Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
Sabtu, 20 Juli 2013 - 07:56 WIB > Dibaca 245 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
KOMENTAR
Berita Update

Ciptakan Lingkungan Bersih Sampah
Jumat, 27 April 2018 - 11:49 wib

Rombak Komisaris-Direksi PGN
Jumat, 27 April 2018 - 11:24 wib
Menekan Angka DBD
Perlu Kesadaran Masyarakat, Dinas dan Swasta
Jumat, 27 April 2018 - 11:19 wib
Debat Calon PILGUBRI 2018
Matangkan Materi, 4 Paslon Siap Berdebat
Jumat, 27 April 2018 - 11:09 wib

Harapkan Arena Khusus Sepatu Roda
Jumat, 27 April 2018 - 11:07 wib

Rp53 Triliun Antre Menanti Perda RTRW
Jumat, 27 April 2018 - 11:07 wib
84 Jamaah Riau Gagal Berangkat Umrah

84 Jamaah Riau Gagal Berangkat Umrah
Jumat, 27 April 2018 - 11:04 wib

Sukiman Siap Besarkan Gerindra
Jumat, 27 April 2018 - 11:04 wib
Alamaaak!
Nama Sama, Orangnya Berbeda
Jumat, 27 April 2018 - 10:51 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Rp53 Triliun Antre Menanti Perda RTRW

Jumat, 27 April 2018 - 11:07 WIB

84 Jamaah Riau Gagal Berangkat Umrah

Jumat, 27 April 2018 - 11:04 WIB

Perlu Evaluasi Penggunaan Anggaran

Jumat, 27 April 2018 - 10:41 WIB

SPS Riau Visit Media ke Bali Post

Jumat, 27 April 2018 - 10:38 WIB

Gebrak Meja DPRD, Dewan Minta Kadiskes Dievaluasi

Jumat, 27 April 2018 - 10:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us