apapun itu, pastilah merujuk kepada hal tersebut,” jelas Marhalim.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umar Solikhin, menjelaskan, bahwa helat yang ditaja adalah salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau untuk meningkatkan kreativitas dan apresiasi sastra masyarakat dalam hal ini siswa dan guru di Riau. Kegiatan tersebut berfokus pada pemberian pelatihan dan sampai kepada pementasan seni kreatif yang mencakupi puisi dan musik. (jef)



KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 19:53 wib

Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 wib

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 wib

Kembalinya sang Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:46 wib

Ditabrak Emak-Emak

Minggu, 23 September 2018 - 19:44 wib

Refresh di Waduk Hijau

Minggu, 23 September 2018 - 19:40 wib

Anggur Murah Laris Manis Terjual

Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Follow Us