Menata Angkutan Umum

19 Mai 2017 - 11.10 WIB > Dibaca 366 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Awak armada taksi konvensional di Kota Pekanbaru terus menyuarakan keinginannya agar taksi online ditertibkan. Namun aspirasi mereka tidak tidak mendapat respons yang lebih cepat dari aparat terkait. Akibatnya para sopir taksi konvensional pun bertindak dengan men-sweeping armada taksi online, Uber tersebut. Sweeping itu dilakukan dengan penjebakan.

Akan tetapi tindakan dari sopir itu tidak berjalan mulus. Sebagai pengemudi Uber keberatan di-sweeping oleh bukan petugas. Akhirnya terjadi keributan. Namun sopir taksi konvensional yang jumlah banyak membuat pengemudi armada taksi online kocar kacir.

Sweeping itu dilakukan di Jalan Sudirman tepatnya di Jalan Cut Nyak Dien samping Bank Indonesia, Rabu (17/5). Para sopir taksi resmi itu melakukan pemesanan melalui aplikasi Uber yang ada di Smartphone mereka. Setelah lama ditunggu, akhirnya salah seorang driver Uber yang menggunakan mobil merk Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi BM 1860 TW datang ke lokasi penjemputan yang telah disepakati.

Sesampai di sana driver Uber langsung diamankan dan diminta keluar dari kendaraannya. Aksi sweeping tanpa didampingi pihak kepolisian dan Dishub Kota Pekanbaru terus berlangsung. Satu persatu driver Uber berhasil ditangkap para sopir taksi tersebut. Setelah sweeping berjalan selama 30 menit barulah datang dua personel Satlantas Polresta Pekanbaru disusul petugas Dishub Pekanbaru guna mengamankan suasana agar tidak menimbulkan kericuhan. Jumlah driver Uber yang dijebak mencapai enam orang.

Atas tindakan itu, petugas Dishub Kota Pekanbaru yang berada di lokasi melakukan penilangan di tempat kepada driver Uber. Pemilik kendaraan dikenakan pasal dua pasal yakni pasal 288 (3) jo pasal 105 (5) c UULLAJ karena tidak dilengkapi surat keterangan uji tanda dan tanda lulus uji berkala serta pasal 308 jo pasal 173 (1) b UULLAJ lantaran tidak memiliki izin trayek.

Pelajaran dari kasus di atas adalah pertama, respon lambat dari pihak berwenang membuat massa beraksi sendiri di lapangan. Beroperasinya Uber di Pekanbaru menurut para pengemudi taksi resmi sangat  merugikan angkutan resmi yang mengikuti aturan pemerintah. Sebab angkutan online itu lebih murah karena tidak mengurus izin, tidak perlu membayar KIR dan mengurus izin operasional. Sedangkan Uber tidak.

Ketua Organda Kota Pekanbaru, Saipul Alam yang turut hadir pada aksi itu mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No26/2017 tentang taksi online revisi dari Permenhub No32/2016 menyebutkan seluruh angkutan resmi memiliki izin dan berbadan hukum.Sedangkan taksi online beroperasi tanpa mengantongi izin operasional.

Kedua, pemerintah harus segera evaluasi diri. Keberadaan angkutan umum yang memanfaatkan teknologi IT di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi hal tersebut menguntungkan pelanggan dan operator, namun sayang payung hukumnya belum jelas. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Ellen Tangkudung mengatakan, seharusnya pemerintah mengevaluasi diri. Inovasi transportasi yang memanfaatkan IT yang muncul saat ini seperti Grab Taxi, Uber Taxi dan Go-Jek, seharusnya menjadi bridging selagi sistem angkutan umum yang terpadu belum dapat diandalkan di Jakarta.

Ketua DKTJ khawatir pemerintah menjadi kehilangan sense of urgency bila solusi hal ini tidak segera ditemukan. Jika hal ini dibiarkan terlalu lama, secara perlahan angkutan umum akan kehilangan peran. Sementara transportasi berteknologi IT yang merupakan solusi antara tersebut sudah terlalu menguasai pasar dan sulit ditertibkan. Solusinya Pemerintah harus segera mengatur penggunaan aplikasi teknologi informasi untuk angkutan umum ini sebagai intelligent transportation system (ITS) grand design bersama-sama pemerintah pusat. Jangan tunggu aksi lapangan terjadi karena tidak kunjung ada penertiban resmi.***
KOMENTAR
Terbaru
Balitbang dan Kemenristek Dikti Kembangkan STP dengan Bangun Jaringan
Mahasiswa STIKes Hang Tuah Borong 5 Piala

Kamis, 23 November 2017 - 08:40 WIB

Oknum ASN Kampar Miliki Narkoba Terjaring Razia THM

Kamis, 23 November 2017 - 08:36 WIB

Golkar Pertahankan Setya Novanto, Begini Komentar Nasdem
Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji

Rabu, 22 November 2017 - 20:45 WIB

Follow Us