TEATER

Muhammad Reza Akmal, si Sutradara Muda

22 Oktober 2016 - 22.13 WIB > Dibaca 853 kali | Komentar
 
Muhammad Reza Akmal, si Sutradara Muda
Sutradara Muda
 Tak pernah belajar teater secara akademik. Tak ada teori khusus yang diajarkan dosen di bangku kuliah. Ya, beginilah nasib para mahasiswa pecinta teater yang kuliah di kampus-kampus bukan seni seperti Unilak, Unri, UIN Suska dan beberapa kampus lainnya. Mereka belajar secara otodidak. Mengandalkan bakat dan kemampuan serta "kegilaan" lebih. Hingga saat ini tak banyak teater kampus yang bertahan serta berkarya secara rutin dan berkelanjutan. Tater Batra dan Latah Tuah, adalah dua sanggar teater kampus yang terus berkibar hingga saat ini.

Sanggar Teater Latah Tuah Kampus UIN Suska, salah satu sanggar yang tetus memegang teguh dengan komitmen yang mereka buat, yakni mempertahankan teater bangsawan. Memasuki umur ke-20, sanggar ini terus melahirkan aktor-aktor bahkan sutradara muda. Muhammad Reza Akmal, adalah salah satunya. Mahasiswa jurusan psikologi UIN ini telah banyak meraih prestasi dan melahirkan karya-karya besar.

Reza yang lahir 25 Desember 1993 ini mulai berteater  duduk di kelas II SMA PGRI di Tembilahan, tanah kelahirannya. Alfin Teater adalah gurunya yang pertama. Dari sana ia sudah banyak mengikuti perlombaan teater dengan manjadi aktor figuran atau utama. Bakatnya yang luar biasa terus diasah, terus dikembangkan hingga ke bangku kuliah.

Beberapa naskah yang telah dilakoni Reza antara lain, Tun Teja (2010), Kabaret Hang Tuah (2009), Tari Kontemporer puisi (2010), Operasi (2013), Sengketa Cinta (2013), Bunga Rumah Makan (2013). Ia juga sering terlibat dan tim produksi  seperti pementasan teater Peri bunian bersama Rumah Sunting (2011), pementasan teater Sengketa Cinta bersama Rumah Sunting (2013) dan masih banyak lainnya.

Reza juara memenangi lomba monolog seprovinsi Riau (2012) di peringkat ketiga, penulis naskah lakon terbaik IV Pekan Seni Mahasiswa (2014), penulis naskah terbaik dalam Peksiminas Riau (2016), aktor peran pembantu terbaik dalam teater Cendera Matahari pada festival teater bangsawan dan klasik di Tembilahan, sutradara dan penulis naskah Duanu bersama Latah Tuah (2013) dipentaskan di Taman Budaya Medan, sutradara teater Penjual Bendera ( 2014), sutradara teater Seulas Nangka (2014), sutradara teater Mangkat Dijulang (2015) yang dipentaskan di Pekanbaru, Aceh  dan Sumatera Utara, sutradara teater berjudul Persimpangan (2015), sutradara taetar berjudul Dewi Menohra (2016) dipentaskan di Jambi dan Rengat, serta sutradara teater berjudul Anak Mayat yang dipentaskan 19-22 Oktober kemarin.

Hingga saat ini Reza masih kuliah. Di tengah kesibukannya dalam tugas akhir, ia ingin mempersembahkan karya terbaiknya bagi sanggar Latah Tuah tempat ia berkarya, bagi kampus dan juga Riau. Tak heran, pementasan yang ia lakukan tidak hanya di Riau, tapi juga keiling Sumatera bahkan Pulau Jawa.

‘’Keinginan kuat, kegigihan dan bakat yang saya miliki yang membuat saya terus bersemangat untuk berteater. Berteater itu luar biasa bagi saya. Di sana ada kebersamaan, kekelluargaan, kekompakan, kerjasama dan susah senang bersama. Mengajak orang banyak dalam satu pemikiran untuk berkerja sehingga lahir sebuah karya, bagi saya itu luar biasa,’’ kata Reza.

Apalagi, apalagi dan apalagi, itulah yang terus berkecamuk di benak Reza. Tidak mau diam. Tidak pernah diam. Ingin membuat sesuatu yang baru. Hendak terus berkarya. Setelah ini, apalagi. Setelah itu, apalagi dan bagaimana lagi. Kebolehannya memenej teman-temannya juga kerap dijadikan contoh bagi adik-adik sanggarnya. ‘’Kalau berhenti berarti, mati. Ya, mati berkarya. Harus apalagi dan apalagi,’’ katanya sambil bercanda.(kunni masrohati)
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 wib

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 14:10 wib

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Follow Us