Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
20 Juli 2013 - 07:56 WIB > Dibaca 193 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kombes Krishna Murti Juga Membantah Punya Istri Siri
Selasa, 27 September 2016 - 01:23 wib
Pingrang Geger, Foto Siswi SMA Tak Pakai Baju Beredar Luas
Pingrang Geger, Foto Siswi SMA Tak Pakai Baju Beredar Luas
Selasa, 27 September 2016 - 01:19 wib
Dinas Pendidikan Riau Catat Jumlah Guru 17.050 Orang
Dinas Pendidikan Riau Catat Jumlah Guru 17.050 Orang
Selasa, 27 September 2016 - 01:08 wib
Lewat Anies-Sandi, Gerindra Mau Ubah Jadi Jakarta Modern
Selasa, 27 September 2016 - 00:57 wib
Kata Ruhut Sitompul: Kalau Satu Putaran Ahok Tak Ada Lawan
Selasa, 27 September 2016 - 00:44 wib
Bongkar... Semua Reklame Billboard di Jembatan Penyeberangan
Gara-gara Asmara, Pipi dan Dahi Ditembak Calon Mertua
Selasa, 27 September 2016 - 00:16 wib
Waspadalah... Ada Enam Kabupaten yang Bakal Kena Banjir
Waspadalah... Ada Enam Kabupaten yang Bakal Kena Banjir
Selasa, 27 September 2016 - 00:14 wib
Pemerintah dan Komisi E DPRD Riau Carikan Solusi
Selasa, 27 September 2016 - 00:09 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Pekerja Mau Upah Lebih Tinggi? Punya Sertifikasi Dong...

Selasa, 27 September 2016 - 00:33 WIB

Balon Bupati dan Wakil Bupati Kampar Turut Jalani Pemeriksaan HIV-AIDS

Selasa, 27 September 2016 - 00:19 WIB

Waspadalah... Ada Enam Kabupaten yang Bakal Kena Banjir

Selasa, 27 September 2016 - 00:14 WIB

Pemerintah dan Komisi E DPRD Riau Carikan Solusi

Selasa, 27 September 2016 - 00:09 WIB

Pelayanan Pegawai di Ro-Ro Tanjung Kapal-Rupat Dikeluhkan

Selasa, 27 September 2016 - 00:03 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
Follow Us