Depan >> Opini >> Opini >>

Nurhafni Kepala SMAN 4 Pekanbaru. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan

Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi

15 September 2017 - 10.58 WIB > Dibaca 977 kali | Komentar
 
Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi

RIAUPOS.CO - Sejak 1935 Ki Hajar Dewantara mencetuskan bahwa keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat merupakan Tri Sentra Pendidikan. Kemitraan keluarga, satuan pendidkan dan masyarakat diharapkan dapat membangun dan mendukung terciptanya ekosistem pendididkan yang menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi. Dalam kemitraan pelaku pendidikan di satuan pendidikan dan orang tua mempunyai peran sangat menentukan. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan dapat meningkatkan prestasi belajar anak, meningkatkan komunikasi orang tua dan anak, penumbuhan karakter yang merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Keberhasilan pendidikan akan semakin tinggi apabila kemitraaan diperkuat dengan melibatkan unsur masyarakat yang dimotori penyelenggara satuan pendidikan.

Bentuk kemitraan dalam membangun kesadaran akan pendidikan anak dapat dilakukan dengan program Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di satuan pendidikan dengan melibatkan orang tua pesera didik. Melalui program ini, para orang tua profesional pengajar dari berbagai latar belakang untuk mengunjungi dan mengajar , yaitu pada hari yang telah disepakati bersama. Selanjutnya para profesional orang tua peserta didik  berinteraksi di sekolah untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja dan memberi motivasi untuk meraih cita-cita bagi para peserta didik. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para peserta didik bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka.  Interaksi orang tua profesional dengan warga sekolah dilakukan untuk membuka ruang komunikasi dan kolaborasi antar keduanya melalui pengalaman mengunjungi, dan mengajar, dan berinteraksi selama memberikan inspirasi termasuk masa persiapannya untuk kemajuan sekolah secara keseluruhan.

Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan peserta didik untuk belajar dari para profesional, agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita dan Kelas Inspirasi menjadi gerbang keterlibatan para profesional dengan realita dunia pendidikan di lingkungannya, serta Indonesia pada umumnya. Para profesional diajak untuk menceritakan mengenai profesinya. Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Bagi para profesional pengajar, Kelas Inspirasi dapat memberi pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi nyata dan aktif terhadap perbaikan masa depan bangsa.

Interaksi antara para profesional dengan peserta didik dan guru diharapkan dapat berkembang nantinya menjadi lebih banyak gagasan dan kegiatan untuk kemajuan satuan pendidikan yang melibatkan kontribusi kaum profesional. Kegiatan kegiatan ini hendaknya dibangun secara berkelanjuran oleh satuan pedidikan sebagai menyediakan media untuk kaum profesional meraba, menyentuh dan merasakan langsung tantangan pendidikan di sekolah serta memantik mereka untuk terus terlibat langsung dalam ikut membangun kemajuan pendidikan secara konkret. Menyediakan wahana bagi guru, kepala sekolah serta pemangku kepentingan lain di sekolah untuk membangun jejaring dengan kalangan yang luas yang dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan demi kemajuan sekolah. Kelas Inspirasi menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dan membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa depan serta juga memperkuat rasa percaya diri dan tekad untuk terus berjuang mencapai cita-cita. Peserta didik akan belajar dengan senang, bahagia, memiliki kebanggaan dan kepuasan disaat orang tua mereka terlibat dalam kegiatan sekolah untuk memotivasi peserta didik mewujudkan cita cita dan mimpi mereka.

Pelibatan orang tua dalam satuan pendidikan juga akan membantu orang tua membangun kesadaran akan pendidikan anak dengan mengembangkan lingkungan belajar di rumah yang kondusif (aman, nyaman, dan menyenangkan). Pelibatan orang tua peserta didik dalam kegiatan kelas inspirasi dengan profesi masing masing akan memberikan pengalaman mengajar dan belajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi serta pengorbanan yang nyata terhadap perbaikan masa depan bangsa, dapat meningkatkan kepuasan orang tua terhadap sekolah, iklim sekolah menjadi lebih baik, meningkatnya kepercayaan diri orang tua. Keterlibatan orang tua profesional membangun sensitivitas para relawan terhadap realitas kualitas pendidikan yang kontras dengan kemajuan kota besar, kita harus mengajak orang tua siswa untuk bersama-sama turun tangan menunaikan janji kemerdekaan : ‘mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan keterlibatan orang tua berbagai profesi di dalam kelas dapat mengaktivasi semangat volunterism untuk mengatasi masalah di sekitar kita tanpa harus menunggu orang lain terlebih dahulu dan tanpa menyalahkan pihak manapun.

Bagi para peserta didik di satuan pendidikan dengan kelas inspirasi akan memperoleh manfaat  memperluas wawasan siswa – siswi akan pilihan profesi yang bisa dijadikan cita-cita, memberikan inspirasi untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin, memberikan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi., menanamkan empat nilai moral positif utama (kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan kemandirian) sebagai jalan untuk mewujudkan apa yang diimpikannya, menyadarkan amat pentingnya sikap menghormati orang tua dan guru dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mimpi tertinggi mereka, kehadiran peserta didik di sekolah akan meningkat, berkurangnya perilaku destruktif anak

Kelas Inspirasi akan menjembatani para orang tua profesional yang peduli akan kemajuan pendidikan anak-anak di satuan pendidikan, bersama kita membangun impian anak Indonesia. Keterlibatan orang tua dalam satuan pendidikan memiliki dengan memperhatikan beberapa sikap top of form di antaranya suka rela, bebas kepentingan, tanpa biaya, siap belajar, mengambil bagian langsung, siap untuk bersilaturahmi, tulus, ikhlas, dan yang terpenting adalah orang tua peserta didik di satuan pendidikan tersebut.***
KOMENTAR
Terbaru
Kakek 60 Tahun Nikah dengan Remaja Cantik Pakai Mahar Rp300 Ribu Saja
Yang Dielus Gubernur Ganjar Pranowo Ini Bukan Hamil Biasa
Angin Reshuffle Kabinet Berhembus Lagi

Jumat, 24 November 2017 - 00:28 WIB

Pemerintah Bangun Ribuan Rumah Seharga Rp90 Juta, Silakan Pakai
Tahu Ga..., Setya Novanto Itu Pernah Jadi Sopir

Jumat, 24 November 2017 - 00:02 WIB

Follow Us