BOKOR WORLD MUSIC FESTIVAL 2016

Kolaborasi Karya, Bertukar Budaya

4 Desember 2016 - 15.28 WIB > Dibaca 572 kali | Komentar
 
Kolaborasi Karya, Bertukar Budaya
 Bokor, sebuah desa di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali mendunia. Melalui iven Bokor World Music Festival, desa kecil ini dihadiri banyak tamu mancanegara. Sudah pasti mereka para musisi dari berbagai genre; tradisi, reggae, rock dan jazz. Semua itu bukan musik yang biasa berkembang atau didengar masyarakat pedesaan. Tapi, kehadiran para musisi dunia menjadi sesuatu yang luar biasa. Begitu juga sebaliknya, adat, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat Desa Bokor menjadi sesuatu yang berkesan bagi para tamu yang datang.

Mengolaborasikan, me­nyandingkan dan memperkenalkan sesuatu yang bertaraf dunia ke tengah desa bukan kerja yang mudah. Bukan hal yang gampang juga mengangkat apa yang ada di desa ke taraf dunia. Perlu kerja keras. Perlu keyakinan. Perlu kebersamaan agar semuanya berjalan seimbang. Agar lahir nilai-nilai positif antara kebudayaan yang masuk dan keluar. Kerja keras itulah yang diperjuangkan  Sopandi dan teman-temannya melalui Sanggar Bathin Galang sejak dua tahun terakhir.

Keinginan keras mengusung dan memperkenalkan desanya di mata dunia tanpa menginginkan sesuatu yang lebih dari siapapun, semata-mata karena panggilan jiwa hati seorang pemuda untuk berbuat yang lebih indah bagi desanya. Perjuangan itu tidak sia-sia. Berbuah manis. Setelah berhasil menghadirkan pemusik-pemusik dari berbagai negara setahun sebelumnya, kini kegiatan yang diberi nama Bokor World Music Festival itu menjadi perhatian pemerintah Riau. Menjadi sesuatu yang dianggap istimewa dan menguntungkan negeri ini. Maka, tahun ini, kegiatan yang dilaksanakan 19-21 November tersebut sepenuhnya didukung pemerintah Provinsi Riau.

Sopandi dan teman-temannya berhasil mengundang banyak musisi tahun ini. Ada 20 grup. Antara lain, Persahabatan Project (Perancis),  Cwrwia atau wales (Inggris), gabungan musisi Meksico, Polandia, Inggris, wales, Indonesia, Fpeev Kindwald (Rumania) ft Sanggar Bathin Galang (Kep Meranti), Made In Made (Aceh), Ghamuhyi (Malaysia), Kalila Project (Medan), Minang Pentagong (Sumbar), Forum Kompang (Batam), Etlaboraponi (Subang, Jabar), Damawen (Solo), Rumah Musik Tradisi (Malang, Jatim) ft Bathin Galang dan anak-anak SD dan MTs Desa Bokor, Riau Rhythm Cambers Indonesia (Riau), Bongsuono (Pekanbaru), Blacan Aromatic (Pekanbaru), Woy Band (Pekanbaru), Sepeda Tak Belampu (Pekanbaru), Sagu Band (Riau), Tengkah Zapin (Pekanbaru), Kemas (Kepulauan Meranti), Kantong Plastik (Kep Meranti) dan lain-lain.

Musik dari berbagai aliran itu merupakan persembahan istimewa dari tamu-tamu lokal, nasional maupun internasional, selain berbagi ilmu melalui seminar. Seminar ini dilaksanakan dengan santai dan sangat sederhana, di alam terbuka dan di tepi sungai. Tidak hanya diikuti oleh peserta, tapi juga masyarakat dan anak-anak sekolah. Seminar ini merupakan salah satu memperkenallkan musik dunia kepada masyarakat.

Sementara, masyarakat Bokor juga mempersembahkan sesuatu yang tidak kalah istimewa. Ada lomba lari di atas tual sagu dengan panjang  sekitar 150 meter atau sekitar 1000 tual sagu. Ii bukan lari biasa dan tidak pernah ada di tempat lain. Kemudian memperkenalkan wisata Sungai Bokor dengan mengelilingi sungai ini menggunakan sampan gandeng.  Dan yang paling istimewa, memperkenalkan makanan khas yang semuanya terbuat dari bahan dasar sagu. Promosi kuliner ini melibatkan ibu-ibu PKK Kabupaten Kep Meranti, PKK Kecamatan Rangsang Barat dan PKK Desa Bokor sendiri.

Kemeriahan acara ini juga disaksikan langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Fahmizal yang datang saat pembukaan. Ia mengakui betapa kegiatan tersebut bisa mengusung nama Riau, khususnyaa Desa Bokor ke mata dunia. ‘’Ini kegiatan besar. Meski di ceruk kampung, tapi mampu mendunia. Ini contoh kerja keras, kebersamaan dan kesiapan masyarakat secara bersama-sama. Kami sangat bangga atas terlaksananya kegiatan ini,’’ kata Fahmi.

Sementara itu, Sopandi, mengakui, apa yang dilakukanya sejak awal semata-mata memang hanya ingin memperkenalkan Bokor, desa kecil, sejauh-sejauhnya. Selain Bokor, tentunya juga Kepulauan Meranti sendiri yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan produksi sagu tertinggi di Indonesia. Tidak hanya dikenal di tingkat provinsi, tapi juga nasional dan internasional.  Di antara jalan yang bisa dilakukan yakni melalui jalan seni atau musik. 

‘’Bokor sudah berdandan di tahun tahun sebelumnya supaya menjadi indah di masa datang. Bokor mulai membuka dirinya untuk disapa dan dihias agar elok dipandang dunia.
Keterbukaan dan kesiapan itu di antaranya dengan menghadirkan para musisi tradisi, Reggae, Rock dan jazz. Sungai Bokor menjadi saksi hilir mudik para petani jiwa untuk memberikan ekspresi dalam sebuah karya. Iven yang sering diadakan di kota-kota besar, berbalik arah menuju sebuah sungai yang dihiasi mangrove yakni Sungai Bokor. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menghulu Bokor Dalam Sebuah Tradisi adalah tagline yang diharapkan bisa memanggil para seniman agar berbaur menjadikan satu rasa dan satu tujuan untuk sebuah pelestarian budaya agar tradisi tidak lapuk dimakan zaman,’’ kata Sopandi.

Bukan hanya itu, kegiatan bertaraf internasional itu juga diharapkan menjadi lecut dan semangat bagi anak-anak Desa Bokor agar lebih siap menghadapi issu global. ‘’Karya-karya diramu dalam sebuah pertunjukan musik bisa menjadi sebuah pesan  agar para anak anak di kampung menjadi percaya diri dalam mencari tujuan diri, dalam melakukan perubahan untuk menggapai masa depan di bidang seni.

Mudah mudahan event ini menjadi inspirasi bagi seniman di Kepulauan Meranti  agar mampu menjaga tradisi untuk diangkat menjadi sebuah karya yang hebat. Tentu saja agar Desa Wisata Budaya Bokor makin dikenali dunia,’’ sambung Sopandi lagi.(kunni mansrohati)

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

Ingatkan Jokowi ketika Dilantik

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:12 wib

Malam Puncak Z Face Girl Riau 2018, Juara Baru Telah Terpilih

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:04 wib

Mengapa Khitan Penting?

Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Hijau Simo yang Sejuk

Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov

Follow Us