Pandu Syaiful

Cukup Fotokopi STNK

5 Mai 2017 - 11.49 WIB > Dibaca 2006 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - COBALAH diamati! Sedikitnya 10 sampai 15 orang setiap hari di Samsat, selalu ada warga yang mengurus pengganti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang hilang. Tentu disertai dengan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian setempat, di mana warga tersebut berdomisili. Jika tidak diurus, akan ditilang bila mengendara tanpa dilengkapi dengan STNK asli, selain SIM.

Terlepas dari, apakah sang aparat bersangkutan suka dan mengharapkan hal ini sering terjadi, agar ada pemasukan untuk kas negara atau kantung pribadi, menurut saya, untuk setiap pengendara, atau pemilik kendaraan tidak harus membawa STNK asli. Cukup STNK fotokopian saja. Jika perlu, STNK tersebut dilegalisasi. Tetapi jika kendaraan tersebut tersangkut masalah, mungkin lakalantas, atau berhubungan dengan tindak kejahatan, si pengendara diharuskan menjemput dan memperlihatkan STNK aslinya.

Masalahnya begini, mungkin dalam sehari, sebuah kendaraan pada sebuah keluarga dipakai oleh tiga, empat atau malah lima orang secara bergantian dalam waktu-waktu yang tidak menentu. Salah seorang atau salah dua di antara mereka sering lupa meminta atau memberikan STNK asli kepada pemakai berikutnya. Tentu ini akan menjadi masalah jika ada razia.

Ketika STNK tersebut hilang atau tidak ditemukan ketika diperlukan, tidak ada yang mengaku. Jika tercecer di jalan, tidak semua orang ingin mengantar atau mengembalikan kepada pemiliknya. Maka dinyatakan hilang.

Begitulah ceritanya.
Jadi, menurut saya, untuk kendaraan bermotor apa pun, tidak perlu membawa STNK asli. Cukup fotokopinya saja (atau yang sudah dilegalisasi), kecuali keluar provinsi,   tetapi, itu tadi, jika ada masalah dengan kendaraan tersebut, si pengendara harus menjemput pulang STNK aslinya. Dengan demikian, masyarakat tidak repot, aparat pun tidak sibuk untuk proses gonta-ganti STNK ini.***

Pandu Syaiful, warga Pekanbaru, syaifulpandu@yahoo.com
KOMENTAR
Follow Us