BULAN BAHASA

FIB Unilak Gelar Malam Puncak Bulan Bahasa

6 November 2016 - 00.21 WIB > Dibaca 892 kali | Komentar
 
FIB Unilak Gelar Malam Puncak Bulan Bahasa
Awan hitam bergelayut di atas kepala, namun tidak menyurutkan keinginan para pengunjung berdatangan. Tempat duduk panggung Teater Terbuka Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak setengah melingkar itu, perlahan-lahan terisi oleh pengunjung. Tepat pukul 20.00 WIB, layar putih di atas panggung muncul judul film “Kata Hatta”. Selanjutnya film yang bercerita tentang kebulatan tekat para pemuda In­do­nesia menjunjung persatuan mengalir sampai akhir.

Inilah suasana Malam Puncak Bulan Bahasa FIB Unilak, pada Sabtu (29/10/2016) lalu. Perhelatan Malam Puncak Bulan Bahasa ini merupakan rangkaian perhelatan menyemarakan Bulan Bahasa yang diperingati setiap tahun pada bulan Oktober. Sebelum malam puncak ini, berbagai perhelatan dilaksanakan oleh FIB Unilak. Pada tanggal 28 Oktober 2016 pagi, dilaksanakan lomba baca pusi tingkat SLTA sedrajat Se-Pekanbaru. Pada siang harinya lomba musikalisasi puisi anata mahasiswa Unilak.

Selain lomba menyosialisasikan puisi di kalangan pemuda ini, pada tanggal 29 Oktober 2016 pagi, juga diadakan seminar sastra dengan tema “Peranan Kesusastraan sebagai Kekuatan Memperkokoh Kebudayaan”. Nara sumber seminar ini Syaukani Al Karim (penyair Riau), Dr Efrizal AS SS MA (dosen FIB Unilak), dan Drs Rosman HHum (Dosen FIB).

Pada Malam Puncak Bulan Bahasa ini selain dihadiri oleh civitas akademika Universitas Lancang Kuning, hadir juga beberapa seniman Riau seperti Emmy Kadir perupa dan juga Kepala UPT Bandar Serai, Fedli Aziz, Monda Gianes, Rina Nazaruddin, dan Deni Afriadi.

Di tengah perhelatan malam puncak ini, hujan pun turun, namun penonton tidak beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing. Pada malam itu tampil berbagai penampilan seni yang berangkat dari puisi. Teater Matan dengan visualisasi puisi Reformasi karya Edirsulan Pe Amanriza, mahasiswa AKMR juga menampilkan visualisasi puisi. Selanjutnya berturut-turut pembacaan puisi oleh TM Sum, Herman Rante dan penyair tiga beranak (Hang Kafrawi, DM Ningsih dan Dang Mawar). 

Selain penyair dan komunitas seni di Pekanbaru, ikut tampil juga siswa-siswi SMPN 22 Pekanbaru. Sebanyak 15 siswa-siswi SMPN 22 Pekanbaru ini beraksi membawakan puisi berjudul “Sumpah Serapah” karya M. Rhiki Pranata dalam guyuran hujan.

Pada malam itu juga dibacakan pengumum para pemenang lomba baca puisidan musikalisasi puisi. Untuk lomba baca puisi juara I diraih SMAN 5, Juara II SMA Al Fityah, dan Juara III SMAN 7. Untuk lomba musikalisasi antar mahaiswa Unilak, Juara I diraih mahasiswa FIB, Juara II mahasiswa Faluktas Ilmu Komputer, dan Juara III mahasiswa FIB lainnya.

Hadir pada malam itu, Edy Asnawi, Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini harus tetap dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini dapat membentuk karakter pemuda melalui kesenian.

“Kita sangat mendukung kegiatan ini. Terima kasih FakultasIlmu Budaya yang telah menaja kegiatan ini. Selanjutnya, kegiatan ini harus lebih besar dan luas lagi jangkauannya. Tahun ini se-Pekanbaru, tahun besok hendaknya se-Riau,” ucap Edy Asnawi yang juga dosen Fakultas Hukum ini.(kun)                   

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 20:28 wib

Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik

Minggu, 18 November 2018 - 20:23 wib

Jadi Pemilik Akun Penyebar Hoax, Istri Gubernur Diselidiki Polisi

Minggu, 18 November 2018 - 20:20 wib

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya

Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 04:36 wib

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers

Follow Us