RIAU ART CAMP FESTIVAL 2017

Tanjung Lapin dan Suguhan Ragam Karya Seni

12 Maret 2017 - 18.03 WIB > Dibaca 680 kali | Komentar
 
Tanjung Lapin dan Suguhan Ragam Karya Seni
Kawasan Pantai Pesona Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis dipadati warga dan seniman perwakilan 12 kabupaten/kota se-Riau. Mereka begitu antusias dan tak mau ketinggalan untuk terlibat langsung dalam peristiwa budaya yang bertajuk Riau Art Camp Festival 2017 tajaan Dinas Pariwisata Riau pada 6-7 Maret lalu. Mereka akan tercatat sebagai saksi hidup atas peristiwa langka tersebut.

Laporan Fedli Aziz, Rupat Utara

PERISTIWA seni itu memang difokuskan di salah satu titik pantai terpanjang di Riau yang menghadap langsung ke negeri jiran, Malaysia. Tujuannya, tentu saja agar semua orang merasakan suasana menyejukkan Selat Melaka yang kebetulan sedang musim angin timur, dengan ombak yang lumayan tinggi. Hembusan angin kencang dan suara deburan ombak yang menghantam bibir pantai menghadirkan kesenangan dan keasyikan pada siapa saja.
Helat seni dan budaya itu juga dimaksudkan untuk mengangkat dunia kepariwisataan salah satunya, pulau terluar Indonesia tersebut. Pantai pasir panjang dan pulau-pulau kecil seperti Beting Aceh dan lainnya tentulah layak jual dan menjadi tujuan investor serta wisatawan jika dikelola secara maksimal dan profesional. Karenanya, melalui event Riau Art Camp Festival 2017 diharapkan nama Pulau Rupat semakin melambung dan dikenal hingga ke manca negara di seluruh dunia.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang membuka perhelatan itu menegaskan, Riau memang kaya akan sumber daya alam (SDA) dan pernah menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Hanya saja, hasil bumi berupa pertambangan dan minyak bumi lambat laun akan habis jika terus dieksplorasi. Karenanya, pemerintah Riau berinisiatif untuk mencari sumber lain yang berpotensi besar untuk meraih keuntungan ekonomi, salah satunya pariwisata.

Ditambah lagi, alam negeri berjuluk Lancang Kuning ini tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Maka Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis yang terkenal indah dan menakjubkan ini mestilah dikembangkan secara maksimal.

“Riau tidak bisa lagi menggantungkan harapan pada hasil minyak bumi yang kian menipis. Sudah saatnya, kita menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan utama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi tinggi atas Dinas Pariwisata Riau, para seniman serta budayawan yang ikut aktif pada helat Riau Art Camp Festival ini. Mari bersama-sama mengembangkan kawasan-kawasan wisata kita melalui seni dan budaya Melayu,” ungkap Gubri pada pembukan perhelatan seni tersebut, Senin (6/3) lalu.

Selain membuka acara ditandai dengan petikan salah satu alat musik tradisi Melayu yakni gambus selodang, Gubri juga me-launching buku yang berjudul The Homeland of Melayu, Apa Mengapa Pariwisata Riau. Selain itu, ia juga menyerahkan masterplan Pulau Rupat sebagai kawasan strategis pengembangan wisata unggulan yang berwawasan lingkungan.
Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang turut hadir juga menyampaikan hal serupa. Bahkan menekankan bahwa Pulau Rupat adalah salah satu kawasan yang akan terus dikembangkan dalam waktu lima tahun ke depan. “Kami percaya misi untuk mengembangkan Pulau Rupat untuk lima tahun ke hadapan akan mendapat support dari banyak pihak, salah satunya pemerintah provinsi. Kami akan mengembangkan infrastruktur dan kawasan ini secara maksimal dan siap bekerja sama dengan pihak-pihak yang peduli pada seni dan budaya serta wisata,” ulasnya.

Suguhkan Karya Lintas Seni

Pada helat Riau Art Camp Festival 2017 menyuguhkan berbagai karya unggulan lintas seni seperti teater, musik, tari, sastra, dan senirupa. Sebanyak 20-an komunitas yang berpartisipasi memberi warna pada perkembangan dunia seni pertunjukan di Riau, Sumatera, bahkan Indonesia. Para seniman yang diundang untuk menampilkan karyanya juga beragam dari  seni tradisi hingga modern. Untuk seni tradisi seperti Randai Kuantan dari Kabupaten Kuansing, Zapin Api asal Rupat, Kabupaten Bengkalis, dan juga Joget Sonde asal Kabupaten Kepulaun Meranti.

Pada helat ini, pihak Pariwisata Riau memang melibatkan seniman sebagai partner agar pelaksanaan acara menjadi lebih berkualitas. Seniman juga didaulat sebagai kurator untuk memilih grup-grup yang layak tampil pada perhelatan itu. Intinya, setiap kabupaten/kota yang diundang mempersiapkan karya-karya sesuai keinginan penyelenggara agar pertunjukan yang disuguhkan menjadi seimbang.

“Kami melibatkan para ahli, seperti seniman untuk memilih kesenian apa yang akan ditampilkan grup yang mewakili kabupaten/kota-nya. Kita bisa lihat bersama, karya-karya yang disuguhkan cukup bervariasi dan berkualitas,” kata Kadis Pariwisata Riau Fahmizal disela-sela acara.

Selain menyediakan panggung utama yang terbilang mewah, penyelenggara juga membebaskan para seniman untuk menggelar karyanya di kawasan Pantai Pesona Tanjung Lapin, Kampung Punak tersebut. Paling tidak, ada empat grup seni yang memilih panggung di luar panggung utama seperti PLT Laksemana, Lembaga Teater Selembayung, dan Sanggar Swarnadwipa asal Pekanbaru. Satu grup kabupaten yang memilih kawasan di luar panggung utama adalah Rumah Seni Balai Proco asal Rokan Hulu.

“Kami merasa berbangga hati karena menjadikan kampung kami ini sebagai tuan rumah acara Riau Art Camp Festival yang perdana. Kami juga berharap, tidak hanya pihak provinsi yang menjadikan Pulau Rupat sebagai tempat pelaksanaan helat seni, juga diharapkan pemerintah Kabupaten Bengkalis. Semakin banyak kegiatan bermanfaat seperti ini, maka semakin dikenallah Pulau Rupat dan secara otomatis, perputaran sektor ekonomi berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap salah satu warga Hafiz yang juga anak sesepuh seni tradisi Zapin Api.(kun)
    
         







KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Selasa, 13 November 2018 - 17:00 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya

Follow Us