JPO Tak Bertangga Jalan HR Soebrantas, Ada Apa?

23 Desember 2016 - 11.23 WIB > Dibaca 565 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Jembatan penyeberangan orang disingkat JPO adalah fasilitas pejalan kaki untuk menyeberang jalan yang ramai dan lebar atau menyeberang jalan tol dengan menggunakan jembatan, sehingga orang dan lalu lintas kendaraan dipisah secara fisik. Sesuai dengan definisi di atas, dapat dikatakan ruas jalan di area ini sudah memenuhi kriteria tersebut.

Tetapi apanya yang berbeda pada JPO Jalan Soebrantas ini? Anehnya, sejak pertama dibangun sampai saat ini,  jembatan penyeberangan orang disingkat JPO yang tepatnya di depan MTC Giant Panam ini tidak pernah digunakan karena tidak ada tangganya (Riau Pos, 16 Desember 2016)

Dari sisi kekuatan Struktur dan Arsitekturnya JPO, saya katakan sudah oke, yaitu kokoh dan cantik. Karena desain jembatan penyeberangan biasanya menggunakan prinsip yang sama dengan jembatan untuk kendaraan. Tetapi karena biasanya lebih ringan dari jembatan kendaraan, dalam desain JPO biasanya mempertimbangkan getaran dan efek dinamik dari penggunanya. Di samping itu masalah estetika juga menjadi pertimbangan penting dalam membangun JPO terutama di jalan-jalan protokol di mana desain arsitektur menjadi pertimbangan yang penting.

Karena tak bertangga, maka jembatan penyeberangan orang disingkat JPO ini hanya berfungsi sebagai tempat papan reklame. Sampai saat ini masih terpampang papan reklame yang besar-besar. Mengapa demikian? Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, sebab kalau dijawab tentu akan timbul 1.001 jawaban yang nantinya juga akan memusingkan kita atau orang-orang yang bertanya, bukankah begitu?***

Ir Rony Ardiansyah MT IPU,
pengamat perkotaan, dosen Teknik Sipil Universitas Islam Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Kapal Eastern Glory “Tabrak” Jembatan 2 Barelang

Rabu, 23 Januari 2019 - 18:46 WIB

Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 WIB

Hakim Kuatkan Putusan PN Siak

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 WIB

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 WIB

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 WIB

Follow Us