Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
Sabtu, 20 Juli 2013 - 07:56 WIB > Dibaca 230 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Pelukis Akan Gambar Tiga Sketsa Pelaku Penyerang Novel
Kamis, 29 Juni 2017 - 21:00 wib
VIDEO AKSI PROTES ORANG TUA CALON TARUNA BEREDAR
Ini Langkah Mabes Polri Terkait Seleksi Akpol yang Diduga Tidak Transparan
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:45 wib
BURSA TRANSFER
Madrid: Courtois atau Donnarumma?
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:38 wib
MASIH BERADA DI URUTAN KETIGA
Lupakan Kemenangan di Belanda, Rossi Fokus ke MotoGP Jerman
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:36 wib
TERKAIT PENYERANGAN MAPOLDA SUMUT
Teroris dari Syria Sulit Terlacak, Ini Penyebabnya
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:31 wib
MOTOGP
Ducati Kian Kompetitif di Tiga Balapan Terakhir
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:22 wib
BURSA TRANSFER
Setelah Lemar Lepas, Arsenal Buru Pemain Ini
Kamis, 29 Juni 2017 - 20:13 wib
TUAI KRITIKAN SEJUMLAH KALANGAN
BNPT Pastikan Sudah Hapus Cuit Deradikalisasi Idul Fitri
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:59 wib
BERASAL DARI RUSIA DAN UKRAINA
Petrwrap, Virus Mirip WannaCry yang Kacaukan Situs Pemerintah dan Global
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:52 wib
MOMEN IDUL FITRI
Kunjungi Kebun Binatang Ragunan, Ini Kata Jokowi
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:46 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Kapolda Salat Ied Bersama Gubri di Masjid Annur

Minggu, 25 Juni 2017 - 20:56 WIB

 Polda Riau Siapkan 2 Kompi Personil Siaga 24 Jam

Minggu, 25 Juni 2017 - 20:20 WIB

Dentuman Meriam Buluh Menyemarakan Malam Takbir Di Siak
Dentuman Meriam Buluh Semarakkan Malam Takbir di Siak
Provokator Kabur Massal Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Dibekuk
Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us