Depan >> Berita >> Riau >>
Hukum Jima’ di Bulan Ramadan
20 Juli 2013 - 07.56 WIB > Dibaca 1462 kali Print | Komentar
Pertanyaan:

Ustad, saya sedang musafir, karena perjalanannya berat maka saya tidak puasa, kan ada rukhshah bagi orang yang musafir untuk tidak berpuasa, lalu dalam musafir itu saya berhubungan suami istri (jima’) di siang Ramadan, bagaimana hukumnya ustad?

Abduh, Rumbai

Jawaban:
Para ulama umumnya mewajibkan denda kaffarat atas hubungan suami istri yang dilakukan pada siang hari Ramadan, dengan syarat bahwa pelakunya adalah orang yang secara syar‘i sedang berpuasa atau dalam keadaan wajib berpuasa.

Sedangkan bila jima‘ itu dilakukan oleh mereka yang tidak wajib puasa, maka hukumnya tidak wajib bayar kaffarah. Misalnya orang yang sedang sakit dan tidak sanggup berpuasa, maka dia termasuk orang yang mendapatkan uzur dan dibolehkan tidak puasa. Untuk dia, yang memang tidak sedang puasa, bila melakukan jima‘ tidak wajib membayar kaffarah.

Demikian juga orang yang sedang dalam bepergian (safar), termasuk orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak puasa. Bila saat itu dia memang tidak puasa, maka yang bersangkutan melakukan hubungan seksual tidak terkena kaffarat.

Demikian juga dengan wanita hamil, sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak puasa, baik karena mengkhawatirkan bayinya ataupun mengkhawatirkan dirinya.

Bila ia sedang tidak puasa karena uzur sebagai ibu hamil, maka tidak wajib bayar kaffarah bila melakukan hubungan seksual dengan suami.

Jadi bila kedua suami istri itu sama-sama berada dalam posisi sebagai orang yang mendapat uzur syar‘i untuk tidak puasa, lalu mereka melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan, secara syar‘i mereka tidak dikenakan kewajiban memayar kaffarat. Kecuali mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Tapi kalau dalam kondisi hamil selama ini ia tetap berpuasa, lalu dalam kondisi puasa itu ia melakukan hubungan seksual dengan suami, maka baginya ada kewajiban membayar kaffarat, yaitu membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Meski pun dalam mazhab As-Syafi‘i ditetapkan bahwa istri tidak wajib membayar kaffarat bila sepasang suami istri melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan.***

Dr H Akbarizan MA MPd, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Pekanbaru.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Disbun Diminta Inspeksi Harga Sawit
Disbun Diminta Inspeksi Harga Sawit
31 Juli 2015 - 11.11 wib
Gedung Baru Perpustakaan Diresmikan
Gedung Baru Perpustakaan Diresmikan
31 Juli 2015 - 11.08 wib
Polisi Siap Amankan Pilkada
Polisi Siap Amankan Pilkada
31 Juli 2015 - 11.08 wib
Acen Tewas Lompat dari Lantai 2
Acen Tewas Lompat dari Lantai 2
31 Juli 2015 - 11.06 wib
Awas, Penipuan Catut Nama Bupati
Awas, Penipuan Catut Nama Bupati
31 Juli 2015 - 11.03 wib
Tebingtinggi Pertahankan Juara Umum MTQ
Tebingtinggi Pertahankan Juara Umum MTQ
31 Juli 2015 - 10.59 wib
  51 Kades Dilantik Serentak
51 Kades Dilantik Serentak
31 Juli 2015 - 10.54 wib
Camat Harus Full Time di Wilayahnya
Camat Harus Full Time di Wilayahnya
31 Juli 2015 - 10.53 wib
Cari Berita
Advertorial Siak
7 Juli 2015 - 23.21 wib
RENCANA pembangunan highway telah dilakukan oleh...
Follow Us
Populer hari ini