Lantai RTH Tunjuk Ajar Retak Bukan Karena Pengunjung

11 Januari 2017 - 10.16 WIB > Dibaca 581 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Antusiasme masyarakat yang memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru menarik perhatian Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. Ia pun langsung meninjau taman yang dibangun Dinas Ciptada Provinsi Riau tersebut. Sayangnya, beberapa bagian terlihat sudah dirusak sehingga Gubri memutuskan untuk menutup RTH sementara.

Marilah kita kutip terlebih dahulu pemberitaan berikut ini (Riau Pos, Selasa 10 Januari 2017, halaman 35, dengan judul Rumput Mati, Lantai Retak), pada paragraf kedua: “Doni tidak tahu persis mengapa lantai RTH rusak. Namun ia menduga ada tindak ketidaktertiban yang dilakukan pengunjung dan juga oleh para pedagang kaki lima (PKL). Ia menilai ini setelah melihat sejumlah kerusakan yang terjadi pada lantai dan rumput-rumput taman di sekitar RTH.”

Saya sepakat mungkin benar rerumputan bisa saja rusak terinjak oleh pengunjung, seperti pemberitaan Riau Pos, atas pernyataan tukang Andi dan Yusron. Tetapi, saya berbeda pendapat bila lantai keramik yang retak juga dirusak oleh pengunjung. Mengapa? Karena merusak lantai keramik bukanlah persoalan yang gampang, di samping pengunjung harus membawa peralatan tertentu itu pun tdak mudah untuk merusak lantai keramik yang terpasang dengan spesi semen yang kuat itu.

Kayaknya terlalu gegabah mengatakan lantai keramik dirusak oleh pengujung, meskipun kerusakan lantaikeramik mungkin bisa dirusak oleh pengunjung, tetapi potensi ini sangat kecil mungkin tidak sampai satun persen kemungkinannya. Maka menurut analisa saya, “lantai RTH Tunjuk Ajar retak bukan karena pengunjung”.

Banyak sekali faktor yang lebih dominan, akan terjadinya keretakan pada suatu lantai keramik, antara lain sebagai berikut: Pertama, saya melihat lantai keramik RTH yang begitu luas, jika tidak pada pemadatan tanah yang baik, tidak ada dilatasi, atau tidak adanya lantai kerja (lean concrete) yang semestinya, maka wajar lantai keramik itu retak. Kedua, penyusutan adukan semen-pasir. Umumnya keramik dipasang menggunakan adukan semen dan pasir. Sebelum dipasang, keramik direndam dalam air terlebih dahulu agar pada saat pemasangan kondisi keramik basah/ kedap air sehingga pada adukan semen-pasir juga terkandung unsur air. Selain itu, dalam kondisi basah keramik akan mudah melekat/menyatu dengan adukan semen-pasir akibat adanya perbedaan suhu. Perbedaan suhu ini menyebabkan keramik bagian atas lebih panas daripada bagian bawah sehingga terjadi penguapan air di bawah keramik. Akibat penguapan tersebut terjadi penyusutan pada campuran adukan sehingga timbul tegangan permukaan pada keramik yang menyebabkan keramik terlepas.

Ketiga, jarak antar-keramik. Pada beberapa kasus banyak ditemukan pemasangan antar keramik yang cukup rapat tanpa mempertimbangakan jarak/ nat antar keramik. Memang kesan yang muncul dari pemasangan antar keramik yang rapat adalah lebih kelihatan rapi. Namun apabila terjadi pemuaian, maka keramik tidak memiliki ruang muai sehingga terjadi saling tekan antar keramik, akibatnya terjadi tegangan permukaan sehingga keramik terlepas.

Keempat, perubahan suhu. Faktor ini biasanya menyebabkan terlepasnya keramik teras pada dinding maupun lantai. Selain itu, perubahan suhu ini bisa juga menyebabkan terlepasnya keramik pada gedung yang ber-AC. Hal ini terjadi karena sifat campuran adukan semen dan pasir, sebagai perekat pemasangan keramik yang kaku/tidak fleksibel. Apabila terjadi perubahan suhu, adukan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri sehingga keramik terlepas dari adukan. Kelima, kualitas keramik yang rendah. Kualitas keramik mempengaruhi kekuatan keramik dalam menerima beban yang diterimanya. Tak heran, kita menemukan seringkali kerusakan terjadi karena mutu keramik yang kurang baik sehingga mudah pecah atau rusak meski hanya menerima beban normal yang seharusnya tidak sampai membuat sebuah keramik rusak atau pecah.***

Ir Rony Ardiansyah MT IPU, pengamat perkotaan, dosen Teknik Sipil UIR.
KOMENTAR
Terbaru
Polisi Terus Kembangkan Kasus Pencurian Motor

Senin, 24 September 2018 - 08:17 WIB

Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 WIB

Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 WIB

Follow Us