Melumpuhkan Mafia Narkoba

5 Mai 2018 - 10.38 WIB > Dibaca 1394 kali | Komentar
 

BUKTI bahwa Riau masih primadona jalur masuknya narkoba adalah dengan makin besarnya tangkapan. Dua hari lalu 55 kilogram narkoba jenis sabu. Menjadi tangkapan terbesar di Riau. Itu tangkapan sekelas kurir. Arti kata bagaimana kalau mafianya. Gembong besarnya. Maka jumlah tonan yang ditangkap di kapal wilayah Kepri waktu lalu sangat memugkinkan juga melalui Riau. Sebab masuk dari Riau, mudah untuk mendistribusikan ke seluruh Indonesia melalui jalur darat.

Bukti ini harusnya menumbuhkan kewaspadaan tinggi.Bahaya itu sudah di depan mata. Setakat ini aparat kepolisian memang sudah jeli, lihai dibuktikan tangkapannya makin besar. Termasuk pula instansi lain seperti bandara. Acapkali tertangkap orang yang mencoba menyeludupkan narkoba dengan menaruhnya di selangkangan. Tapi luasnya wilayah dan banyaknya jenis moda transportasi serta teknologi, maka makin besar kemungkinan menyebarnya peredaran narkoba tak terdeteksi.

 Yang paling diperlukan adalah intelijen. Kerja sama lintas negara. Tangkapan besar takkan bisa dilakukan jika ada ada kegiatan massif intelijen. Narkoba sudah dicanangkan sebagai kejahatan luar biasa harus diimbangi dengan bentuk aksi yang luar biasa juga. Tidak sebatas retorika atau pencitraan pejabat semata. Intelijen memerlukan informasi dari level serendah mungkin.

Informasi itu sangat penting dimulai dari keluarga. Jika ada salah satu keluarga terdeteksi menggunakan narkoba, harusnya dilaporkan ke BNK atau BNP. Informasi awal itu akan bergerak untuk menelusuri mata rantainya. Dari siapa barang haram itu didapatnya, orang per orang hingga sampai ke level mafianya. Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Mafia ini menggunakan sistem rantai terputus. Tapi kita meyakini aparat penegak hukum punya pola yang menyesuaikan dengan kecanggihan para mafia ini.

Satu hal dan terpenting. Pemerintah melalui aparat penegak hukumnya harus mengadvokasi masyarakat pesisir Riau. Agar tidak mau tergoda membantu peredaran narkoba dan bersama-sama memeranginya, kaum muda dan tokoh masyarakat harus didekati, karena narkoba masuk dengan masiffnya dibantu oleh oknum masyarakat dan diamnya masyarakat itu sendiri. Jika bersama-sama dan saling berkomunikasi, seganas apapun mafia bisa dilumpuhkan.

Terakhir dengan kebijakan dan perhatian penuh pemerintah. Gerakkan dan arahkan para pemuda untuk menjalankan aktivitas yang positif. Perbanyak dan support kegiatan yang positif. Dukung dengan anggaran dan sistem yang baik. Jangan biarkan pemuda larut dengan polanya sendiri.***


KOMENTAR
Terbaru
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 WIB

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh
BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 WIB

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 WIB

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi
Follow Us