Halo Konsultan Jalan Cipta Karya

6 Desember 2016 - 14.27 WIB > Dibaca 874 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - WARGA Pekanbaru, Kecamatan Tampan, Kelurahan Sidomulyo Barat, khususnya yang bermukim di Jalan Cipta Karya Ujung sekarang banyak yang merasa gembira, karena, jalan menuju ke rumah mereka kembali diaspal. Aspal curah panas/hotmix. Mungkin dulu pernah diaspal dengan sitem konvensional.

Sebab, di sebagian jalan tersebut, masih ada sisa-sisa kerikil dengan adonan aspal yang sudah menipis. Dan hilang ditimbun tanah bawaan banjir parit yang meluap.

    Pengaspalan kembali jalan ini dimulai dari RPH (Rumah Potong Hewan). Tetapi  pengerjaannya terhenti setelah 500-an meter. Pas di depan Masjid Al-Jihad. Kenyataan ini membuat warga yang tinggal setelahnya, yakni sepanjang jalan menuju JalanTeropong harap-harap cemas. Apakah pengaspalan jalan ini hanya sampai di situ. Meskipun jalan menju Teropong juga sudah lama digeledor/diratakan.

Lain warga, lain pula informasi yang diperolehnya. Warga yang satu mengatakan. Jalan Cipta Karya akan diaspal seluruhnya sampai ke Jalan Teropong. Yang satu lagi mengatakan, pengaspalan ini hanya menghabiskan sisa aspal di tempat lain. Jadi tidak akan dilanjutkan ke Jalan Teropong.

Informasi yang saya peroleh dari berita RRI Pekanbaru, semestinya Jalan Cipta Karya ini sudah diaspal sampai ke Jalan Teropong sejak Januari 2015. Tetapi entah apa kendalanya. Kata seorang wakil rakyat, di Riau Pos, Gubernur harus turun tangan memecahkan masalah ini. Sebab, kedua jalan ini berada dalam wilayah kuasa Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar. Tapi seperti biasa, tak ada respons dari Gubernur. Warga Cipta Karya Ujung tetap berdebu di musim kemarau, berlumpur ria di musim hujan. Kasihan!

Saran saya kepada konsultan ataupun mandor jalan yang mengawasi kelanjutan pengaspalan Jalan Cipta Karya ke jalan Teropong. Harap digledor ulang jalan ini. Sebab, kondisi sekarang, bisa dilihat, kalau tanah di kiri kanan jalan lebih tinggi dari permukaan jalan. Dari 30 cm sampai 1 meter.

Jika jalan lebih rendah dari pinggir badan jalan, maka jika hujan turun, jalan aspal akan menjadi parit sebagai aliran air. Inilah yang membuat jalan aspal tidak bisa bertahan lama.

Sekarang pun, di sepanjang jalan tersebut, banyak warga yang membangun rumah dengan menimbun parit di depan rumahnya. termasuk pengembang yang membangun ratusan rumah. Silakan cek sendiri.***

Pandu Syaiful (Stepon),
warga Pekanbaru.
Email: syaifulpandu@yahoo.com
KOMENTAR
Terbaru
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 WIB

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh
BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 WIB

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 WIB

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi
Follow Us