Pukulan Telak Nazaruddin

21 Juli 2011 - 07.22 WIB > Dibaca 751 kali | Komentar
 

Wawancara  langsung antara M Nazaruddin dengan dua stasiun televisi nasional (Tv One dan Metro Tv) Selasa malam boleh jadi sebagai pukulan telak bagi institusi pemerintah yang menangani persoalan hukum di Tanah Air.

Setidaknya dua lembaga penegak hukum Polisi Republik Indonesia (Polri) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi telah dibuat tidak berkutik di mata publik.

 Sebab, hingga kini, baik Polri maupun KPK masih saja belum bisa mengembalikan Nazaruddin yang telah tercatat  dalam daftar pencarian orang diIinterpol. Bahkan  jangankan untuk memulangkan Nazaruddin, melacak keberadaannya pun seakan tak mampu.

Berbagai pertanyaan tentang keseriusan KPK dan Polri menangani masalah Nazaruddin pun kian membengkak dalam benak publik di negeri ini.  Sebegitukah kemampuan penegak hukum dalam menangani masalah.

Apakah penegak hukum hanya mampu bersikap dan bertindak secara formalitas belaka, apakah gunanya memasukan Nazaruddin dalam daftar pencarian orang dengan menggunakan Interpol.

Tidakkah para pejabat kita dilengkapi dengan perangkat yang mampu melacak keberadaan Nazaruddin?  Dan masih banyak lagi berbagai pertanyaan yang   membekas dalam benak publik setelah meyaksikan siaran langsung  Nazaruddin dengan Tv One maupun Metro Tv.

Bahkan pada saat wawancara Nazaruddin dan Tv One itu sejumlah penegak hukum, baik dari kepolisian, pengacara bahkan juga anggota DPR pun menyaksikan langsung.

Karena wawancara itu berlangsung saat acara Jakarta Lawyer  Club  yang menghadirkan penegak hukum di tanah air. Satu hal yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah pihak kepolisian dan KPK benar-benar tidak tahu akan keberadaan Nazaruddin, atau ini sebuah skenario besar untuk suatu kepentingan yang lain.

Peristiwa Selasa malam itu jelas mengingatkan publik pada sepak terjang KPK beberapa waktu lalu dalam menangani masalah hukum, seperti Anggodo dan Angoro,  Gayus Tambunan dan kasus-kasus sebelumnya.

Dimana pihak KPK tidak hanya bisa melakukan penyadapan percakapan antara tersangka dengan penasehat hukumnya., Tapi juga bisa mendeteksi keberadaan tersangka itu sendiri lengkap dengan lokasi titik oordinatnya. Lantas kenapa dalam kasus Nazaruddin ini aparat hukum sekan melempem, bahkan dipermalukan di depan publik??

Namun yang pasti, seharusnya sejak keberangkatan Nazaruddin ke luar negeri pihak kemanan sudah bisa mendeteksi keberadaan nya. Bukankah negeri ini memiliki intel, bukankah pejabat penegak hukum dibekali dengan perangkat pelacak sinyal, penyadapan percakapan dan sebagainya.***
KOMENTAR
Terbaru
Aura Kasih, Tak Kuat Jauh dari Pacar

Rabu, 19 September 2018 - 12:22 WIB

Bingbing, Tersangkut Kasus Pajak dan Ditinggal Fans

Rabu, 19 September 2018 - 12:19 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Pencairan Tunda Bayar Prioritas

Rabu, 19 September 2018 - 11:50 WIB

11 Pejabat Kembali Dilantik

Rabu, 19 September 2018 - 11:25 WIB

Follow Us