ANUGERAH SENI

Bengkel Seni Beri Anugerah Tokoh Inspiratif

7 Januari 2017 - 22.54 WIB > Dibaca 460 kali | Komentar
 
Bengkel Seni Beri Anugerah Tokoh Inspiratif
Sekretaris Camat (Sekcam) Kamparkiri, Salman Jamaluddin berikan piagam penghargaan kepada Ocu Bule, guru mengaji, salah satu dari tujuh tokoh inspiratif. (RIAU POS)
Sanggar Seni Bengkel Seni Lipatkain, memberikan anugerah seni kepada tujuh tokoh inspiratif, akhir tahun lalu di Lipatkain. Ke tujuh tokoh ini dipastikan berhubungan dengan perkembangan seni khususnya di Kecamatan Kamparkiri. Tidak hanya mereka yang sudah lama bertungkus lumus dengan kesenian, tapi juga anak muda yang dinilai inspiratif.

Pimpinan Sanggar Bengkel Seni Dody Rasyid Amin, menyebutkan, tujuh tokoh tersebut telah banyak berjasa bagi Lipatkain dan juga Bengkel Seni sendiri. Bahkan di antaranya sudah banyak melahirkan karya, tapi tidak diketahui banyak orang karena tidak pernah ada apresiasi dari siapapun sebelumnya, termasuk pemerintah Kabupaten Kampar.

‘’Anugerah itu untuk mengapresiasi karya dan pengabdian orang-orang yang kami anggap berjasa di Lipatkain sebagai kecamatan dan Kampar sebagai kabupaten. Kami melihat pemerintah tidak pernah membrikan apresiasi sehingga banyak pengkarya seni ini yang berhenti di tengah jalan. Salah satunya Dt Sutan Mansur. Dia sudah menulis banyak buku tapi kurang didengar masyarakat karena kurangnya apresiasi. Intinya, dengan anugerah sekecil apapun, ini bisa menjadi pelecut, penyemangat bagi mereka untuk terus berkarya,’’ ungkap Doddy.

 Tujuh tokoh inspiratif tersebut yakni, Aidon R yang dinilai sangat aktif di bidang kepraumkaan. Bengkel  bengkel seni sendiri banyak belajar dengannya. Selain itu, ia juga masih sebagai soerang guru. Mengajar apa adanya tanpa meminta-minta. Sedangkan teman-temannya sudah banyak yang menjadi pejabat.

Selanjutnya Ocu Bole yang merupakan guru mengaji dari sejak muda sampai tua. Tidak pandai mengendarai sepedamotor juga tidak memilikinya. Saat ini Ocu Bule sakit stroke. Padahal, dari tangan dan hatinya yang tulus itulah lahir generasi pendai mengaji di Lipatkain saat ini.  Reni Elfina Jefri adalah orang berikutnya yang mendapat penghargaan tersebut. Ia alumni Bengkel Seni, guru di Pekanbaru  dan berhasil meraih prestasi lomba menulis tingkat Sumatera, bahkan tulisannya turut dibukukan.

Camelia Devita, asli Lipatkain, juga mendapatkan penghargaan serupa. Ia pembaca puisi terbaik di Kampar. Kerap menjadi juara di sana sini tapi hanya sampai tingkat SMA. Saat ini Camelia tidak lagi berkarya dan tidak pernah diaprsiasi. Martapuri, Kepala Sekolah saat ini, awalnya juga guru biasa. Ia dinilai berhasil membesarkan MTs dan MAN Lipatkain serta berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat nasional. Intinya, ia membesarkan pendidikan Islam lewat madrasah.

Selanjutnya Abdul Latief Hasyim, seniman Kampar, guru teladan nasional, orang pertama pendiri sanggar seni di Lipatkain yakni Sanggar Estetika Widya di SMA. Ia juga salah satu inspirator Bengkel Seni. Dt Sutan Mansur adalah penerima anugerah berikutnya. Ia keturunan raja Gunung Sahilan, tempat tunjuk ajar soal kebudayaan. Ia juga sudah memiliki lima buku, tapi tak pernah didengar dan diapresiasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung pada malam puncak dan pesta seni Festival Equator yang dilaksanakan di halaman Masjid Raya Lipatkain, 16-18 Desember lalu. Selain memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh tersebut, Bengkel Seni juga memberikan penghargaan kepada 4 tokoh dari kelembagaan yang dinilai berbuat banyak untuk Lipatkain termasuk untuk menyukseskan Festival Equator.

Empat tokoh dari kelembagaan tersebut yakni, Darwis dt Jalelo yang merupakan ninik mamak Kenagarian Lipatkain. Ia juga salah satu ninik mamak yang dekat dengan kegiatan dan anak muda tempatan. Terbuka serta familiar. Selanjutnya yakni Salman Jamaluddin, Sekretaris Camat (Sekcam) Kantor Camat Kecamatan Kamparkiri. Meski pendatang ia dinilai sebagai orang yang paling mendukung atas pelaksanaan Festival Equator. Dari awal, ia membantu semua yang bisa. Menyediakan ruangan dan semuma fasilitas kecamatan boleh dipakai serta menghubungkan dengan banyak pihak. Ia juga ikut di semua kegiatan Festival Equator seperti, pawai, touring, mandi bersama di Air Terjun Koboko dan lainnya. Karena dia, semua urusan menjadi mudah.
 
Helvi Haldeka  PD Bank Sarimadu Cabang Lipatkain, juga tidak kalah membantu. Ia merupakan  satu-satunya perusahaan atau BUMD yang punya respon positif dan cepat memberikan tanggapan terkait kegiatankebudayaan. Semua kegiatan bBngkel Seni dibantu walau hanya berupa umbul-umbul. Berikutnya adalah Kunni Masrohanti. Ia wartawan Riau Pos. Kunni dinilai selalu membantu dan memperkenalkan kekayaan Lipatkain melalui tulisan jurnalistiknya. Salah satunya tentang Air Terjun Koboko dan beberapa berita lainnya.
Anugerah yang diberikan bersempena dengan pelaksanaan Festival Equator tersebut direncanakan akan dilaksanakan setiap tahun. Tentunya dengan tokoh dan penerima yang berbeda. Dan pastinya, mereka adalah orang-orang yang dianggap berperan penting dalam memajukan dunia kesenian, kebudayaan dan bidang lain di Kanagarian Lipatkain, khususnya dan Kmapar umumnya.(Kunni Masrohanti)

KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 22 November 2018 - 10:45 wib

Pesta Narkoba, Oknum Personel Polres Dumai Terancam Dipecat

Kamis, 22 November 2018 - 10:30 wib

Camat Harus Cepat Kuasai Wilayah

Kamis, 22 November 2018 - 10:15 wib

Kapolsek Bakar PETI di Kebun Pemda

Kamis, 22 November 2018 - 10:00 wib

Seleksi CPNS, Pemko Tunggu Arahan Pusat

Kamis, 22 November 2018 - 09:45 wib

MoU KUA- PPAS Diteken Rp9,135 T

Kamis, 22 November 2018 - 09:33 wib

Total Rp3.170.000 Setiap Siswa. Berikut Rincian Pungutan Di SMAN 12 Pekanbaru

Kamis, 22 November 2018 - 09:30 wib

PODSI Riau Tak Berikan Bantuan Hukum

Kamis, 22 November 2018 - 09:21 wib

Pelaku Pembunuhan di Desa Tapung Jaya Ditangkap

Follow Us