Menekuni Dunia Sastra

31 Oktober 2016 - 10.05 WIB > Dibaca 594 kali | Komentar
 
Menekuni Dunia Sastra
Muhammad De Putra
PEKANBARU (RP) - Usianya masih sangat belia. Ia lahir 26 Mei 2001. Tidak sendiri. Ia lahir bersama kembarannya. Saat ini Tata duduk ke kelas IX atau kelas III SMP. Tepatnya SMPN 6 Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Tata, begitu ia akrab disapa. Pemilik nama lengkap Muhammad De Putra ini, sudah melahirkan banyak karya sastra.  Karya-karyanya dimuat di berbagai media di Indonesia. Antara lain, Pikiran Rakyat, Batam Pos, Lombok Pos, Haluan Padang dll. Cerpen di media online, puisi juga ada media online.

Cerpennya terkumpul dalam buku kumpulan bersama Timang Gadis Perindu Ayah Penyanya Bulan (2016),  Merantau Malam (2016), Pasie Karam (2016) dan Padamulah Hidup yang Lama (2016). Ia juga telah melahirkan satu kumpulan buku puisi tunggal berjudul Kepompong dalam Botol (2016). Karya-karya Tata juga mulai dikenal, bahkan oleh penyair-penyair senior di Indonesia.

Belum lama ini, Tata terpilih sebagai peserta lomba Cipta Seni Pelajar Nasional di Jakarta. Sebelum lolos ke tingkat nasional, ia mengikuti seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi. Di tingkat provinsi dikenal dengan FSL2N. Menulis cerita pendek (cerpen) adalah bidang lomba yang diikutinya. Berkat kerja keras, dukungan keluarga dan pihak sekolah, Tata berhasil menjadi yang terbaik. Ia meraih juara 1 tingkat nasional.

Dalam lomba itu, Tata mengaku khawatir tidak akan menang. ‘’Awalnya kuatir, gak jelas, takut kalah. Tapi disemangati terus kalau kalah tak masalah. Ya, saya semakin semangat. Setelah lomba di Jakarta, juri memberikan pertanyaaan-pertanyaan umum kepada peserta. Saat itu, saya merasa cukup unggul di antara teman-teman. Jadi saya optimis menang. Saat diumumkan, saya memang menang,’’ katanya singkat.

Sebelum mengikuti di tingkat nasional, Tata dilatih sedemikian rupa tentang bagaimana menulis cerpen yang baik, bagaimana bisa menjadi pemenang dan pulang menjadi kebanggan. Di bawah perhatian dan bimbingan sastrawan Riau Hang Kafrawi, Tata banyak belajar. Semakin semangat dan tekun. Hasilnya juga tidak mengecewakan.

Diakui Tata, ia mulai nulis puisi sejak kelas III SD. Berawal dari cerpen. Suka menulis sastra awalnya hanya coba-coba. Karena melihat teman-teman di komunitas, lalu ia bergabung ikut. Community Pena Terbang (Competer) di bawah asuhan Muhammad Asqalani Eneste, di sinilah ia banyak belajar sejak tiga tahun lalu, tepatnya sejak Competer angkatan kedua.

‘’Coba-coba berawal karena suka. Sata tetangga juga dengan Almarhum Tenas Effendi. Di daerah saya beliau disebut-sebut. Saya semakin  termotivassi melihat karya dan kepiawaian beliau. Makanya saya memulai mempublikasi karya sejak 2015. Awal sekali terbit di Medan Bisnis dan Expressi Riau Pos. Alhamdulillah sekarang sudah banyak dimuat di berbagai media,’’ kata Tata lagi.

Tata juga mengakui, menulis sebagai kewajiban. Jadi, setiap selesai salat maghrib ia harus menulis tiga puisi. Kalau tidak mengerjakan tugas itu, ia merasa bersalah pada diri sendiri. ‘’Untuk menebus ketidakdisiplinan saya itu, saya push-up sendiri atau melakukan hal lain yang harus dilakukan saat itu.  Saya lebih cendrung ke puisi dibanding cerpen,’’ sambungnya.

Penyair ternama WS Rendra dan Chairil Anwar adalah penyair yang banyak menginspirasi karya-karyanya. Tapi untuk lokal, Tata mengaku lebih banyak belajar dari puisi-puisi Rida K Liamsi. Saya suka puisi Pak Rida, banyak puisi-puisi Melayu. Saya suka seperti itu,’’ sambungnya.

Hingga Tata diberkahi banyak prestasi, tidak lepas dari dukungan dan doa ayah serta ibunya. Dukungan itu tidak hanya berupa semangat, tapi juga dukungan membelikan buku buku-buku baru yang akan dibacanya. Dukungan penuh dari guru di sekolah saat lomba, saat mengikuti acara seni sastra dan membacakan puisi di banyak tempat, juga sangat disyukurinya. ‘’Tanpa dukungan keluarga, guru, teman dan semua pihak, saya tidak berarti apa-apa. Saya ingin menulis dan menulis, dan menulis,’’ katanya.(kun)


KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Selasa, 13 November 2018 - 17:00 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya

Follow Us