PERNASKAHAN

Riau Tuan Rumah Simposium Manassa Ke-17

9 Oktober 2016 - 23.59 WIB > Dibaca 672 kali | Komentar
 
Riau Tuan Rumah Simposium Manassa Ke-17
Riau akan menjadi tuan ru­mah simposium Masyarakat Pe­rnaskahan Nusantara (Manassa) ke-17 tahun 2018 mendatang. Hal itu telah ditetapkan dalam Festival Naskah Nusantara II dan Simposium International Manassa ke-16 di Jakarta pada 26-29 September lalu.

Dr Junaidi yang juga sekaligus Ketua Manassa Riau, dalam kesempatan itu hadir mengikuti acara dan mengatakan, kepu­tusan Riau sebagai tuan rumah sudah ditetapkan dan disepakati bersama. Ianya telah menjadi keputusan yang bulat dalam agenda penentuan lokasi simposium tahun 2018.

“Kami memperjuangkan itu, dan saya yakin Riau mampu dengan segala potensi yang kita punya,” uajr Dr Junaidi.

Sedangkan terkait dengan agenda simposium ke-16 tersebut, dijelaskan Dr Junaidi mengambil tema “Aksara Identitas Bangsa: Meneguhkan Jatidiri Kebhinekaan Indonesia”. Tema utama dipilih untuk menjawab pertanyaan ke­ter­kaitan pemanfaatan penge­ta­huan-pengetahuan yang terkandung dalam naskah lama dalam pembangunan jati diri bangsa.
Junaidi yang juga merupakan wakil rektor I Unilak itu diminta menjadi pemakalah. Beliau membentangkan makalah berjudul “Praktik Ethnomedisin dalam Manuskrip Obat-obatan Tradisional Melayu”. Selain itu, dua orang peserta lainya dari Riau, di antaranya Iik Dayanti (Dosen Unilak) dan Hermansyah (Dekan FIB Unilak) juga ikut dalam acara yang ditaja Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerjasama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa).

Sedangkan peserta yang hadir lainnya berasal dari Indonesia dan bahkan manca negara. Untuk peserta Indonesia berasal dari perwakilan cabang Manassa di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Pontianak, Makassar. Sedangkan peserta luar negeri berasal dari Inggris, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Jepang.    
Acara berlangsung selama empat hari.  Di pelataran gedung PNRI diselenggarakan bazar, pameran naskah, workshop konservasi naskah, workshop pembuatan dan penulisan kertas lokal (lontar dan daluang), serta panggung hiburan.

Disebutkan Junaidi, Riau sebagai tuan Rumah Simposium Manassa itu nantinya bisa dijadikan bagian usaha dalam mendukung slogan Riau sebagai Homeland of Malay di Asia Tenggara. Tentu saja, sebagai tuan rumah, banyak persiapan terkait pembenahan pernaskahan yang harus dilakukan.

“Namun demikian, saya me­mantau sudah bermunculan embrio-embiro penggiat pelestari naskah yang pastinya memerlukan banyak dukungan, optimisme dan semangat dari berbagai pihak, termasuk Pe­merintah Provinsi dan Daerah. Kita yakin mampu menjadi tuan rumah yang baik,” tutup Junaidi. (jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram

Jumat, 16 November 2018 - 18:00 wib

Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer

Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam

Follow Us