Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Pelalawan Berpeluang Raih Sertifikasi Benih Murni Unggul
Senin, 26 September 2011 - 07:54 WIB > Dibaca 1445 kali Print | Komentar
Berita Terkait





PANGKALANKERINCI (RP) - Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan terus berupaya meningkatkan produktifitas gabah sawah tadah hujan di daerah itu.

Salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah melakukan pemurnian benih padi varietas lokal, Cekow dan Korea.

Pemurnian dilakukan di Balai Litbang tanaman pangan milik Kementerian Pertanian RI di Bogor Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Pelalawan H Atmonadi, proses sertifikasi pemurnian benih untuk kedua varietas tersebut saat ini sudah selesai.

‘’Hari Rabu kemarin digelar sidang akhir yang dihadiri sebanyak 20 orang pakai benih dari Balitbang Pertanian dan perguruan tinggi. Kami ikut menghadiri sidang tersebut. Alhamdulillah semua pakar yang hadir di sana dapat menerima presentasi tim peneliti Balitbang. Berarti peluang kita mendapatkan sertifikasi benih unggul murni makin besar,’’ terang Atmonadi kepada Riau Pos, Jumat (23/9).

Proses pemurnian dilaksanakan mulai awal 2011, menggunakan sampel benih asli padi Cekow dan Korea asal Kuala Kampar. Kemudian sebelum sidang akhir yang penetapan kelulusan menjadi salah satu padi verietas unggul yang diakui pemerintah, Balitbang Pertanian Bogor telah melakukan ujicoba budidaya padi varietas tersebut.

Ujicoba dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang Jawa Barat, dan satu lagi di Kalimantan Timur.

‘’Hasil ujicobanya sangat mengejutkan kita, karena ternyata setelah dimurnikan produksinya langsung meningkat jadi enam ton per hektare. Padahal sebelum itu, rata-rata produksi padi Cekow maupun Korea per hektarenya cuma tiga ton lebih. Mudah-mudahan lah usaha ini berhasil. Dapat dibayangkan kalau ini dikembangkan, jelas produkstifitas gabah kita naik secara signifikan,’’ terang Atmonadi.

Saat ini pihaknya tinggal menunggu hasil tertulis sidang paripurna Balitbang Pertanian Bogor. Sejauh ini pihaknya optimistis Cekow dan Korea akan memperoleh sertifikasi benih unggul lokal dari lembaga resmi milik pemerintah itu.

‘’Kita optimis karena kemarin melihat langsung bagaimana para pakar bersidang.  Namun karena keputusan akhirnya belum dibuat, ya kita tunggu saja. Yang jelas sekarang harapan semakin besar bahwa kita memiliki varietas unggul yang bisa dikembangkan dalam rangka meningkatkan produktifitas, yang juga berarti meningkatnya pendapatan petani kita,’’ imbuhnya lagi.

Lebih jauh dijelaskan Atmonadi, pemurnian benih Cekow dan Korea yang diyakini akan meningkatkan produksi rata-rata gabah per hektarnya merupakn langkah strategis pembangunan bidang tanaman pangan di Pelalawan. Ini sejalan dengan visi pembangunan pertanian yang ingin dicapai bupati Pelalawan HM Harris.  

‘’Pak bupati menginginkan kita bisa meningkatkan pendapatan perkapita warga petani. Ini artinya usaha pemurnian benih sejalan dengan cita-cita beliau. Karena kalau kita hitung, dengan asumsi harga konstan, apabila produktifitas gabah naik dua kali lipat, pendapatan petrani akan naik dua kali lipat,’’ urainya.  

Padahal, lanjut Atmonadi, selalu ada kenaikan harga gabah dari tahun ketahun, yang berimplikasi langsung pada pendapatan petani.

Dijelaskan Atmonadi, dalam sejarahnya kawasan pesisir kabupaten Pelalawan pernah tercatat sebagai kawasan penghasil beras terbesar di pesisir provinsi Riau.

Itu berkat penemuan dan pengembangan benih padi jenis Cekow dan Korea padai era 70-an. Kala itu masyarakat sudah melaksanakan usaha persawahan padi secara tradisional, dengan produksi rata-rata empat ton lebih per hektar.

Namun belakangan terjadi penurunan produktisitas secara berangsur-angsur, hingga sekarang tinggal tiga ton lebih saja per hektarnya. Padahal pemerintah daerah telah berupaya melakukan pembinaan petani melalui sejumlah program yang dilancarkan sejak tahun 2000.

‘’Kita menemukan faktor utama penurunan produksi salahsatunya benih. Benih Cekow dan korea itusetelah digunakan turun-temurun mengalami persilangan persilangan alami. Sehingga kadar kemurniannya turun. Makanya kita kerjasama dengan Balitbang Pertanian untuk memurnikan kembali,’’  tutup mantan kepala dinas Bina Marga dan Sumber Daya  Air kabupaten Pelalawan ini.(bun)
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR PEKAN LALU
Fadli Zon Heran, Kenapa Jelang Pemilu Jokowi Ketemu PA 212?
Kamis, 25 April 2018 - 21:00 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Sebut PKI Bangkit, Alfian Yakin Bebas dari Tuntutan 3 Tahun Penjara
Kamis, 25 April 2018 - 20:50 wib
DIKUTIP DARI NOVEL "GHOST FLEET"
Seperti Prabowo, Gatot Sebut 2030 Indonesia Bisa Bubar, Ini Alasannya
Kamis, 25 April 2018 - 20:30 wib
BAYERN MUENCHEN VS REAL MADRID
Kroos: Madrid Harus Juara Liga Champions
Kamis, 25 April 2018 - 20:07 wib
DITAJA UPT KEMENDIKBUD
Nonton Film hingga Pagelaran Seni Warnai Semarak Peringatan Hardiknas 2018
Kamis, 25 April 2018 - 20:02 wib
ISU BURSA TRANSFER
Lewandowski dan Kane Dikejar Madrid, Ini Kata Pelatih Muenchen
Kamis, 25 April 2018 - 19:34 wib
BAYERN MUENCHEN VS REAL MADRID
Panggung Lewandowski dan Ronaldo
Kamis, 25 April 2018 - 19:10 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bupati: Jangan Sebatas di Tenggorokan, Alquran Harus Menyentuh Kalbu
Kontraktor Perusak Kantor PUPR Ditangkap

Rabu, 25 April 2018 - 11:53 WIB

Sampaikan Protes Warga ke Pusat, Tolak Waduk Serbaguna Lompatan Harimau
3.737 Paket Sembako Murah Diserbu Warga

Rabu, 25 April 2018 - 11:33 WIB

Keluarga Sultan Malaysia Hadiri Haul Akbar Sultan Siak
Sagang Online
loading...
Follow Us