MALAM PUISI

Kelas Menulis di Malam Puisi

22 Oktober 2016 - 21.55 WIB > Dibaca 667 kali | Komentar
 
Kelas Menulis di Malam Puisi
SEBAGAI  bentuk apresiasi dan upaya menggelorakan semangat kepenulisan di Pekanbaru, Komunitas Malam Puisi Pekanbaru (MPP) menggelar Kelas Menulis,  Ahad (16/10/2016) di Warkop Semar, Pekanbaru. Kali ini, MPP menghadirkan penyair muda Riau, May Moon Nasution.  Kelas Menulis tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta yang rata-rata berasal dari kalangan mahasiswa.

Koordinator Komunitas MPP, Reky Arfal, menyebutkan, tujuan diadakannya kelas menulis tersebut untuk menggiatkan literasi di Kota Bertuah, terutama di kalangan generasi muda. "Kemudian untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman soal dunia kepenulisan, terutama soal puisi," kata Reky sore itu.

Lebih jauh, Reky mengakui, kegiatan tersebut, sejatinya sudah dicanangkan sejak jauh hari. Namun, karena beberapa sebab, kata Reky, rencana untuk menggelar kelas menulis itu akhirnya baru bisa dilaksanakan.

"Rencana untuk mengadakannya sudah sejak 2014 lalu, tapi eksekusinya tak pernah terwujud. Akhirnya, baru Ahad lalu bisa dilaksanakan. Ini semua berkat kerjasama sama kawan-kawan semua," ujarnya.

Reky juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah hadir dan apresiasi dari kawan-kawan sesama penulis yang ada di Pekanbaru. Sebab, kata Reky, tanpa bantuan mereka, acara tersebut dipastikan kembali akan tertunda.

"Terima kasih. Semoga ke depan acara ini dapat digulirkan kembali dan tak hanya berhenti di sini," tutur Reky.

May Moon Nasution, selaku pembicara dalam acara tersebut, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi adanya kegiatan yang dilaksanakan MPP tersebut. Ia pun berharap kelas menulis MPP itu dapat menggelorakan semangat menulis bagi anak-anak muda, terutama di bidang sastra.

 "Saya harap, ini akan berkelanjutan karena antusias kawan-kawan sangat besar. Semoga di luar ini kita juga bisa membentuk diskusi-diskusi lain yang mencerahkan," kata May Moon.

Sepanjang diskusi, terlihat an­tusias para peserta yang begitu tinggi untuk bertanya dan berbicang soal puisi, terutama pada sesi tanya jawab. Banyak hal yang mereka pertanyakan. Mulai dari bagaimana cara menulis puisi, hingga apa hakikat puisi itu sendiri. Acara yang berlangsung sekitar sekitar dua jam itu juga diwarnai dengan pembacaan puisi oleh Reky, May Moon, maupun peserta yang lain.(kunni masrohanti)
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib

Duit Korupsi Amankan Kasus Istri

Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau

Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan

Senin, 19 November 2018 - 15:30 wib

Bupati Buka Kejuaraan Panahan

Senin, 19 November 2018 - 15:28 wib

Imaculata Autism Boarding School Beri Award pada Kompol Netty

Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Follow Us