Muhammad Rum

Membangun SDN 001 Bangkinang

18 April 2017 - 12.14 WIB > Dibaca 1402 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Sebelumnya penulis mohon maaf seandainya tergores hadap naik, tersenggol hadap turun. Maklumlah lidah yang tak bertulang, mulut yang tak berbingkai. Murai yang akan berkicau, ranting yang akan menusuk, dahan yang akan menimpah.

Tujuan penulis memaparkan pikiran dan perasaan hanya sekadar “Kok talolok dijagokan, kok talupo diingekkan” maklumlah, dek lamo lupo, dek banyak agu.

Sebagai salah seorang alumni SDN 001 Bangkinang yang tamat sekitar tahun 1972, merasa berhati iba, memandang dan memperhatikan lokasi SDN 001 Bangkinang yang dulunya kita tempat belajar, bercanda dan bergurau kini sudah rata dengan bumi. Hati siapa yang tidak gunda dan gulana menengok keadaan yang demikian. Mungkinkah hal ini kita biarkan sepanjang masa.

Untuk kita ketahui bersama, bahwa SDN 001 Bangkinang merupakan SD yang pertama dan utama di Kabupaten Kampar. Menurut laporan bulanan dan sejarah dari orang tua kita, bahwa SDN 001 Bangkinang dibangun 40 tahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1905.

Bisa kita bayangkan sudah berapa banyak siswa yang tamat di SD ini, tak terhitung dengan jari, tak terpentik oleh kalkulator. Mungkin sudah mencapai puluhan ribu manusia yang mengenyam pendidikan di situ. Kini timbul pertanyaan dari penulis, “Apakah kita biarkan sekolah kita hilang ditelan masa, pergi tak tahu rimbanya, dan mati di mana pusaranya?”

Saudara-saudaraku seperjuangan dan sependeritaan selama belajar di SDN 001 Bangkinang apalagi sekarang ini, Anda sudah menjadi pejabat penting pada instansi-instansi tertentu. Palingkanlah sejenak pandangan Anda ke SD yang kita tinggalkan, luangkanlah sedikit waktu untuk baundiong bagaimana sebaiknya supaya SD kita hidup mekar kembali namanya.

Penulis cukup prihatin menengok anak-anak kita belajar yang menumpang di salah satu MDA yang ada di Bangkinang Kota. Sudah setahun mereka numpang belajar di situ. Tak sedikit carut marut dan derita dialami oleh anak kita tersebut, namun sebagai seorang penumpang mereka terpaksa memicingkan mata, mengusap dada menerima semua apa yang disampaikan orang lain. Nampaknya tulo-tulo tempat mereka belajar pada masa depannya masih kabur alias kolam.

Untuk sahabat ketahui, siswa belajar di SDN 001 Bangkinang semakin hari semakin menyusut. Informasi penulis terima siswa kelas 1 tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 12 orang. Mungkin untuk tahun pelajaran 2017/2018 siswa kelas 1 bisa “nihil”.

Begitu juga dengan halnya guru-guru atau tenaga pengajarnya satu persatu (manyalusui) seperti upio jatuoh. Kita tidak bisa menyalahkan guru, tapi keadaanlah yang menuntut mereka harus pindah “dari pado ndk ado local untuok awak, elok pindah ke sekolah lain yang membutuhkan guru. Apalagi bagi mereka yang sudah sertifikasi, tidak memegang kelas atau mengajar sekurang-kurangnya 24 jam dalam seminggu, maka dana sertifikasinya tidak menerima. Alasan ini logis dan bisa diterima dengan akal sehat.

Kini kita berandai-andai. Seandainya bangunan sekolah itu tidak dibangun tahun ini, mungkinkah guru bertahan selamanya?

Inilah PR yang akan kita jawab bersama terutama bagi kita alumni SDN 001 Bangkinang. Apa daya dan upaya kita sekolah kita itu dikenal dan dihormati kembali oleh orang banyak.***

Muhammad Rum, warga Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Kakek 60 Tahun Nikah dengan Remaja Cantik Pakai Mahar Rp300 Ribu Saja
Yang Dielus Gubernur Ganjar Pranowo Ini Bukan Hamil Biasa
Angin Reshuffle Kabinet Berhembus Lagi

Jumat, 24 November 2017 - 00:28 WIB

Pemerintah Bangun Ribuan Rumah Seharga Rp90 Juta, Silakan Pakai
Tahu Ga..., Setya Novanto Itu Pernah Jadi Sopir

Jumat, 24 November 2017 - 00:02 WIB

Follow Us