Depan >> Berita >> Riau >>
Konflik Pertanahan di Riau Tinggi
Kamis, 26 September 2013 - 11:01 WIB > Dibaca 307 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RP) -Konflik sumber daya alam yang panjang dapat jadi penyebab gangguan ekonomi masyarakat.

Hal itu karena kebijakan dalam pengaturan ruang pemanfaatan dan akses Sumber Daya Alam (SDA) belum sepenuhnya bisa-  diperguanakan oleh masyarakat.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Scale Up, Harry Oktavian saat jadi pembicara dalam ‘’Dialog Resolusi Konflik Sumber Daya Alam’’ di auditorium RRI Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Rabu (25/9).

Dialog setengah hari itu juga menghadirkan pembicara dari pemerintahan, seperti Dinas Kehutan (Dishut) Riau, Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Kanwil BPN Riau, dan beberapa organisasi masyarakat sipil seperti HUMA, Jaringan Masyarakat Gambut Riau dan Scale Up sendiri.

Harry menyebutkan, Scale Up mencatat tren konflik tenorial (pertanahan) di sektor kehutan di empat provinsi di Sumatera menunjukkan eskalasi dan intensitas tinggi.

‘’Yang tertinggi itu di Riau sekitar 230.492 hektare, diikuti Sumatera Selatan 192.500 hektare, Jambi 176.335 hektare dan Sumatera Barat 125.924 hektare,’’ ujar Harry.

Lebih lanjut Harry menjelaskan, inisiatif penyelesaian konflik sumber daya alam yang ada tidak sebanding dengan meningkatnya jumlah konflik yang muncul.

‘’Alternatif penyelesaian konflik di luar mekanisme pengadilan atau melalui dialog dan mediasi sangat menjadi tantangan para pihak yang berkonflik. Ini diharapkan terciptanya suasana harmoni yang berkelanjutan dan menjawab persoalan yang ada,’’ imbuhnya.

Dialog yang dihadiri oleh berbagai eleman masyarakat, baik itu akademisi, instansi pemerintah, swasta serta organisasi masyarakat sipil (OMS), atau pemerhati lingkungan ini bertujuan agar terciptanya kesepahaman bersama tentang penyelesaian konflik sumber daya alam di Riau.(*3)

KOMENTAR
Berita Update
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Selasa, 17 Juli 2018 - 00:42 wib
KASUS SUAP
Kaget Rumahnya Digeledah KPK, Begini Komentar Dirut PLN
Selasa, 16 Juli 2018 - 21:00 wib
PASCA-OTT
Anggota DPR Kembali Digarap KPK, Begini Komentar Bamsoet
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:45 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Ada Kejutan dari Demokrat saat SBY dan Prabowo Bertemu
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:30 wib
PEMILU 2019
Bacaleg Partai Berkarya: dari Paramitha Rusady hingga Sultan Djorghi
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:15 wib
BENTUK INTOLERANSI
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:45 wib
MENJADI 51,2 PERSEN
Soal Divestasi Saham Freeport, Simak Penjelasan Terbaru dari Jokowi Ini
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Harry Kane Dihujat karena Raih Sepatu Emas Tanpa "Berkeringat"
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:15 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, ICW Rekomendasikan Tokoh Hukum Ini
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:00 wib
KASUS KORUPSI
20 Hari ke Depan, Mantan Dirut PT Jasindo Jadi Tahanan KPK
Selasa, 16 Juli 2018 - 18:45 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
500 Ha Kebun Kelapa Tak Produktif

Senin, 16 Juli 2018 - 16:00 WIB

Anggaran Terbatas, Jalan Minim Rambu Lalu Lintas

Senin, 16 Juli 2018 - 15:40 WIB

Jalur Kilek Keramat Juara Rayon Satu

Senin, 16 Juli 2018 - 15:20 WIB

Terjun ke Sungai, Seorang ABK Meninggal

Senin, 16 Juli 2018 - 15:10 WIB

Antisipasi Laka Laut, Izin Pelayaran Diperketat

Senin, 16 Juli 2018 - 15:07 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
Sepaktakraw Optimis Raih Emas