Depan >> Berita >> Hukum >>
Asyik, 1 Januari Nanti Gaji Plus Remunerasi Eselon I Capai Rp 70 Juta
Selasa, 10 September 2013 - 21:00 WIB > Dibaca 2896 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Gaji PNS Belum Bisa Dibayarkan



JAKARTA (RP) - Per 1 Januari 2014, gaji pejabat eselon I bisa mencapai Rp 70 juta per bulan. Sedangkan pejabat eselon II sekitar Rp 55-60 juta, eselon III Rp 45 juta. Peningkatan tersebut sebagai kompensasi atas penghapusan honor-honor serta pendapatan lain yang biasanya diterima pejabat struktural.

"Tahun ini merupakan tahun transisi, namun per 1 Januari 2014 pembayaran honorarium atau pendapatan lain sudah dihapuskan. Ini juga sesuai permintaan Presiden SBY," kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo dalam peluncuran buku Reformasi Birokrasi di Hotel Saripan Pacifik, Selasa (10/9).

Dijelaskannya, dengan dipusatkannya seluruh pembayaran honorer ke tunjangan kinerja, otomatis seluruh gaji PNS mulai golongan I sampai IV ikut terdongkrak naik. Itu sejalan dengan revisi PP tentang Sistem Penggajian. Di samping sebagai amanat PP 46 Tahun 2011, di mana disebutkan penghapusan honarium harus dilaksanakan per 1 Januari 2014.

"Jadi mulai 1 Januari, seluruh Kementrian dan Lembaga dilarang memberlakukan honorarium. Kalau tahun 2011-2013 kan masih ada yang terima, tapi tahun depan tidak boleh lagi," tegasnya.

Dia mengakui, dengan peningkatan pendapatan PNS tersebut akan menimbulkan pembengkakan anggaran. Itu sebabnya, pemerintah telah menetapkan aturan di mana sumber dana tunjangan kinerja berasal dari instansi itu sendiri.

"Sumber dananya itu dari hasil efisiensi anggaran dan optimalisasi. Dengan demikian besaran tunjangan kinerja yang akan diberikan kepada aparatur tergantung dari besar kecilnya dana efisiensi masing-masing instansi," terangnya.

Ditambahkan Eko, itu akan menjadi basic utk penggajian. Setiap jabatan harus punya grading untuk menentukan besarnya kompensasi yang diterima. "Jadi intinya setiap instansi harus melakukan efisiensi untuk membayar tunjangan kinerja aparaturnya," pungkasnya. (esy/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MIDNITE SALE 24-27 MARET 2017
Global Bangunan Diskon Hingga 70 Persen dan Hadiah Langsung
Kamis, 23 Maret 2017 - 17:00 wib
EMPAT ORANG TELAH DIPECAT
MK Kecolongan, Berkas Perkara Pilkada Dogiyai Dinyatakan Hilang
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:57 wib
SEBUT ADA PIHAK YANG MEMPROVOKASI
Isu Penculikan dan Penjualan Organ Tubuh Anak, Kapolri: Itu Tidak Benar
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:56 wib
WACANA PANSUS RUU PEMILU DPR
Pengamat Sebut Independensi KPU Diintimidasi oleh Rencana Perwakilan Parpol
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:51 wib
BUTUH BANYAK JENDERAL BARU
Kapolri Promosikan 52 Kombes Jadi Brigjen
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:47 wib
TERKAIT MOGOKNYA MOBIL PRESIDEN
Fadli Zon: Ya Ganti Saja sama Esemka
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:36 wib
SEBELUM 12 APRIL
Anggota KPU dan Bawaslu Harus Segera Jalani Uji Kepatutan dan Kelayakan
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:33 wib
SIAPKAN TIGA OPSI
PPP Tentukan Pilihan Akhir Pekan Ini
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:30 wib
TAKTIK TIKI-TAKA TAK BERJALAN SEMPURNA
Timas U-22 Berlatih Transisi usai Kalah dari Myanmar
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:24 wib
TERKAIT ANGGARAN PROYEK E-KTP
Bantah Pertemuan dengan Andi, Teguh: Saat Itu Saya Sedang Sakit
Kamis, 23 Maret 2017 - 16:19 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
MK Kecolongan, Berkas Perkara Pilkada Dogiyai Dinyatakan Hilang
Isu Penculikan dan Penjualan Organ Tubuh Anak, Kapolri: Itu Tidak Benar
Bantah Pertemuan dengan Andi, Teguh: Saat Itu Saya Sedang Sakit
Kasus Korupsi E-KTP, Teguh Juwarno Bantah Terima Jatah Uang
Polisi Sebut Status Sandiaga Bisa Naik Jadi Tersangka
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us