Wonderful Indonesia
Kejari Rengat Batal Periksa Tersangka Korupsi
Jumat, 20 September 2013 - 11:29 WIB > Dibaca 164 kali Print | Komentar
RENGAT (RP) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Rosdianto yang juga mantan bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Kabupaten Inhu terkait kasus dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp2,4 miliar. Pasalnya, tersangka datang untuk diperiksa tanpa didampingi penasihat hukum (PH).

‘’Sesuai jadwal, pemeriksaan terhadap tersangka dilaksanakan pada Kamis (19/9). Namun, akibat tersangka yang datang tanpa didampingi PH, terpaksa pemeriksaan ditunda pekan mendatang,’’ ujar Kajari Rengat Alexander Roilan SH MHum ketika dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (19/9) melalui Kasi Intel Restu Andi Cahyono SH.

Menurutnya, pemeriksaan pada pekan mendatang berdasarkan kesanggupan tersangka untuk didampingi PH. Bahkan pada pekan mendatang tidak hanya sebatas pemeriksaan tetapi meminta untuk membawa bukti-bukti yang ada.

Pihaknya juga sudah menawarkan PH negara kepada tersangka, apabila tidak sanggup mencari PH. Sebab, kasus tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka diwajibkan didampingi PH sesuai yang diatur dalam KUHAP.

Selain itu sebutnya, pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua sejak Rosdianto ditetapkan sebagai tersangka Juni 2013 lalu. Pemanggilan pertama lalu, penyidik belum masuk kepada materi pemeriksaan. Hal itu juga disebabkan tersangka yang belum didampingi PH.

Ditambahkan Restu, sejauh ini Kejari Rengat belum berencana untuk melakukan penahanan terhadap Rosdianto. Sebab yang bersangkutan masih bersikap kooperatif. Begitu juga dengan penambahan tersangka baru, Kejari Rengat masih menunggu fakta baru dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi. ‘’Kita belum bisa pastikan apakah ada tersangka baru, sebab masih harus melihat sejumlah fakta dari hasil pemeriksaan terlebih dahulu,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, selain Rosdianto, Kejari Rengat juga telah menetapkan mantan Bendahara Wakil Bupati Inhu, Putra Gunawan sebagai tersangka dalam kasus yang sama dengan nilai Rp109 juta. Putra Gunawan sudah mengembalikan dana yang ia gunakan, namun pengembalian tersebut tidak menggugurkan pidana yang lakukannya.

Kejari Rengat juga sudah melaporkan kasus korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Sebab kasus ini merupakan atensi dari KPK, sehingga Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga sudah dilaporkan ke lembaga korupsi tersebut.(kas)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DUA POLISI TEWAS
Penangkapan Maling Helikopter Berlangsung Dramatis
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:56 wib
PERGI KE LUAR NEGERI TANPA IZIN
Bupati Cantik Ini Diberhentikan Selama Tiga Bulan
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:36 wib

Pamor Akan Adakan Festival Kuliner Bakso dan Kuda Kepang
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:20 wib
DITEMUKAN MENINGGAL DI HOTEL
Dolores yang Malang, dari Pelecahan Seksual Hingga Bipolar
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:12 wib
MASIH KATEGORI AMAN
Utang Luar Negeri Indonesia Capai Angka Rp4.688,5 Triliun
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:03 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Sekda Sampaikan Pidato Bupati di DPRD
Selasa, 16 Januari 2018 - 12:07 wib
Satpol PP Pekanbaru Siluman
Agus: Tidak Ada Anggota Fiktif
Selasa, 16 Januari 2018 - 12:06 wib
Pemko Siap-siap Pindahkan Aset
Februari, Flyover Dibangun
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:30 wib

Pulangkan 150 Pengungsi Rohingya Setiap Hari
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:16 wib
Mesin Kapal Layar Motor Rusak
Pasutri WNA Terdampar, Administrasi Lengkap
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:16 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Pelaku Pembuang Bayi Ditangkap di Pekanbaru

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:47 WIB

Ditemukan Cekikan di Leher

Selasa, 16 Januari 2018 - 09:56 WIB

Gelapkan Inti Sawit, Dua Sopir dan Operator Ditahan

Selasa, 16 Januari 2018 - 09:15 WIB

Karena "Stempel" Terlihat, Siswi SMP Ketahuan Digagahi Pacar
Keberadaan Terduga Penipuan Terjun ke Sungai Masih Misterius
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us