Resonansi Serindit

Semarakkan Literasi, Luncurkan Buku Puisi

14 November 2016 - 09.03 WIB > Dibaca 642 kali | Komentar
 
Semarakkan Literasi, Luncurkan Buku Puisi
BERIKAN MOTIVASI: Sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar sampaikan pengarahan sekaligus berikan motivasi kepada seluruh siswa saat peluncuran buku puisi Resonansi Serindit, Selasa (8/11/2016) di halaman SMA Cendana, Rumbai. HUMAS SMA CENDANA FOR RIAU POS
PEKANBARU (RP) - Komitmen menjadikan SMA Cendana se­bagai rujukan dalam berliterasi sastra kembali digemakan sekolah ini. Untuk yang ketiga kalinya, dalam tiga tahun terakhir, sekolah ini melahirkan buku puisi bersama. Buku terakhir, berjudul Resonansi Serindit diluncurkan, Selasa (8/11) di sekolah tersebut.

Puisi yang tercantum dalam buku merupakan hasil karya warga SMA Cendana dan Penyair-Penyair Tamu di Riau. Warga SMA cendana adalah guur, siswa dan pegawai. Sedangkan penyair Riau yang turut berkontribusi antara lain Fakhrunnas MA Jabbar, Husnu Abadi, Junaidi, Riki Utomi, Alam Terkembang, DM Ningsih, Cahaya Buah Hati, Hening Wicara dan sederet penyair lainnya.

Peluncuran buku ini dilaksanakan di halaman sekolah. Selain disaksikan seluruh siswa, juga dihadiri Direktur Yayasan Pendidikan Cendana Riau, Deni Satria, MPd, Kepala SMA Cendana Drs Mazuardi MPd, pimpinan unit sekolah Cendana Rumbai, serta sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar dan Kunni Masrohanti.

Saat peluncuran di lapangan, Fakhrunnas MA Jabbar memberikan motivasi kepada warga sekolah tentang pentingnya menulis untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan menitipkan pesan kepada generasi kesusasteraan di Riau. Puisi menyimpan pesan yang harus diwariskan.

‘’Dalam puisi ada pesan. Pesan itu kita tulis. Cerita itu kita tulis sehingga ke depan dibaca generasi steelah kita. Apa yang dilakukan pihak sekolah SMA Cendana sudah sangat luar biasa, menarik minat menulis anak dengan terus melahirkan buku-buku karya bersama,’’ kata Fakhrunnas.

Sedangkan Kunni Masrohanti memaparkan tips menulis puisi, mengapresiasikannya serta menyampaikan pentingnya menulis saat pertemuan di dalam ruangan. Kunni menyebutkan, menulis puisi juga mencatat sebuah sejarah. Di situlah peran seorang penulis dan sastrawan, yakni menjadi bagian penting dalam sejarah.

‘’Apa yang kita catat dalam puisi adalah yang terjadi saat ini. Peristiwa ketika ini. Jika puisi itu dibaca anak cucu kita 20 tahun lagi, mereka akan tahun bahwa 20 tahun lalu ada sebuah peristiwa yang terjadi. Penyair, penulis dan sastrawan adalah pencatat sejarah,’’ kata Kunni.

Pada kesempatan itu, Kunni juga membacakan puisi. Begitu juga perwakilan murid dan guru. Baik Kunni maupun Fakhrunnas sama-sama memberikan buku karya sendiri secara simbolis kepada pihak sekolah. ‘’Semoga kehadiran sastrawan ke skeolah kami, pertemuan yang singkat tapi sangat bermanfaat, menjadi penyemangat bagi anak-anak kami,’’ kata Kepala SMA Cendana Drs Mazuardi MPd. (rls/kun)

KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 wib

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib

Hakim Kuatkan Putusan PN Siak

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib

BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:25 wib

Dana Terhimpun saat Tablig Akbar UAS Rp48 Juta Lebih

Follow Us