Berlagak Jadi Pejabat Pemerintah

19 Juli 2011 - 07.25 WIB > Dibaca 819 kali | Komentar
 

Badan Sumber Daya Manusia Indonesia (BSDMI) Pemerhati Pengembangan Ekonomi Daerah (P2ED) tiba-tiba namanya bikin heboh di Riau.

Badan yang diakui ketua BSDMI Erwannur Latubual sebagai bentukan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ini mengecoh para pejabat di Riau. Karena sebelumnya, mereka sempat beroperasi dengan membuka kantor dan menunjuk kepala perwakilan wilayah.

Dengan membawa kop kepresidenan, BSDMI ini juga leluasa mengadakan kegiatan dengan mengundang para pejabat di Pemprov Riau, Polda, Korem, dan Pemko Pekanbaru.

Memang, lembaga ini belum sempat melakukan penipuan secara luas, tapi setidaknya sudah ada beberapa orang yang terpedaya karena diiming-imingi untuk direkrut sebagai PNS dan dipekerjakan di sana.

Untungnya, teka-teki status BSDMI akhirnya mulai terkuak setelah Kementerian Dalam Negeri melalui Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, bahwa BSDMI tak pernah terdaftar di kementeriannya sebagai salah satu lembaga atau badan pemerintah.

Begitu pula juru bicara kepresidenan Julian Pasha menyebutkan, mempertegas BSDMI sebagai lembaga ilegal. Keraguan makin terlihat setelah Erwannur Latubual tiba-tiba menghilang, dan kemudian tak pernah muncul lagi setelah BSDMI mulai dipersoalkan, termasuk oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal MM.

Fenomena munculnya oknum yang mengatasnamakan staf ahli kepresidenan atau staf khusus sebenarnya tak terlepas karena banyaknya lembaga atau badan non departemen baru yang dibentuk oleh presiden sendiri saat ini.

Karena banyaknya lembaga tersebut sehingga sangat sulit untuk mengenali satu persatu. Dan, mereka dengan leluasa dapat ‘bermain’ di daerah yang notabene kurang informasi.

Menurut catatan, untuk saat ini terdata sebanyak 88 lembaga pemerintah nonstruktural, di luar 34 kementerian yang ada. Jumlah itu juga belum termasuk 28 lembaga pemerintah nonkementerian, tim, dan satuan tugas yang dibentuk Presiden untuk menangani persoalan tertentu secara ad hoc. Dengan jumlah lembaga sebanyak itu, para oknum ini dapat leluasa bergerilya ke daerah-daerah.

Modalnya cukup berlagak pejabat, sambil menawarkan ada program ini dan itu. Jika berhasil baru mereka mencari keuntungan ekonomi, tapi kalau tak berhasil akan buru-buru kabur seperti Erwannur Latubual.

Karena modalnya cukup coba-coba, kalau tak berhasil ya kabur, karena toh polisi juga tak terlalu mengambil pusing.***
KOMENTAR
Terbaru
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 WIB

Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 WIB

Ditabrak Emak-Emak

Minggu, 23 September 2018 - 19:46 WIB

Follow Us