Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
Sabtu, 20 Juli 2013 - 07:56 WIB > Dibaca 239 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BURSA TRANSFER PEMAIN
Ezra Walian Selangkah Lagi Gabung ke Klub EPL Ini
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:00 wib
SERIE A ITALIA
Matuidi Resmi Jadi Milik Juventus
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 17:45 wib
KEDEPANKAN KONTEKS HUKUM
Tangkal Radikalisme, Begini Jurus Ketum PPP
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 17:35 wib
ENGLISH PREMIER LEAGUE
Kalau Pria Terkaya Afrika Ini Jadi Beli Arsenal, Wenger Bakal Dipecat
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 17:25 wib
HINDARI HAL-HAL TAK DIINGINKAN
Jaga Anak, Nafa Urbach Sewa Pengawal Khusus
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 17:13 wib
SEA GAMES 2017
Indonesia Tambah Koleksi Medali Perak dari Dua Cabor Ini
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 16:42 wib

LLumar Kaca Film Berbasis QR-Code
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 16:38 wib
TAK BISA HADIR
Milad FPI, Begini Pidato Habib Rizieq dari Tanah Suci
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 16:37 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Kata Pengamat, Penelusuran Aset First Travel Akan Sia-sia kalau...
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 16:32 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
HUT Ke-19, RS Awal Bros Beri Kado Operasi Katarak

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Fasilitas di Pemondokan JCH Riau Lengkap

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:29 WIB

Gubri Minta Dirut RSUD Layani Alhafizi

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:21 WIB

Touring Edukasi Sejarah

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:14 WIB

Pajero Owners Community  Daftar 50 Mobil

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 11:49 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us