Terima Kasih Pejuang Olahraga Tanah Air

30 Agustus 2017 - 10.51 WIB > Dibaca 461 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Kontingen Indonesia berangkat ke South East Asian (SEA) Games Kualalumpur 2017 tanpa beban. Tidak ada target yang dibebankan kepada duta-duta olahraga tanah air oleh negara. Hanya ingin menjaga solidaritas sesama negara Asia Tenggara.

Jangan emosi melihat pencapaian Indonesia pada SEA Games XXIX ini juga tidak maksimal. Perolehan medali emas Merah Putih melorot dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Hingga malam tadi, dua hari jelang penutupan, Indonesia baru mengumpulkan 37 medali emas, 62 medali perak, dan 82 perunggu. Dibandingkan dengan SEA Games 2015 Singapura, perbedaan itu memang tidak terlalu jauh. Tapi penyebabnya bukan karena prestasi atlet yang menurun, melainkan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan juga berbeda. Saat di Singapura, Indonesia menutup dengan total 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. Duduk di posisi kelima.

Masih ada kesempatan menambah medali emas jelang penutupan, Kamis (31/8) besok. Tapi mencari 10 medali emas untuk menyamai prestasi dua tahun lalu, terasa sulit. Persaingan merebut medali yang tersisa, tetap didominasi tuan rumah Malaysia dan Thailand. Sangat sulit. Bukan mendahului Allah SWT, melihat jarak medali emas dengan Singapura yang ada di posisi keempat, hampir dipastikan Indonesia kembali menempati peringkat lima kali ini. Singapura sudah mendapatkan 55 medali ems, 51 perak, dan 71 perunggu. Indonesia tertinggal 18 medali emas.

Apalagi disandingkan dengan tuan rumah Malaysia yang sudah dipastikan menjadi juara umum. Indonesia tertinggal 96 medali emas. Padahal Malaysia selama ini selalu bersaing dengan Indonesia diperebutan tempat kedua, tiga, dan empat. Bahkan Indonesia selalu berada di atas Malaysia.

Pada beberapa kesempatan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memang sudah mengatakan SEA Games Kualalumpur bukanlah prioritas. Bisa jadi Menpora tidak menyadari pernyataan seperti itu bisa berpengaruh pada atlet. Api semangat pejuang olahraga yang awalnya berkobar hebat seperti disiram air. Padam dan kembali ke titik nol.

Pemerintah hanya ingin menjadikan SEA Games sebagai batu loncatan menuju Asian Games, Islamic Solidarity Games dan Olimpiade. Pernyataan itu memberi isyarat, bahwa mulai sekarang Indonesia tidak akan lagi memperioritaskan olahraga regional tersebut. Pemerintah agaknya lupa, bahwa SEA Games sebagai tempat mengukur prestasi sebelum ke Asian Games dan Olimpiade. Kalau di Asia Tenggara saja atlet Indonesia tidak bisa bersaing, bagaimana mau berprestasi di tingkat lebih tinggi, seperti Asian Games. Justru di sinilah atlet harusnya mati-matian membuktikan diri. Bahwa ia pantas melangkah ke iven yang lebih besar lagi. Untuk apa mengirim atlet ke Asian Games atau Olimpiade, jika sesama atlet Asia Tenggara saja kalah.

Keputusan pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak memasukkan SEA Games 2017 sebagai target, tetap mengundang pro dan kontra. Sebagai negara besar, dengan penduduk terbesar di kawasan ini, seharusnya multi iven Asia Tenggara tetap menjadi prioritas. Nama baik negara jadi taruhannya. Mau dikemanakan nama besar Indonesia andaikan finis di belakang Kamboja, atau Laos, bahkan Timor Leste. Pemerintah akan kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kepada seluruh rakyat.

Hormat kepada atlet kita, yang ternyata tidak terpengaruh dengan pernyataan-pernyataan yang berpotensi melemahkan semangat. Jiwa patriotisme yang tertanam di hati, membuat mereka berjuang mati-matian demi bangsa dan negara. Kita harus berterima kasih kepada pejuang-pejuang olahraga tanah air.***
KOMENTAR
Terbaru
Olahraga Bangun Peradaban Positif

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 WIB

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata

Kamis, 20 September 2018 - 18:30 WIB

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri

Kamis, 20 September 2018 - 18:24 WIB

Follow Us