PENULIS

Penulis Riau Ikuti Kongres Satupena

30 April 2017 - 02.16 WIB > Dibaca 822 kali | Komentar
 
Tanggal 26-29 April lalu berlangsung pertemuan besar di kalangan penulis, yakni Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) di Surakarta, tepatnya di Hotel Aston, Solo. Kongres tersebut dibuka langsung Ketua Bekraf, Triawan Munaf. Lima penulis Riau, yakni, Fakhrunnas MA Jabbar (sastra, komunikasi), Dheni Kurnia (sastra, pers), Dr. Husnu Abadi  (sastra, hukum tata negara), Prof. Hasan Basri Jumin (pertanian, bioteknologi) dan Prof. Syafrinaldi (hukum, hak kekayaan intelektual).

Kongres pertama Satupena yang difasilitasi Bekraf ini diikuti seratus penlis dari berbagai genre kepenulisan dan penulis intas generasi yang bertekad untuk memajukan dunia kepenulisan dan menyejahterakan para penulis.

Nasir Tamara, penulis dan wartawan senior  meraih suara terbanyak sebagai Ketua Satupena ketika itu yang sebelumnya bersaing dengan kandidat lain, Imelda Akmal. Dalam rangkaian pemilihan pengurus yang sama, dua penulis Riau masing-masing ikut meraih suara terbanyak yakni Husnu Abadi sebagai Dewan Etik dan Fakhrunnas MA Jabbar sebagai salah satu dari tiga Tim Formatur.

Nasir Tamara setelah ke­me­na­ngannya menyampaikan pidato kebudayaan di depan sekitar seratus peserta Kongres Satupena yang di­pusatkan di hote Aston, Solo.

Nasir Tamara dalam pidatonya menyatakan wujudnya organisasi Satupena merupakan titik awal kebangkitan dunia kepenulisan di Indonesia yang selama ini cenderung dibiarkan berkembang secara alami.

“Para penulis Indonesia selain harus mampu meningkatkan ke­sejahteraannya juga harus dapat mempromosikan nama besar Indonesia lewat tuisan ke mancanegara. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan dan kebersamaan semua penulis melalui organisasi Satupena ini,” ujar doktor lulusan Universty of Paris (Sorbonne University) yang kini menjadi direktur sebuah industri tekstil di Solo.

Dalam proses pemlihan ketua Satupena secara serempak juga dipilih para penulis yang mendapat dukungan suara terbayak untuk posisi Dewan Etik dan Tim Formatur. Untuk Dewan Etik berhasil meraih suara terbanyak Husnu Abadi dari Riau mewakili  Indonesia Barat, Isnaeni (Indonesia Tengah) dan Frank Sagrim (Indonesia Timur), Eka Budianta (mewakili unsur penulis senior), Muthia Fadillah (penulis angkatan muda) serta tiga orang Tim Formatur masing-masing Fakhrunnas MA Jabbar (Riau), Hikmat Dermawan (Bekraf) dan Mardiyah Ch. (Bekraf).(kun/rdh)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 19:53 wib

Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 wib

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 wib

Kembalinya sang Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:46 wib

Ditabrak Emak-Emak

Minggu, 23 September 2018 - 19:44 wib

Refresh di Waduk Hijau

Minggu, 23 September 2018 - 19:40 wib

Anggur Murah Laris Manis Terjual

Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Follow Us