Wonderful Indonesia
Berjihad Seks ke Suriah, Gadis Tunisia Layani Hingga 100 Pemberontak
Senin, 23 September 2013 - 03:57 WIB > Dibaca 1505 kali Print | Komentar
PEMERINTAHAN Tunisia, rupanya merasakan dampak cukup serius akibat dari pecahnya konflik saudara di Suriah. Bukan saja dari sektor keamanan dan ekonomi, melainkan yang lebih memiriskan adalah pergerakan sosial gadis-gadis Tunisia untuk melaksanakan apa yang mereka sebut sebagai 'jihad seks'. Nah, sekembalinya ke tanah air, sudah berbadan dua.

Hal inilah yang membuat pusing Pemerintah Tunisia. Melalui Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi Bin Jeddo seperti dikutip dari laman Al-Arabiya, 20 September, Bin Jeddo mengungkapkan, para perempuan Tunisia itu biasa melakukan hubungan seks dengan 20, 30, bahkan 100 pria pemberontak di Suriah.

"Atas nama 'jihad seksual', mereka pulang dengan perut hamil. Nah, apakah kita hanya diam dan tak melakukan apa-apa,” ucap Jeddo dalam pidatonya di National Constituent Assembly.

Sejauh ini, kementeriannya sudah melarang sekitar 6.000 warga Tunisia yang ingin bepergian ke Suriah, sejak Maret 2013 lalu. Selain itu, mereka juga menangkap dan menahan sebanyak 86 orang yang diduga bagian dari jaringan yang mengirim pemuda Tunisia untuk berjihad ke Suriah.

“Pemuda kita itu ditempatkan di garis terdepan dan diajarkan mencuri dan menyerang desa-desa," kata Bin Jeddo lagi.

Direktur Umum Keamanan Masyarakat, Mustafa Bin Omar, Agustus lalu mengatakan, sel dari 'jihad seks' ini terbongkar di wilayah barat negara tersebut, di mana kelompok pemberontak Al-Qaeda bersembunyi.

 Bin Omar juga mengungkapkan kepada wartawan, wajah para gadis-gadis tersebut ditutup saat melayani seks pemberontak pria. (sms/int/f/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DILONTARKAN GUBERNUR LEMHANAS
DPR Tolak Wacana Pembubaran Korem dan Kodim, Ini Alasannya
Rabu, 19 September 2017 - 21:00 wib
SEPANDANGAN DENGAN PEMERINTAH
Isu Kebangkitan PKI, MUI Imbau Masyarakat Waspada
Rabu, 19 September 2017 - 20:50 wib
TERKAIT KONFLIK DI MYANMAR
Ini Penjelasan Ketua BNPB soal Tudingan Pencitraan Bantuan ke Rohingya
Rabu, 19 September 2017 - 20:40 wib
CATATAN DITJEN DUKCAPIL
Terkait e-KTP, 9 Juta Lebih Penduduk Belum Lakukan Perekaman
Rabu, 19 September 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ADANYA HOAX
Cari Dalang Kerusuhan, Polisi Bakal Periksa Anggota YLBHI
Rabu, 19 September 2017 - 20:20 wib
TERKAIT KONFLIK ARIS-NOVEL
Agus Rahardjo: Tanpa Polri, Kinerja KPK Tak Akan Berjalan Baik
Rabu, 19 September 2017 - 20:00 wib
POLISI SEMPAT AMANKAN 12 ORANG
Penyerangan Kantor YLBHI, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Rabu, 19 September 2017 - 19:45 wib
GAGASAN PRESIDEN JOKOWI
Pemutaran Kembali Film G30S PKI Tuai Dukungan Pimpinan DPR
Rabu, 19 September 2017 - 19:30 wib
TERKAIT SEMINAR 65 DI YLBHI
PKI Diisukan Bangkit Lagi, PBNU Keluarkan Sikap Tegas Ini
Rabu, 19 September 2017 - 19:15 wib
PULUHAN ORANG SEMPAT DITAHAN
Kivlan Zen Akan Tuntut YLBHI soal Tudingan Sebagai Dalang Kerusuhan
Rabu, 19 September 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Bantuan untuk Rohingya Dituding Pencitraan, Ini Bantahan Wapres
Sangat Peduli dengan Orang Tidak Mampu

Selasa, 19 September 2017 - 14:56 WIB

London Kembali Diteror, Kereta Bawah Tanah Jadi Sasaran

Jumat, 15 September 2017 - 19:20 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Bangladesh

Jumat, 15 September 2017 - 08:20 WIB

Warga Rohingya Dinilai Perlu Diberikan Status Kewarganegaraan dari Myanmar
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini