Mengapa Gerbang Labuai City Walk Miring?

21 Januari 2017 - 09.40 WIB > Dibaca 728 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Pada halaman Metropolis Riau Pos, 18 Januari 2017 menampilkan foto Gerbang Labuai City Walk. Gerbang yang kelihatan di halaman 38 ini nampaknya sudah miring, tampak sebagian struktur fondasinya retak, struktur gerbang dan fondasi ini pun turun karena terjadi settlement. Gerbang yang dulunya tampah indah dan gagah, kini kelihatan sudah tidak terurus, padahal bangunan-bangunan lain yang berada di sekitar sini yang dibangun pada zaman itu atau yang lebih tua daripada itu masih ada yang berdiri kokoh.

Mengapa gerbang ini miring? Menurut estimasi saya, beban satu gerbang paling-paling 25 ton, tidak lebih dari 30 ton. Beban ini paling-paling setengahnya beban satu tiang ruko 3 lantai (berkisar 60-65 ton) atau kurang dari itu. Harusnya untuk mendesain fondasi yang beratnya hanya setengah beban satu tiang ruko tidaklah rumit-rumit, meskipun di tanah rawa sekalipun. Apalagi pelaksanaan dan pengawasan gerbang ini harusnya tidak ada teknologi yang tinggi, semuanya bahkan standar-standar saja atau di bawah itu.

Mengapa gerbang ini miring? Tempat di mana harus dipisah (diberi dilatasi) tidak dilakukan, yakni antara tower gerbang dengan pagar yang berada di samping kiri dan kanan tower. Kecuali menggunakan fondasi dalam (tiang pancang) sampai tanah keras, bisa saja dilatasi area ini boleh diabaikan. Tetapi bila menggunakan fondasi dangkal atau cerucuk kayu (friction pile) maka wajib ada pemisahan struktur gerbang (tower) dengan tembok yang ada di sampingnya. Makanya, kelihatan jelas di gambar, tower miring dan tembok pun retak terpisah (putus).

Mengapa gerbang ini miring? Memang berbagai kemungkinan bisa terjadi, kesalahan pelaksanaan, pengawasan yang lalai, sampai dengan kesalahan perencanaan struktur bangunan. Kesalahan perencanaan bisa terjadi karena tidak memahamai karakter dari bangunan yang dirancang, misalnya perlu pemisahan struktur tidak dilakukan, tidak ada antisipasi terhadap momen guling, bila fondasi struktur bangunan didesain sebagai friction pile. Kecuali tiang fondasi didesain sebagai tiang tahanan ujung (end bearing pile), maka persyaratan perancangan strukrur bangunan harus diperhatikan dengan seksama, terutama akibat penurunan (settlement) terhadap rusak atau patahnya elemen struktur bangunan tersebut.*** 

Ir Rony Ardiansyah MT IPU, 
pengamat perkotaan, 
dosen Teknik Sipil UIR.
KOMENTAR
Terbaru
BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 WIB

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 WIB

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi
Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan
Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 WIB

Follow Us