Ini Tandanya Orang Kecanduan Seks
Rabu, 15 Januari 2014 - 12:39 WIB > Dibaca 2349 kali Print | Komentar
Ini Tandanya Orang Kecanduan Seks
KEGIATAN seks memang salah satu kebutuhan manusia. Meski kebutuhan, kegiatan seks haruslah disalurkan dengan cara yang benar sesuai dengan aturan agama, norma, dan nilai kesehatan. Namun bagi beberapa orang, aktivitas seks bisa menjadi candu, yakni ketika hasrat seksualnya begitu kuat sehingga sulit dikontrol.

Kecanduan seks adalah ketika hasrat seks meningkat dan berubah menjadi obsesi pada seks. Obsesi pada seks ini bisa mengarah pada masalah yang berkaitan dengan hubungan kerja dan juga interaksi sosial. Mengingat kecanduan seks termasuk masalah kesehatan mental, maka Anda perlu mewaspadainya dan harus mengobatinya dengan segera.

"Kecanduan seks adalah kebutuhan kompulsif untuk melakukan tindakan seksual guna mendapatkan pemenuhan. Ini serupa dengan perokok yang mendapatkan pemenuhan dari merokok cerutu," kata psikiater di Breach Candy Hospital, Mumbai, Dr Vihang Vahia, seperti dilansir laman Health Me Up, Selasa (14/1).

Karena ada dorongan seksual yang begitu kuat dan mendesak, maka pecandu seks akan mencari banyak pasangan. Bahkan demi memenuhi hasrat seksualnya, ada yang kemudian melakukan hubungan seksual dengan anak-anak, hewan, dan benda mati. Karena kegiatan seks sudah melekat benar dalam pikirannya, maka kecanduan seks dapat mendorong penderitanya untuk sering melakukan masturbasi atau melihat pornografi kapan saja dan di mana saja.

Berikut ini tanda-tanda seseorang mengalami kecanduan seksual:

1. Memiliki rahasia kehidupan seks
Jika seseorang mulai selingkuh, dan kemudian memiliki dua atau lebih kehidupan percintaan, bisa jadi dia sudah kecanduan seks. Ketika bersama pasangan yang sah, dia memiliki kehidupan yang normal. Namun dengan pasangan rahasianya, secara sembunyi-sembunyi dia akan mendatangi kelab malam yang menyajikan penari telanjang atau sembunyi-sembunyi saat menonton konten bermuatan pornografi.

2. Masturbasi kompulsif
Masturbasi di satu sisi memang aman dan sehat, asalkan tidak dilakukan dengan berlebihan. Berlebihan maksudnya jika kegiatan ini dilakukan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya seseorang jadi sering terlambat datang ke kantor, karena sebelumnya harus bermasturbasi terlebih dahulu.

Pecandu seks pikirannya akan selalu disibukkan dengan memikirkan berhubungan seks sepanjang waktu. Sehingga untuk mengatasinya, dia sering bermasturbasi untuk mendapatkan kesenangan. Masturbasi kompulsif dapat terjadi pada seorang pecandu seks pada waktu tertentu, misalnya saat dia sedang berada di bioskop, tempat kerja, atau saat bepergian.

Saat dorongan bermasturbasi begitu kuat, bisa jadi aktivitas ini menjadi semakin destruktif yang pada akhirnya akan mengarah pada sadisme atau keinginan bunuh diri.

3. Kecanduan hal-hal berbau porno
Sesekali menonton film porno dengan pasangan untuk meningkatkan kenikmatan seksual, bukanlah yang dimaksud di sini. Kecanduan hal-hal berbau porno adalah ketika pecandu seks melihat konten pornografi pada saat dirinya sedang berada di suatu pertemuan. Kegiatan ini dilakukan semata hanya untuk memenuhi dorongan seksualnya. Kecanduan ini dapat mengganggu kehidupan pribadi dan profesional seseorang secara drastis.

4. Tidak percaya hubungan emosional
Pecandu seks tidak percaya pada hubungan emosional. Satu-satunya hal yang mereka inginkan adalah seseorang yang akan membantu mereka untuk memenuhi keinginan seksnya. Para pecandu seks biasanya cenderung mengingat pasangan seks mereka hanya sebatas hubungan seksnya. Karena itu biasanya mereka ingin menjauh dari pasangan seksnya setelah selesai berhubungan seks.

5. Satu-satunya hal dalam pikiran hanyalah seks
Para pecandu seks biasanya memiliki kesulitan untuk berfokus pada hal selain seks. Itu makanya mereka punya kebiasaan menonton konten-konten porno, melakukan masturbasi berlebihan, berhubungan seks dengan seseorang di sekali waktu pertemuan, menjejali hari-harinya.

6. Tidak puas dengan satu pasangan seks
Seorang pecandu seksual bisa jadi adalah seseorang yang memiliki pernikahan yang bahagia, di mana pasangan selalu mendukung pekerjaannya. Akan tetapi dia tidak puas sehingga sering menyelinap keluar dari rumahnya demi bisa berhubungan seks dengan orang lain. Satu pasangan seksual tidak memuaskan, maka itu mereka selalu mencari yang banyak.

Meskipun sadar dengan perilakunya yang berpotensi menimbulkan masalah, namun dia akan tetap pergi dan berhubungan seks dengan orang asing, demi kecanduannya terpenuhi. Ini adalah bagian yang mengkhawatirkan dari kehidupan seorang pecandu seks. (fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 wib
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib
Cari Berita
Gaya Hidup Terbaru
Keren, MuyenBrand Kini Go Internasional

Minggu, 13 Januari 2019 - 22:24 WIB

Benarkah Kafein Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Sabtu, 08 Desember 2018 - 10:14 WIB

Pikirkan Sebelum Upload Foto Anak di Medsos

Selasa, 27 November 2018 - 17:27 WIB

Penasaran? Inilah Helm Jokowi saat Riding ke Pasar

Senin, 05 November 2018 - 14:05 WIB

Youtuber Cilik Raup  Miliaran Rupiah per Bulan

Senin, 08 Oktober 2018 - 18:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us