Riau Performing Arts

19 Desember 2016 - 10.49 WIB > Dibaca 436 kali | Komentar
 
Riau Performing Arts
Gubernur Riau Arsaydjuliandi Rahman berfoto bersama para pendukung acara Riau Performing Arts, beberapa waktu lalu.
PERTUNJUKAN seni tradisi, neo tradisi, dan modern mengalir dalam keheningan di Laman Bujang Mat Syam (komplek Bandar Serai-purna MTQ) Pekanbaru, 14-15 Desember 2016. Karya-karya anak negeri terdedah dalam helat Riau Performing Arts. Perhelatan perdana tajaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau itu mendapat apresiasi tinggi dari publik Kota Pekanbaru.

Dalam helat itu, selain mementaskan karya-karya seniman muda Pekanbaru, Disparekraf juga memboyong empat komunitas adat dari empat kabupaten seperti Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, dan Rokan Hulu. Bak berkisah panjang, helat yang melibatkan seniman sebagai konseptor itu cukup menarik. Suguhan seni tradisi dan modern seakan menjadi wakil atas kondisi Riau dulu, dan kini, bahkan nanti.

“Helat ini, satu dari sekian banyak agenda kesenian yang dilaksanakan pemerintah sepanjang. Tidak hanya menghadirkan seniman Pekanbaru, tapi juga seniman-seniman tradisi dari ceruk-ceruk kampong yang ada di Riau,” ungkap Gubernur Riau Arsaydjuliandi Rahman yang turut hadir menyaksikan salah satu pertunjukan tradisi asal Rupat Utara (Bengkalis), Zapin Api, Rabu (14/12) malam.

Dijelakannya, pemerintah akan terus memberi laluan kepada para seniman kreatif untuk berekspresi dan menggelar karya-karya unggul mereka. Pemerintah, melalui Disparekraf Riau tentunya bertindak sebagai pasilitator yang berperan aktif membangkitkan spirit kehidupan berkesenian. Karena Riau telah berazam untuk meningkatkan program pariwisata dan budaya, maka tidak ada jalan lain selain mengembangkan minat dan bakat masyarakat untuk berkarya dan berkarya.

Riau Performing Arts menampilkan komunitas yang tentunya produktif menghasilkan karya seperti Petak Semai asal Rupat Utara dengan karya Zapin Api, maestro Koba Tuan Taslim, kelompok berdah asal Indragiri Hulu, dan masyarkat kesenian Sakai, kampung Mandi Angin, Siak.

Selain itu, komunitas Teater Selembayung, Blacan Aromatic, Djangat, Swarnadwipa, Masteven Romus dan Riau Dance Teater. Semuanya menampilkan karya yang sesuai dengan tema acara “Kita bergerak maju melalui kata dan rupa. Ayo Riau bergerak untuk Indonesia tangguh”.

“Riau Performing Arts, menjadi helat seni pertunjukan penutup tahun ini. Sebelumnya, Disparekaraf Riau menaja Pastakom, Ajang Teater Sumatera, Bono Jazz Festival, Festival Benteng Tujuh Lapis, Riau Hitam Putih International, Kenduri Musik, dan banyak lagi. Semoga tahun depan, helat ini terus dilaksanakan dan semakin banyak program-program yang terlaksana karena kami memang mengajak seniman untuk berperan aktif menuangkan gagasan dan idenya untuk Riau,” ulas Kadis Parekraf Fahmizal.

Seniman Riau SPN Iwan Irawan Permadi menambahkan, ke depan, jika program ini berlanjut, maka diharapkan semakin banyak lagi seniman yang berekspresi menampilkan karya-karya terbaik mereka. Jika perlu, terwujud pula karya kolaborasi seniman tradisi dan modern yang menghasilkan bentuk baru.(fed)

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 15:00 wib

2.000 IKM Tak Terdaftar

Minggu, 23 September 2018 - 14:48 wib

Pemotor Kecelakaan Beruntun

Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib

Polisi Gadungan Ditangkap

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Follow Us