Menuntut Tanggung Jawab Menteri Pemuda dan Olahraga

6 September 2017 - 11.17 WIB > Dibaca 821 kali | Komentar
 

Indonesia mencatat hasil paling kurang memuaskan sepanjang penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games. Merah Putih hanya mampu mengemas 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu pada pesta olahraga yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Jumlah itu tercatat sebagai medali paling sedikit dalam sejarah Indonesia di SEA Games. Hasil itu juga menempatkan negara kita pada peringkat kelima, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Secara berurutan ketiga negara itu ada pada peringkat, satu, dua, tiga dan empat.

Prestasi tersebut jelas bukan hal menggembirakan. Pada dua edisi SEA Games terakhir, di Singapura dan Malaysia, prestasi Indonesia terus melorot. Di Singapura 2015 lalu, perolehan medali emas memang belum separah sekarang. Tapi sudah menunjukkan penurunan tajam. Di negeri Singa, duta-duta olahraga kita merebut 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. Sudah jauh berkurang dibandingkan prestasi dua tahun sebelumnya. Ketika SEA Games berlangsung di Myanmar 2013, Indonesia masih bisa menduduki peringkat empat. Waktu itu Indonesia pulang dengan 64 emas, 84 perak, 110 medali perunggu.

Penurunan prestasi Indonesia sebenarnya tidak terlalu mengagetkan. Apalagi bagi pemerintah. Banyak pendukung prestasi atlet yang tidak terpenuhi. Jelang keberangkatan ke Kuala Lumpur pun, masih ada cabang olahraga yang mengeluh. Apalagi saat mengikuti pemusatan latihan nasional.

Semangat Indonesia mengikuti SEA Games memang sudah bergeser. Tidak lagi mengejar prestasi, peringkat tiga, dua, apalagi juara umum. Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi pada beberapa kesempatan menegaskan, SEA Games bukanlah target. Keikutsertaan Merah Putih sekadar ingin menjaga solidaritas sesama negara Asia Tenggara.

Pernyataan yang menggambarkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga memang tidak mempersiapkan atlet Indonesia secara sungguh-sungguh. Mengirim kontingen, karena tuntutan menjaga kebersamaan sesama negara Asia Tenggara.

Ini tanda bahaya. Harus ada perubahan kebijakan pemerintah. Tanggung jawab Menpora atas anjloknya prestasi olahraga ditunggu masyarakat. Tidak cukup dengan pernyataan bertanggung jawab di media, tapi harus ada langkah konkret.

SEA Games tetap iven penting. Jangan sampai Merah Putih kalah tinggi oleh bendera Timor Leste yang baru mengurus negara sendiri.***


KOMENTAR
Terbaru
Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:45 WIB

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil
Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 WIB

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 WIB

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers
Follow Us