Tindas Palestina, Israel Kini Dijuluki Negara Apartheid

20 Maret 2017 - 10.32 WIB > Dibaca 411 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - YA, julukan itu resmi disandangkan sejak Rabu (15/3) lalu setelah sebuah laporan terbaru Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA) menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan praktik apartheid terhadap warga Palestina. Sekjen ESCWA Rima Khalaf sendiri, Sabtu, resmi mengundurkan diri setelah mengatakan bahwa PBB telah menekan dia untuk menarik laporannya itu. Laporannya malah sudah dihapus dari laman ESCWA.

Apartheid merupakan bentuk penindasan yang pernah dipraktikkan terhadap warga mayoritas kulit hitam di Afrika Selatan selama pemerintahan kulit putih minoritas. Kini julukan itu melekat ke Israel karena kebijakan rezim zionis itu terhadap warga Palestina di wilayah yang diduduki atau dikuasai  Israel.

ESCWA sendiri memastikan bahwa dokumen yang mereka rilis itu disusun atas dasar penyelidikan ilmiah dan bukti bahwa Israel bersalah karena kejahatan apartheid. Bahwa Israel memberlakukan praktik apartheid terhadap warga Palestina dengan menindas mereka melalui undang-undang yang berbeda, baik dalam kebijakan maupun praktiknya.

Di antaranya meliputi pemukiman Israel, jalan terpisah untuk warga Israel dan Palestina di banyak pemukiman, pos pemeriksaan militer, hukum perkawinan, tembok penghalang Tepi Barat, penggunaan warga Palestina sebagai tenaga kerja dengan upah murah, ketidakadilan di bidang infrastruktur, hak-hak hukum, dan akses terhadap wilayah dan sumber daya antara Palestina dan warga Israel di wilayah yang diduduki Israel.

Termasuk yang paling fenomenal yakni  produk hukum Israel membolehkan merekrut semua warga Yahudi di seluruh dunia untuk masuk dan menjadi warga negara Israel. Sementara untuk hal yang sama tidak berlaku bagi warga Palestina, kendati secara historis memang itu tanah leluhur mereka. Artinya, ada perlakuan diskriminatif terhadap non-Yahudi, khususnya terhadap warga Arab, yang digolongkan warga kelas dua.

Semua perlakuan itu sangat mirip dengan apa yang dipraktikkan rezim apartheid di Afrika Selatan dulunya. Padahal, unsur-unsur yang diterapkan melalui pendudukan Israel merupakan bentuk kolonialisme dan apartheid, yang bertentangan dengan hukum internasional.

Karena itulah, dari bukti yang tersedia, ESCWA tanpa ragu menyimpulkan bahwa Israel bersalah karena kebijakan dan praktik yang mereka terapkan merupakan kejahatan apartheid yang didefinisikan berdasarkan hukum dalam instrumen hukum internasional.

Kita menggarisbawahi, betapa semua tindakan tidak manusiawi yang dipraktikkan  Israel dilakukan  untuk tujuan membentuk dan mempertahankan dominasi oleh satu kelompok rasial terhadap kelompok lainnya dan secara sistematis menindas mereka. Dalam hal ini, korbannya adalah rakyat Palestina.

Dengan latar belakang inilah, Israel benar-benar tergolong negara rasis yang telah mendirikan sebuah sistem apartheid yang menganiaya rakyat Palestina sepanjang masa pendudukan. Kita berharap dunia tidak membiarkan semuanya ini berlarut-larut.***
KOMENTAR
Terbaru
Saksi Kasus Suap Auditor BPK Segera Digarap KPK

Selasa, 30 Mei 2017 - 18:04 WIB

Pansus Angket KPK, Sejumlah Fraksi Mulai Kirimkan Anggota
Proses Hukum di Kepolisian Tak Bisa Diintervensi Aksi Massa
Penyebar Hoax Kapolri Minta Penangguhan Penahanan

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:43 WIB

MUI Imbau Pendukung Rizieq Tidak Anarkistis

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:38 WIB

Follow Us