Membatasi Aktivitas Anak, Baikkah?

23 Januari 2017 - 11.42 WIB > Dibaca 824 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Semua manusia sejatinya adalah seorang pembelajar tetapi masalahnya kita secara tidak sadar sering memberi perlakuan tak menyenangkan ketika anak belajar atau mungkin  pernah mendapat stimulasi tidak menyenangkan terhadap anak  semasa kecil, misalnya seorang  anak kecil yang usianya masih satu tahun. Pada usia tersebut rasa ingin tahunya  sangat tinggi dan dilakukan dengan caranya sendiri. Mereka  biasanya ingin memasukan semua barang ke dalam mulutnya. Yang sering terjadi adalah orang tua melarang si anak secara verbal sambil menarik barang tersebut. Ini salah satu pe¬≠rilaku orang tua yang tidak menyenangkan si anak.

Ketika anak belajar berjalan, banyak la¬≠rangan-larangan dari orang tua. Begitu juga ketika anak mulai belajar berbicara,sering anak melontarkan pertanyaan berulang-ulang, sehingga orang tua menjadi bosan untuk menjawab, apakah orang tua capek untuk  menjelaskan karena berulang-ulang atau malas untuk menjawab.  Begitu juga  saat si anak  melihat barang-barang yang ada di dalam atau di sekitar rumah biasanya anak ingin melihat lebih dekat dan memegangnya, orang tua malah menjauhkan barang-barang tersebut dari jangkauan anak mungkin karena takut rusak atau mungkin bisa mencederakan anak. Padahal kegiatan-kegiatan yang terjadi pada anak di saat itu ini semua  adalah proses belajar si anak untuk mengisi informasi di otaknya.  

Begitu juga dalam hal kasih sayang yang berlebihan, atau tindakan kelewat memanjakan anak, maka hal yang demikian itu akan berakibat tidak baik terhadap anak itu sendiri.  

Nah dari contoh-contoh tersebut secara tidak sadar kita telah membatasi anak untuk belajar dan berinteraksi. Lalu apa yang harus dilakukan orang tua? Sebagai orang tua sangat besar peranannya pada masa tumbuh kembang anak tersebut. Dengan kumunikasi  cinta setiap  didikan, orang tua harus bekerja sama dan saling membantu dalam mengatasi permasalahan dan keinginan anak.  

Semoga orang tua menyadari masa-masa pertumbuhan itu merupakan masa belajar anak.***

Helmi Azman,
mahasiswa Ekonomi Syariah STAIN Bengkalis.

KOMENTAR
Terbaru
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 WIB

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 WIB

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 WIB

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 WIB

Follow Us