PON, Jangan Alergi Kritikan

23 Juli 2011 - 08.28 WIB > Dibaca 768 kali | Komentar
 

Setiap pemerintahan memiliki kebijakan jangka pendek dan jangka panjang, sehingga antara satu pemimpin apakah presiden, gubernur dan bupati selalu berbeda.

Apa yang dialami Riau, menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang dilaksanakan 2012 mendatang, tentunya program ini memerlukan dana yang tidak sedikit.

Dampaknya, terpaksa sejumlah kegiatan dikurangi dalam APBD, dan ini sempat dikeluhkan sejumlah camat.

Bagi rakyat Riau, menjadi tuan rumah adalah suatu kebanggaan, namun di sisi lain, Riau masih minim fasilitas olahraga, terpaksalah membangun sejumlah gedung olahraga yang anggarannya dari APBN dan APBD Riau, dan APBD kabupaten/kota.

Yang menjadi masalah adalah soal transparansi, bagi rakyat berapa pun dana yang disalurkan untuk pembangunan sarana PON adalah wajar, karena sebagai daerah yang penduduknya meningkat tajam, memang Riau memerlukan sarana itu, selain itu sarana olahraga ini juga bisa dimanfaatkan iven-iven lain.

Namun, harus jelas, berapa dana PON, sehingga rakyat tidak tertanya-tanya. Kita tidak ingin, setelah ajang PON 2012 ini dilaksanakan, muncul masalah hukum.

Apa yang dilakukan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE MP menggandeng BPKP dalam pengelolaan dana PON adalah langkah yang positif, namun perlu juga disampaikan ke publik berapa dana APBD yang digunakan dan program-program apa saja yang terpaksa dipangkas dan ditunda pekerjaannya karena PON tersebut, sehingga rakyat pun maklum.

Oleh karena itu, jika rakyat mengawasi jalannya PON XVIII ini adalah wajar dan sangat baik bagi pemerintah. Sebab, dengan diawasi para pengelolanya, baik kontraktor pemenang proyek dan pengelola dana kegiatan PON lainnya, mereka akan berhati-hati menjalankan keuangannya.

Pemerintah tidak perlu alergi dengan kritikan, lebih baik di awal dikritik, dari pada di akhir dikritik tapi setelah ditemukan masalah. Insya Allah, niat Riau sebagai tuan rumah PON XVIII ini akan berjalan sebagaimana diinginkan semua pihak dan tidak ada masalah di kemudian hari.

Pokoknya, jangan alergi kritikan. Bukankah teman yang baik adalah yang mengkritik secara santun, bukan yang terus menyanjung diri kita.***

KOMENTAR
Terbaru
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 WIB

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh
BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 WIB

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 WIB

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi
Follow Us