FILM

Menunggu Kelahiran "Mafia, Agaknya Geng!"

26 Februari 2017 - 10.55 WIB > Dibaca 674 kali | Komentar
 
Menunggu Kelahiran
Dalam waktu dekat, akan lahir sebuah film Mafia Agaknya Geng! yang diprakarsai sekelompok anak muda di Riau. Kehadiran film ini seolah menjawab kekeringan dunia perfilmn di Riau saat ini.

Laporan Kunni Mansrohati, Pekanbaru

DI tengah hirukpikuk perkembangan teknologi, dengan ditandai pengaruh budaya asing yang semakin merajalela, diperlukan sentuhan kreativitas mentransformasikan nilai-nilai budaya tempatan dengan sentuhan kekinian. Salah satunya adalah menciptakan karya seni yang mudah diakses oleh masyarakat banyak.

Film merupakan salah satu karya seni yang lahir dari pemikiran modern manusia. Film menjadi bagian yang terpenting pula dalam memperkokoh nilai-nilai tempatan di masa kini. Tidak salah pulalah bila di berbagai belahan negara ini (daerah), banyak para generasi mudanya menghasilkan film sebagai meperkokoh diri tersebut. 

Selama dua dekade lalu, sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an perfilman Indonesia terpuruk sangat dalam. Insan film Indonesia seperti tak bisa berkutik menghadapi arus film impor. Masalah yang dihadapi harus diakui sangatlah kompleks, mulai dari persoalan dana, SDM, hingga kebijakan pemerintah.

Namun perkembangan film Indonesia saat ini semakin pesat di setiap tahunnya. Masyarakat kini tidak hanya disajikan film horor dibalut keseksian, namun film berkualitas di berbagai genre. Menurut salah satu pelaku industri film, Agus Kuncoro, tahun 2014 warna film akan semakin berwarna. Tak ada lagi satu genre yang menguasi bioskop, tapi mulai dari komedi hingga film bertemakan politik. Apa yang diucapkan Agus Kuncoro itu, pada hari ini terbukti film-film Indonesia menghiasi bioskop tanah air.

Perkembangan film dan para sineas di Indonesia begitu pesat dan menggembirakan pada tahun-tahun belakangan ini, Bahkan bisa dikatakan tahun-tahun emas perfilman Indonesia setelah keterpurukan beberapa tahun lalu. Perkembangan ini menjadi pemicu anak daerah untuk ikut bangkit dan menggali potensi daerahnya melalui industri perfilman.

Hang Kafrawi salah seorang sineas yang cukup diperhitungkan di Riau memahami lajunya perkembangan industri film saat ini. Maka dengan semangat untuk berkarya dan menjawab tantangan, pada tanggal 20 Januari 2017, Hang Kafrawi mengumpulkan beberapa orang anak muda untuk mewujudkan keinginan membuat film. Dari pertemuan inilah mengkristal membuat film yang diberi judul Mafia Agaknya, Geng!.

Film yang membancuhkan suasana laga (perkelahian), percintaan dan komedi ini, skenarionya ditulis oleh Eric F Junior, penulis muda Riau yang memiliki bakat ini. Tidak menunggu lama, pengambilan gambarnya pun dilaksnakan pada tanggal 4-18 Fenruari 2017 yang lalu.
Film ini, kata sutradara Mafia Agaknya, Geng!, Hang Kafrawi, dapat djadikan acuan dan dorongan pemacu semangat generasi muda Riau dalam berkarya di bidang industru perfilman. “Kita bisa melahirkan film dan apa yang kami lakukan ini adalah untuk membuktikan kita bisa,” jelas Hang Kafrawi yang sudah menghasilkan lima film televisi ini.

Hang Kafrawi menjelaskan juga, bahwa selama ini banyak pihak luar, yang mengatasnamakan Produksen House (PH) dari Jakarta hendak membuat film di Riau. Berbagai casting dilakukan, namun nyatanya banyak anak-anak Riau, khususnya Pekanbaru yang tertipu. Mereka kadang kala, kata Hang Kafrawi, harus membayar untuk mengikuti casting tersebut.
“Ini ajang pembuktian bahwa anak-anak Riau mampu membuat film. Untuk itlah saya berharap, nantinya apabila pemerintah daerah Riau berkeinginan membuat film, pakai saja anak-anak daerah. Kita punya kemampuan untuk itu, namaun selama ini terganjal masalah dana saja,” ujar Seniman penerima Anugerah Sagang tahun 2014 ini.

Disinggung biaya yang tidak sedikit untuk membuat film, Ketua Program Studi Sastra Indonesua FIB Unilak ini hanya tersenyum. Menurutnya, biaya pembuatan film Mafia Agaknya, Geng! ini mereka dapatkan dari hasil sumbangan para pemian dan pendukung.

 “Kami belum dapat sponsor lagi. Adik-adik menyumbang sediki-sedikit, yang paling pentingkan biaya makannya ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini proses editing filmnya selesai dan kami akan membawa kepada sponsor untuk membiayai perbanyakkan dvdnya,” jelas Hang Kafrawi.

Hang Kafrawi menambahkan bahwa aktor dan aktris dalam film Mafia Agaknya, Geng! berasal dari anak Teater Matan dan mahasiswa FIB Unilak. Kamaremannya Kahiri, alumni Sastra Indonesia, editor Dery Pratama alumni Sastra Inggris FIB Unilak. Sementara penulis skenarionya Eric Febrian, alumni Jurusan Teater Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

“Pokonya kita menyatu dalam produksi ini. Paling penting untuk menghasilkan karya yang melibatkan orang banyak ini adalah kekompakkan. Sehati dan seprasaan, sehingga menghasilkan karya yang benar-benar dari hati,” ucap Hang Kafrawi. 

Film Mafia, Agaknya Geng!  berkisah tentang pertentangan geng di sebuah kampong. Pertentangan antara The Gelojoh  Geng dan The Sungot Geng semakin tajam saat pemimpin mereka Kucay (Riyal) dan Taher (Eric) jatuh hati dengan Fatimah (Asma Aini)  anak mantan preman kampung tersebut (abang Roy). Saat Fatimah diculik oleh kelompok mafia disaat Fatimah melihat anggota mafia sedang melakukan transaksi penjualan narkoba, dua geng kampung yang bertikai tersebut bersatu untuk melawan mafia agar bisa menyelamatkan Fatimah. Film yang penuh dengan adegan duel dan intrik memberi warna tersendiri dalam perkembangan film di Riau.

Erick F Junior mengatakan, film ini adalah salah satu wujud nyata kami untuk turut andil dalam meramaikan dunia perfilman, khususnya di Riau.  Mafia Agaknya Geng! Bukan saja film yang menawarkan adegan duel namun lebih dari itu ada percintaan dan juga komedi. Ayo mari sama-sama didukung kerja anak negeri ini," ungkap Eric F Junior.

Film Mafia Agaknya Geng! kuat dengan kultur etnik yang melingkupnya, kemelayuan sangat kental dalam pengucapan bahasa dan kebiasaan, “Kami anak Melayu tak kan mungkin meninggalkan akar kami dalam setiap karya yang kami buat, tentu dasar pijakan kami pada adat istiadat tempat kami dilahirkan dan dibesarkan” katanya lagi.

Eric menambahkan bahwa film ini berdurasi 1.5 jam dan akan dicetak dalam DVD untuk dijual kepada masyarakat. "Untuk biaya pembuatan film ini, kami patungan. Mudah-mudahan ini langkah awal kami berbisnis di dunia perfilmandi tanah Riau ini," ujar Eric.***



KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Jumat, 21 September 2018 - 18:00 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa

Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib

Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Warga Dambakan Aliran Listrik

Jumat, 21 September 2018 - 16:30 wib

Real Wahid dan UIR Juara Kejurda Futsal 2018

Jumat, 21 September 2018 - 16:14 wib

Etape Terakhir Diraih Tim Sapura Cycling Malaysia

Follow Us