23 April 2014 - 23.55 wib

Habib Rizieq Dinilai Ngawur

23 Juli 2013 - 13.36 WIB > Dibaca 1053 kali Print | Komentar
 
JAKARTA (RP) - Wakil Ketua Komisi I DPR mengomentari sikap yang dipilih Ketua Umum FPI Habib Rizieq Sihab dengan menantang SBY merupakan suatu hal yang keliru.

"FPI tak bisa menantang presiden yang harus berdiri di atas semua golongan. Habib Rizieq nyata keliru bersikap," ucap Ramadhan.

Karena itu, ia meminta Habib Riziq menarik ucapan kasarnya terhadap presiden. "Di Bulan Ramadan, sesama muslim biasa bermaafan jika terjadii khilaf. Kecaman Rizieq Shihab atas Presiden kontraproduktif terhadap FPI sendiri.

Seperti diketahui, Habib Rizieq mengatakan dalam peristiwa di Kendal, FPI tidak main hakim sendiri. Mereka mendatangi Polres dan meminta tempat pelacuran ditutup apalagi di bulan Ramadan. Saat itu kata dia, FPI yang dihakimi oleh ratusan preman pelacuran dengan berbagai macam senjata hingga banyak yang terluka. Di Kendal, FPI itu korban bukan pelaku.

"Jadi, dasar tuduhan SBY itu apa? Dan kenapa dalam soal Kendal, SBY begitu semangat bicara tentang FPI yang jadi korban, dan bungkam terhadap sikap pelaku preman pelacuran bersenjata dan tempat pelacuran yang buka buka siang malam di bulan Ramadhan?" ujarnya.

Karena itu Habib Rizieq mengatakan, SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita. Ia menyebut orang nomor satu di pemerintahan Indonesia itu sebagai seorang pecundang.

"Kasihan, ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat cermat dan teliti dalam menyoroti berita. Tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Seorang presiden muslim menyebar fitnah dan membiarkan maksiat, ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka mega skandal korupsi, sangatlah mencederai ajaran Islam," ucapnya. (gil/jpnn)
KOMENTAR
Berbagi
Berita Terkait
 
Nasional Lainnya
Video Terkait

FPI Sweeping Tempat Hiburan Malam

FPI Riau Beri Peringatan Keras Pada Tempat Hiburan

FPI Riau Sisir Tempat Hiburan

Follow Us

Rp1,12 Triliun Dikorupsi pada Proyek e-KTP

KPK Juga Akan Periksa Mendagri

Olla Ramlan Sekolahkan Anak Berbasis Agama

Pendaftar Akpol Jangan Percaya Calo

PDAM Putuskan Sambungan Pelanggan Menunggak

BRI Segera Buka Tiga Unit Baru

Dua Rumah di Bokor Disambar Petir

Madrid Nilai Filosofi Munchen Sama Dengan Barcelona

Mulai Main Sinetron Striping

PAN Dudukkan Lima Wakil di DPRD Meranti