SAJAK

Sajak-sajak Hafney Maulana

6 November 2016 - 00.56 WIB > Dibaca 2541 kali | Komentar
 
KUDA PERANG

Subuh tiba
Terdengar drap langkah kuda
Meniti waktu
Meniti hari
Berlari
Berlari
Pacu memacu
Walau kaki
Luka di batu
Walau tubuh
Bersimbah debu
Ini kuda
Bukan sembarang kuda
Kuda api
Kuda angin
Kuda badai
Kuda ombak
Yang tak bakar oleh api
Tak dingin oleh angin
Tak sangsai oleh badai
Tak hanyut oleh ombak
Tak !
Tak Ronta
Oleh luka
Tak buta oleh cahaya
kuda segala kuda
Inilah  kuda syariat
kuda tarekat
kuda hakekat
kuda makrifat
Sampai ke punca
Di
PuncaNya.

Tembilahan. 2 September 2016


MASUKLAH

Assalamualaiku warahmatullahi wabarakatuh
Maka
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Masuklah
Pada wujud tak berbentuk
Masuklah
Pada ruang tak meruang
Masuklah
Pada waktu tak menunggu
Masuklah
Pada cahaya tak berlampu
Masuklah
Pada rumah tak berpintu
Masuklah
Pada hati yang fitri
Pada nadi jemari hari
Masuklah
Melecut langit
Dengan cemeti

Tembilahan, 14/10/2016


TIK TAK

telah tiba waktu
untuk tafakur
bertolak melambai rindu
mengoyak perih
menikam luka
sampai
yang paling mawar
paling kepak
paling risau
paling sangsai
paling ke Kau
sampai
tik tak tik tak tik tak tik tak
tiktaktiktaktiktaktiktaktiktak
tik
tak
tik
tak
tik
tik
tak
tak
berdetak
di
jantungku

Tembilahan, 2016


BURUNG WAKTU

Sekepak sayap
Terbang ke tiang langit
Sehabis huruf
Kembali ke alif ba ta
Sehabis waktu
Kembali ke jam
Sehabis laut
Kembali ke air
Sehabis rimba
Kembali ke pohon
Sehabis gunung
Kembali ke batu
Sehabis tunggu
Kembali ke rahim ibu
Dalam ikrar
Janji
Ke pucuk mali mali
Jemput hari
Kolam hati
Mendulang isya
Subuh kembali ke zuhur
Asyar lagi
Lalu
Berapa burung
Kepak ke sayap
Berapa burung
Hinggap ke ranting
Berapa burung
Tegak di cakar
Berapa burung
Kicau ke paruh
Tinggal sepi
Sedingin pisau
Belati

Tembilahan, 20/10/20


IMAJI  ZIKIR

Mabukku
Membunga
Dalam telaga hati
Setarik nafas
Tiap waktu
Tiap mau
Tiap kicau
Dari segala
Pupus yang tak putus
Ayuhai duhai
Sedalam cahayaMu
Diam dalam ruh
Dalam nadi
Dalam darah
Dalam kasih ibu
Yang tak lain
Kalbu
Yang tak lain
Zam zam
Ke punca alif
Segala kun
Memekar dalam anggur
Zikirku

Tembilahan, 2016

SUMPAH

Demi Allah
Khusuklah
Merunduk
Menitah
Sebab asal kembali ke asal
Sebab rakyat kembali ke rakyat
Kuasa kembali ke Kuasa
Sumpah bukan serapah
Sedalam laut
Setinggi gunung
Ke atas tidak berpucuk
Ke bawah tidak berakar
Pucuk pinang bagai dikepal
Pucuk aur bungkal setahil
Merah bunga ambacang
Memutih bunga melati
Patah galah
Dimakan anai
Jangan dibuang badan sebatang

Tembilahan, 2016


LUPA HATI LUPA HARI

Daun-daun menyusun angin dirikukah
Hutan menghijau di bukit dirikukah
Ombak membelah laut dirikukah
Burung patah sayap dirikukah
Nama-nama berserakan dirikukah
Bayang yang kalian cencang dirikukah
Daun mana yang kalian
Hutan mana yang kalian
Ombak mana yang kalian
Burung mana yang kalian
Kalian tuba air mata kalian
Kalian sumbat mulut kalian
Kalian sebut sekian nama
Sekian nama kalian
Jadi bayang bayang yang hilang
Kalian sebut sekian janji
Sekian janji kalian
Jadi fitnah yang saling tuding
Saling guling
Maka kaki diriku bukanlah kaki kalian
Tangan diriku bukanlah tangan kalian
Mata diriku bukanlah mata kalian
Lidah diriku bukanlah lidah kalian
Yang rupa-rupa
Lupa-lupa
Sebatas hati
Sebatas hari

Tembilahan, 9 Oktober 2016




KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Rabu, 19 September 2018 - 17:45 wib

Sekda Lantik Pengurus HNSI Tembilahan Hulu

Follow Us