Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
Sabtu, 20 Juli 2013 - 07:56 WIB > Dibaca 250 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
Penjelasan KPU soal Batas Donasi yang Boleh Diterima Prabowo
Senin, 25 Juni 2018 - 22:00 wib
PILKADA SERENTAK 2018
Jawab Tudingan SBY, Jokowi Sebut Netralitas TNI, Polri, dan BIN Mutlak
Senin, 25 Juni 2018 - 21:30 wib
DIGELAR RABU BESOK
Pilkada Serentak, Para Tahanan KPK Belum Difasilitasi untuk Mencoblos
Senin, 25 Juni 2018 - 21:00 wib
DILANTIK SEBAGAI PLT GUBERNUR JABAR
Jawaban Wiranto untuk SBY Terkait Polemik Iwan Bule
Senin, 25 Juni 2018 - 20:45 wib
PILOT JADI KORBAN
OTK Tembak Pesawat Pengangkut Brimob di Papua, Ini Penjelasan Kapolri
Senin, 25 Juni 2018 - 20:30 wib
PILPRES 2019
Prabowo Heran Modal Maju Bupati di Indonesia Capai Miliaran Rupiah
Senin, 25 Juni 2018 - 20:00 wib
DIDUGA MILIK KORBAN
Hari Kedelapan Pencarian KM Sinar Bangun, Tim SAR Temukan Benda-benda Ini
Senin, 25 Juni 2018 - 19:50 wib
TERMASUK DARI DAKWAAN KPK
Permintaan Bebas Suryadharma Ali kepada Hakim saat Ajukan PK
Senin, 25 Juni 2018 - 19:40 wib
BUKAN AWAK KAPAL
Kasus Karamnya KM Sinar Bangun, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Lagi
Senin, 25 Juni 2018 - 19:30 wib
DIPUBLIKASIKAN DI SITUS SETKAB
27 Juni 2018 Jadi Hari Libur Nasional, Ini Cuplikan Keppres Penetapannya
Senin, 25 Juni 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
IKBR Beri Kebebasan Warga Batak Gunakan Hak Pilihnya
Siapkan Spot Wisata di Jembatan Siak IV

Senin, 25 Juni 2018 - 12:05 WIB

Pemprov Diminta Aktif Cari Sektor Pendapatan

Senin, 25 Juni 2018 - 12:03 WIB

Pengurus Pusat IKBR Dikukuhkan

Senin, 25 Juni 2018 - 12:02 WIB

Budaya Melayu Membumi dengan Mulok

Senin, 25 Juni 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us