RESENSI BUKU

Kearifan Islam

15 Oktober 2016 - 21.44 WIB > Dibaca 5897 kali | Komentar
 
Kearifan Islam
Islam merupakan agama sempurna. Kesempurnaan itu dapat kita pahami melalui ajaran-ajaran yang dikandungnya. Ajaran-ajaran tersebut sangat universal. Keuniversalan ajaran Islam ini menyebabkan nilai-nilainya layak dimenduniakan. Karena itu, tidak salah kalau kita katakan bahwa ajaran Islam merupakan ajaran untuk seluruh kaum. Pesan-pesan Ilahi yang dikandungnya mengandung pencerahan yang amat mendalam dan praktis dalam kehidupan sehari-hari. 

Ajaran Islam bukan cuma mencakup persoalan akidah tauhid. Semua persoalan kehidupan alam dan zaman ini dibahas di dalamnya. Persoalan ideologi kebangsaan, misalnya, yang merupakan salah satu bentuk keberagaman (multikultural) pun diperjelas. ”Pemilihan ideologi kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bernegara berdasarkan pada piagam Madinah (al-watsiqah al-Madinah) yang diterapkan Rasulullah SAW sewaktu beliau menjadi pemimpin negara Madinah...

 Sampai di sini bisa dipahami, dalam konteks kehidupan bernegara yang terpenting itu adalah tegaknya nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, kemanusiaan, dan keamanan bagi seluruh umat manusia. Bukan pada tatanan simbol yang dilekatkan padanya. Prinsip ini sejalan dengan konsep Islam rahmatan lil’alamin,” demikian penjelasan Amrizal, penulis buku Islam dan Kearifan Sosial.

Buku yang ditulis oleh Ketua MUI Bengkalis dan Dosen STAIN Bengkalis ini memuat tujuh subjudul tentang kearifan Islam, yaitu tentang ”Kepemimpinan”, ”Esai-Esai Ibadah”, ”Problema Sosial”, ”Refleksi Pendidikan”, ”Esai Budaya”, ”Etika (Moralitas)”, ”Islam Nusantara”, dan ”Ulama-Ulama Bengkalis”. Masing-masing subjudul tersebut, memiliki beberapa subjudul-subjudul kecil lainnya yang merupakan substansi kajian dalam kitab ini. Salah satu keunikan dan kearifan lokal yang diangkat penulis buku ini, yaitu ”Ulama-Ulama Bengkalis”. 

Salah seorang ulama yang selalu menjadi buah bibir adalah Tuan Faqih Abdul Ghoni alias Faqih Gani yang diberikan keistimewaan oleh Allah Subhanawataala. Substansi materi kearifan lokal lainnya, yaitu ”Peta Masalah Keagamaan di Riau”, ”Menyongsong Penegerian STAI Bengkalis”, ”PTAI dan Kajian Budaya Melayu”, ”Jejak Sufistik dalam Pandangan Hidup Orang Melayu”, ”Pandangan Hidup Orang Melayu”, ”Sholat Tarawih di Bumi Melayu”, dan ”Quo Vadis NU Riau”. Analisis-analisis penulis buku ini sangat kritis berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang bersifat universal. Baik subjudul maupun substansi kajian masing-masing subjudul dalam kitab ini, semuanya berlandaskan kepada kearifan Islam.

Secara substansi kajian, materi-materi yang dianalisis penulis buku ini sangat menarik untuk kita baca. Selain kritis, kajian-kajian penulis juga mendalam. Secara secara teknis, pencetakan buku ini perlu dilakukan perbaikan-perbaikan untuk selanjutnya. Paling tidak, ada dua hal yang perlu direvisi. Pertama, aspek kenyamanan pembaca, yaitu ukuran huruf yang terlalu kecil. Kedua, aspek kebahasaan, terutama berkaitan dengan pungtuasi dan aturan penulisan.

Hal ini sangat berkaitan dengan ejaan yang disempurnakan. Misalnya, penulisan kata ”anda”, yang benar adalah ”Anda” dan penulisan kata ”diantara, dimana”, seharusnya ”di antara, di mana” karena kata tersebut menyatakan keterangan tempat, bukan verba pasif. Tidak dinafikan, masih banyak penulis dan penyunting atau pengedit kurang memahami aturan aspek kebahasaan ini. Padahal, bahasa (tulis) tidak hanya harus baik (komunikatif), tetapi juga harus benar (sesuai dengan kaidah tata bahasa).***

Musa Ismail, sastrawan.
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 wib

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 14:10 wib

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Follow Us