BULAN BAHASA

Sanggar Madah Rayakan Bulan Bahasa

22 Oktober 2016 - 22.04 WIB > Dibaca 760 kali | Komentar
 
Sanggar Madah Rayakan Bulan Bahasa
 Oktober adalah bulan bahasa. Pada bulan ini, berbagai kegiatan kebahasaan dan kesusastraan banyak dirayakan banyak pihak. Sanggar Madah salah satunya. Sanggar SMAN 1 Tasik Putri Puyu, Kabupaten Bengkalis ini menggelar panggung apresiasi dengan berbagai kegiatan, Sabtu (22/10).

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain, orasi bahasa dengan tema “ Bahasa Indonesia, Bahasa Budaya dan Bahasa Pemersatu”. Selain itu ada juga berbalas pantun, visualisasi puisi, baca puisi, langgam Melayu, drama Klasik berjudul “Tasik Putri Puyu” serta vokal Grup oleh anggota Sanggar Madah.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB yang dipusatkan di halaman sekolah itu dihadiri oleh keluarga besar SMA N 1 Tasik Putri puyu. Panggung sederhana dengan kain warna-warni sebagai latarnya, membuat anak-anak semakin bersemangat. Begitu juga dengan guru dan juga kepala sekolah.

Kepala Sekolah Dra Tengku Mashanum, memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan ini. Namun demikian ke depan, ia berharap kegiatan tersebut lebih ditingkatkan dalam bentuk perlombaan-perlombaan bahasa dan sastra lainnya.

“Kegiatan ini akan kita jadikan kegiatan tahunan sekolah, sehingga dapat menjadi wadah unjuk kebolehan dalam seni sastra dan keterampilan berbahasa Indonesia,,’’ kata Kepsek.
Pembina sanggar yang juga penyair muda Riau, Jasman Bandul, mengakui, latihan-latihan telah dilakukan sebelum kegiatan tersebut dimulai. Persiapan lain serta panitia kecil juga dibuat sedemikian rupa sehingga acara kecil dan sederhana itu tetap menjadi tempat pembelajaran bagi anak didik.

‘’Tujuan kegiatan ini untuk menambah rasa cinta generasi agar lebih memelihara Bahasa Indonesia, sehingga kita dapat berkomunikasi dengan baik. Selain itu, lewat kesusasteraan dan kesenian, diharapkan Bahasa Indonesia dapat terjaga dan dilestarikan dengan baik,’’ katanya pula.

Waktu dua jam menjadi ajang unjuk kebolehan meski bukan perlombaan. Anak-anak yang berbakat, tampil semaksimal mungkin. Membaca puisi tunggal, bahkan drama klasik tentang Tasek Putri Puyu. Sudah pasti, persiapan dan latihan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. (kunni masrohati)
KOMENTAR
Terbaru